Tampilkan postingan dengan label Baby boy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baby boy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

Play Group

Jumat lalu N dadah-dadah sama teman-teman sekelas soalnya hari terakhir di play group. Bulan depan sudah TK dan belum tentu sekelas lagi.

Anak-anak sih kayaknya belum nyadar kali ya mau naik kelas dan berpisah sama guru-gurunya jadi mereka tampangnya biasa saja. Saya saja sepertinya yang agak mengharu biru. Hahai... memang lebay tapi begitulah kenyataannya.
Soalnya miss-miss di plegrup hebat dan kece badai. Bayangkan saja kalau saya yang jadi guru plegrup, bisa nelen panadol tiap hari deh. Jadi rasanya sedih N gak diajar sama miss nya lagi. Meski saya tahu miss di TK bakal sama keren dan kece kok sepertinya kasihan anak-anak sudah sayang banget sama miss dan harus berpisah.

Gak kerasa aja ya setahun sekolah di play group. Tambah pandai dan rajin ya, Nak...

Minggu, 27 Maret 2016

Selamat Paskah

Selamat Paskah!!

2 minggu lalu N dapat project dari sekolah membuat prakarya bertema paskah.
Baca edaran pengumumannya saja saya sesak nafas. Bagaimana tidak, ibuknya ini  gak ada kreatif-kreatifnya sama sekali, gak trampil, gak pernah suka sama pelajaran seni dan antipati dari jaman SD tiap ada pelajaran seni. Bapaknya, jangan ditanya lagi, sama parahnya. Hasil prakarya harus disertai foto proses pembuatan dan kerjasama antara ortu dan anak. Fyuuuhhh...

Etapi.. tapi... buat anak jangan pernah coba-coba! Eh maksudnya jangan pernah bikin alasan. Baiklah.... googling dan sebagainya tak memberikan bantuan. Yang ada malah asma karena cakep-cakep semua. Sadar diri dengan kemampuan yang ecek-ecek ini. Akhirnya hampir 2 minggu berlalu dan tetap belum ada ide.

2 hari mau dikumpulkan baru deh berburu bahan di Gramedia. Itupun masih abstrak banget ide di kepala. Dan kebiasaan masa silam terjadilah. Mengerjakan tugas mesti last minute. Buntutnya, N mengerjakan 15 persen, ibuknya 85 persen. Dan kasih 2 jempol buat bapaknya yang mendukung 100 persen dalam doa. Hahahah...

Dan inilah hasil daya upaya kami...
Kartu ucapan Selamat Paskah.

Senin, 29 Juni 2015

Bento Ulang Tahun Nathan

Nathan ultah 17 Mei lalu. Tapi gegara ibuknya ini males nulis blog ya wes cerita basi ini baru bisa diposting sekarang. Hehe...

Ultah Nathan ke-3 ini sudah dari jauh hari memang gak ada niatan dirayakan. Sampai hari Jumat tanggal 15 pas lagi pillow talk sama pak suami baru mikir kok sepi amat kalau gak tiup lilin rame-rame.

Mbah kung sama mbah uti pas banget lagi di Surabaya. Oomnya lagi ke luar kota. Yang tersisa cuma tante dan sepupu Nathan. Akhirnya ya sudahlah kami putuskan tiup lilin dan potong kue secara sederhana aja di sekolah minggu. Khan pas banget ultahnya jatuh di hari minggu.

Baiklah... ibuknya yang gak bisa tidur soalnya mikir apa yang bisa dibagikan buat teman sekolah minggunya. Tercetus bikin bento yang sederhana. Malam itu juga bikin daftar belanjaan.

Sabtu pagi eksekusi dimulai di Pasar 8 Alam Sutera. Cinta mati banget sama pasar ini. Semuanya ada. Mulai dari bento box, segala sendok, paper cup dan paper bag tersedia di satu toko. Untuk bahan sayur dan nugget sudah pasti ada. Habis itu melipir sebentar ke supermarket beli  jelly dan teh kotak. Gak lupa beli kuenya di dapur cokelat.

Sip!! Sederhana aja, khan?
Gak lupa kasih tugas pak suami bikin desain stiker untuk ditempel di paper bag supaya lebih personal.

Sabtu malam baru masak sayurnya. Tumis buncis, wortel dan jagung manis pipil dikerjakan sama mbak. Demikian juga untuk nuggetnya. Untuk mi goreng cari aman beli di resto MGM.

Jelang subuh baru mulai nyetak nasi dan ngepak ke dalam kotak makannya. Ternyata cuma nyetak dan menata lauknya aja bikin sesak nafas dan menguras keringat. 30 kotak serasa bikin 300! Fyuuhhh...

Begitu pagi semuanya beres tepat waktu rasanya hepi banget. Puas...

HAPPY BELATED BIRTHDAY, MY SON!
GBU

Sabtu, 20 Desember 2014

Belajar dan Bermain di Jendela Alam

Membatalkan rencana ke floating market, kami memilih ke Jendela Alam.

Setelah cek in penginapan dan  take a nap sebentar kami memutuskan untuk lanjut jalan-jalan. Tapi rasanya kalau ke floting market kejauhan, apalagi sudah kesiangan. Jadilah dadakan googling dan nemu JA yang jaraknya gak jauh dari penginapan, hanya sekitar 5 menit.

Sekitar jam 3 siang kami tiba di JA. Untuk ke sini mending pilih pagi hari atau sore sekitar jam 3 karena sinar matahari gak terlalu terik. JA tutup jam 5 sore. Untuk anak seusia Nathan cukuplah di JA 2 jam.

Tiket masuk JA IDR15.000. Untuk anak-anak yang tingginya di bawah 85cm free entry. Karena Nathan 90 cm bayar full.
Di loket tiket ditawarkan juga tiket terusan untuk bermain seluruh wahana permainan. Saya lupa berapa harga tiket terusan. Kami memilih membayar tiket masuk saja dan 1 tiket untuk farming seharga 20ribu.

Kegiatan farming ngapain aja? Memberi makan hewan dan memanen buah dan sayur. Ahhh yang begini ini Nathan senang sekali. Setelah membayar tiket, kami diantar oleh seorang fasilitator untuk mengelilingi JA.
Pertama kami menuju ke kebun wortel. Fasilitator akan mendampingi untuk memetik wortel yang nantinya akan diberikan ke hewan-hewan. Jadi wortelnya memang kecil-kecil karena yang dimakan oleh hewan- hewan terutama adalah daunnya. Ada juga kebun kangkung untuk makanan binatang juga tapi sore itu sudah habis dipanen.

Setelah memenuhi keranjang dengan wortel, kami menuju kandang kambing. Wah, kambingnya besar. Makannya lahap banget. Awalnya Nathan takut memberi makan kambingnya, tapi setelah agak lama dia malah mau ngasih makan terus.  Padahal wortelnya harus dibagi dengan binatang lainnya. Gak jauh dari kandang kambing terdapat kandang ayam dan angsa.

Kalau mau membeli telur ayam kita juga bisa langsung mengambil telurnya dari kandang. Karena kandang ayam, bisa dibayangkan sendiri harumnya. Hahaha... Jenis ayam yang dipelihara di sini adalah ayam kampung arab. Telurnya dijual 2.700 per butir.

Selain memberi makan kambing, Nathan juga kasih makan wortel ke kuda pony, sapi, kelinci, dan rusa.
"Nyam nyam nyammm".
"Hak sapi... ayo makannn".
Hwaaa... Nathan semangat banget.

Selain memberi makan binatang, kami juga melihat kebun sayuran. Sayuran di sini ditanama secara hidroponik. Karena tidak membeli, kami hanya sekedar melihat saja.
Pengen sih beli sayuran. Tapi di penginapan gak ada kulkas. Kalo nunggu pulang besok sayurnya bakal gak segar. Sayur yang bisa dipanen hari itu adalah selada, sawi, dan pokchoy.

Saya memilih memanen tomat cherry untuk dibawa pulang. Harganya 30.000/kg. Baru tahu ternyata tomat cherry yang matang dan manis justru berwarna kuning. Sedangkan yang muda berwarna merah. Hop hop hop dalam sekejap Nathan sudah memenuhi keranjang dengan tomat.

Di JA terdapat labu kuning raksasa. Selain itu ada juga jenis tanaman labu lainnya. Tak hanya belajar berkebun, anak-anak juga bisa belajar menghias tanah liat.
Sedangkan untuk bermain, ada flying fox, memancing, mengendarai kuda, becak mini, dan kolam renang.

Nathan donk main flying fox.  Waktu lihat anak lain dia bilang mau main. Tapi pas dipakaikan perlengkapan keamanan mukanya langsung bingung. Tapi dia nurut aja tuh naik ke menara sama bapaknya. Saya nunggu di sebrang dengan was-was. Sudah merelakan tiketnya mubazir kalau Nathan gak mau meluncur. Ehhhh tapi Nathan berani tuh! Hebattt!!!

Mau juga dia naik kuda tapi antriannya cukup banyak. Gak jadi naik kuda deh. Akhirnya sore itu pulang ke penginapan dengan peluh. Tapi Nathan wajahnya srneng banget. Ah, kalo kamu hepi ibuk juga hepi, Nak...

Di pintu keluar kami menukar tiket masuk dengan bibit kangkung. Yeeaayy...

Kalo ke daerah Lembang, Bandung bolehlah membawa anak-anak sejenak ke sini. Saya sih lebih memilih main di JA daripada ajak Nathan ke Kampung Gajah.

Sabtu, 06 Desember 2014

Puas Keliling Taman Safari Cisarua

Ke Taman Safari sudah 2 minggu lalu, tapi pending mulu nulisnya gegara mbah utinya Nathan datang. Hihi...

Kantor Didi ngadain family gathering di TS hari Sabtu. Kok ya pas hari Jumat Didi ada rapat di Cipayung. Ya wes lah sekali dayung mending sekalian aja nginap di puncak dari Kamis malam.
Beruntung kamis sore jalanan lancar jaya sentosa sampe ke hotel.

Oya, ini reserv hotel dadakan bingits gegara acara rapat itu yang infonya dadakan. Kamis pagi gugling hotel seputaran puncak yang deket TS dan tentunya harga musti sesuai kantong. Dan akhirnya nemu Parama hotel. Persis di pinggir jalan, kalo ke Cimory resto tinggal turun 2kiloan. Ke pertigaan TS juga sekitar 2km. Review hotelnya dipisahin aja ya.

Sebelum cek in, mampir dulu lah di Cimory resto. Kali ini yang mountain view, kiri jalan kalau dari Jakarta. Kalau yang river view sudah pernah nyobain. Sayangnya sudah malam jadi view gunungnya ya cuma lampu-lampu doank.
Overall makan di Cimory lumayanlah dari segi rasa dan harga, tapi gak terlali special. Cukup lah untuk nyobain sekali buat pengalaman.

Jumat pagi begitu ditinggal Didi rapat langsung mikir enaknya ke mana. Gugling, yang dekat itu ke Taman Matahari tapi kok saya gak tertarik. Yo wes lah akhirnya nekat ke TS. Soalnya mau berduaan sama Nathan aja. Saya sudah bayangin kalo ke TS pas family gathering pasti gak puas dan waktunya kurang.

Wokeey, berbekal duit receh dan beberapa lembar uang nominal terbesar di endonesah saya dan Nathan ke TS. Diawali dengan naik angkot persis dari depan hotel. Angkotnya warna biru. Turunnya di pertigaan TS. Dari situ tinggal nyebrang trus naik ojek sekitar 2km sampai ke gerbang TS. Ongkos ojek 15ribu. Sebenarnya ada sih omprengan ke atas, tapi musti nunggu penumpang penuh. Kalau gak mau nunggu ya bisa tuh dicarter. Nah guna duit receh ya buat bayar angkot ini.

Tiket masuk TS 140ribu untuk dewasa dan 130ribu untuk anak-anak. Sepintas mahal yak? Tapi dibanding main di ancol ini sih murce abis. 140ribu itu sudah include naik bis keliling taman satwa, nonton aneka atraksi satwa, dan main semua wahana permainan.

Karena saya gak bawa kendaraan sendiri, keliling taman satwanya naik bis dari TS. Beruntung cuma ada 2 penumpang lain, jadi kami bisa santai berpindah posisi tempat duduk untuk melihat binatang di kanan dan kiri jalan dengan leluasa. Pak sopir juga baik hati mau berhenti lebih lama di tempat yang kami mau. Mengelilingi taman satwa butuh waktu sekitar 1 jam ya.

Setelah mengelilingi taman satwa kami diturunkan di taman hiburan.
Karena tempatnya sangat luas dan kadang Nathan minta gendong, daya membeli tiket kereta. Harganya 30ribu yang bisa digunakan mengelilingi seluruh taman hiburan sampai puas.

Di taman hiburan terdapat aneka wahana permainan untuk anak maupun dewasa. Selain itu di jam-jam tertentu ada atraksi satwa seperti lumba-lumba, singa laut, sampai cowboy show. Nah, asyiknya beli tiket kereta kita bisa berpindah dari show satu ke lainnya dengan naik kereta karena lokasinya berbeda-beda.
Selain itu masih ada area baby zoo, kolam pinguin, area primata dan sebagainya.
Gak rugi banget ngajakin Nathan ke sini seharian. Semua atraksi kami nonton. Dan tentunya Nathan hepi main sampai gak mau pulang. Bahkan dia jatuh karena lari-lari di arena permainan tapi gak nangis, padahal berdarah tuh. Iihh Nathan!

Dari taman hiburan kami diantar bus lagi ke gerbang depan. Pulangnya naik omprengan. Gak nunggu lama soalnya berbarengan dengan bubaran pegawai TS. Jadilah tumplek blek sama pegawai TS. Turunnya ya di pertigaan TS lagi. Pegawai TS bayar omprengan 4ribu. Saya ditarik 7ribu. Kok????!!

Dari situ lanjut lagi angkot biru ke hotel. Cuma bayar 4 ribu.
Aahh... begitu nyampe hotel langsung selonjoran sambil nempelin salonpas. Hahaha...
Malemnya cari makan ke arah puncak pas. 1 km naik lagi dari puncak pas kami makan di warung nasi alam sunda. Sesuai dengan cita-cita saya kalau ke puncak mau makan di  situ saja walopun pusatnya ada di tanah abang. Hehehe...

Sabtunya balik lagi le TS untuk gabung sama rombongan family gathering.
Bener-bener lega sebelumnya sudah ke TS sama Nathan. Hari Sabtu TS rame banget dan jadi terasa tidak nyaman.Di taman satwa bus rombongan kami jalan sambil lalu. Setelah itu masih banyak ceremonialnya. Nathan sudah galau mau naik gajah dan kereta lagi tapi acara gak selesai juga. Begitu ceremonial selesai sudah hampir jam 2 siang. Padahal kami diminta kumpul di parkiran bus jam 4. Tuh, untung kemarin sudah duluan ke sini..

Well, bakal balik lagi ke TS kalo Nathan sudah besar. Supaya dia bisa punya cerita sendiri tentang pengalamannya ke TS.

Selasa, 28 Oktober 2014

Nathan dan Chio

*late post*
Bulan lalu seorang teman kuliah yang domisili di Bali menang undian jalan-jalan ke Korea. Berangkatnya nginap dulu semalam di Jakarta. Sip! Jadilah nginap di rumah. It's been 2 years since our last meeting. Pas angkat sumpah dokter gigi, pas lagi hamil besar. Jadi Chio, anaknya seumuran dengan Nathan. Mereka cuma selisih 2 minggu.

Ibuk Nathan hepi bisa puas ngobrol, Nathan hepi punya teman main yang seumuran. Ya iya lah ya... secara dia sama sekali gak punya teman main di rumah.

Lucunya, Chio sama Nathan masih sama-sama "nenen" waktu itu. Saya yang belakangan sudah nyobain Nathan stop "mimik ibuk" jadi gatot alias gagal total pas Nathan denger Chio bilang "susu bobok". Hahahahhh... jadilah mereka bukan saja main, mandi, makan, dan tidur bersama tapi juga "nenen" bersama.
Btw, lucu ya istilah anak-anak untuk "nenen".

Pulang dari Korea Nathan dapat oleh-oleh mainan. Saya dapat kuteks warna-warni.
Makasih Chio... makasih Tante Mega. Next time kami yang liburan ke Bali ya...


Senin, 20 Oktober 2014

Doa Nathan

Sebagai ibu saya bangga donk punya anak yang bisa berdoa sendiri. Nah, Nathan ini paling jago kalo disuruh berdoa sebelum makan. Hangat lah hati ini kalo dia berdoa. Hanya saja ada yang berbeda dalam soanya beberapa hari ini.

Sebelumnya doanya selalu begini:
TUHAN, Nathan mau makan. Berkatilah supaya Nathan gemuk. Amin.

Tuh khan?! Hangat khan radanya dengar doanya.
Tapi begitu dengar doanya ganti 2 hari lalu, sontak saya dan Didi ketawa renyah. Ini nih doanya beberapa hari terakhir:
TUHAN, Nathan mau makan. Berkatilah supaya Nathan bisa gendong adek. Amin.

Jadiiiiiii ini toh rupanya yang bikin dia dikit-dikit mintak makan. Makan gak pakai perang. Makan gak pakai lama. Makan nambah bisa sampai 2 kali. Hahaha...
Awalnya khan gegara Nathan batpil trus ogah-ogahan makan. Jadilah bujukin makan sambil bilang, "kalau gak makan nanti gak sembuh. Gak bisa main sama adek. Gak bisa gendong adek."
Wah keren nih adik Kayla masih piyik sudah bisa bikin Nathan makan sampai musti distop. Hahaha...

Rabu, 03 September 2014

Nathan's First Groceries


Maksudnya bukan baru pertama ini Nathan ke supermarket. Tapi ini pengalaman pertamanya ke supermarket dengan troli yang sesuai dengan ukuran tubuh mungilnya. Kasirnya pun dikhususkan untuk anak-anak.

Wih, seneng banget dia dorong troli. Biasanya belanja di Giant dia mau ikutan dorong troli tapi gak bisa karena berat. Di LOKA girang banget lah dia. Mana  dia dapat balon ya jelas makin sumringah. Hahah..

Oyes, LOKA ini supermarket yang baru aja dibuka di Flavor Bliss Alam Sutera. Satu grup dengan restoran burger Carl's Jr. Gak cuma supermarket, bersamaan dengan Loka kita juga bisa menikmati bakery fresh from the oven di Baker Hood, kopi premium di The Philocoffee, dan kuliner di Food Theater.

Kemarin itu cuma belanja di Loka doank sih. Belum nyobain lainnya. Next time we'll try the food.

Go visit www.loka.co.id or www.mahadya.co.id to know more about LOKA.

Btw, out of topic ya.. saya nyewain unit apartemen tipe studio di Sunter Park View. Sudah ada kitchen set, tempat tidur, tv, AC, kulkas. Harga khusus deh untuk pembaca blog ini ;)

Rabu, 23 Juli 2014

Ngobrol sama Nathan

Pas lagi nonton tv
Nathan : apa itu?
Ibuk : wayang
N : kukuruyuuuukkk
I : ohh.. bukan ayam. Wayang.
N : ayam
I : wayaNG
N : ayam?
I : WAYANG

Pas lagi beres-beres
N : apa ini?
I : sikat sepatu
N : sikat gigi sepatu
I : sikat sepatu ya sikat sepatu. Bukan sikat gigi sepatu.
N : sikat gigi sepatu
I : bukaaannn.. SIKAT SEPATU aja.
*Ya naseb Nathan selama ini tahunya sikat ya sikat gigi.

Pas lagi belanja di tukang sayur keliling
N : ini apa ini? *sambil megang asem yang dibungkus plastik
I : asem
N : coklat ini.... makannya di rumah biar gak belepotan *aih nanya apa ngasih tau sih*
I : asem ini. Bukan coklat
N : bukain coklatnya...

Pas habis belanja di supermarket?
N : apa ini? *sambil megang kemasan pouch TRIKA
I : pelicin buat setrika
N : sabun ini?
I : bukan. Itu lho buat yang disemprotin kalo setrika
N : buat mandi ini?
I : bukan... semprotan untuk setrika..

Ditelpon mbah uti pas lagi makan
M : Nathan sudah makan?
N : BELUM!!! *sudah atau belum atau sedang makan jawabnya selalu BELUM dengan lantangnya*
M : kok belum sih.. makan sama apa?
N : sama ikannnn
M : ikan apa?
N : ikan yeye *lele
M : sayurnya apa?
N : sayuuuuurr *sambil mikir* hijau!
M : sayur hijau itu apa? Sawi?
N : bukan!
M : bayam ?
N : bukan!
M : apa lho? Kangkung?
N : bukannnn!!
M : buncis??
N : bukannnnn!!
M : ah ya sudah deh. Makan yang banyak ya...
*mbah uti nyerah. Sebenarnya sih Nathan makan sayur genjer, tapi gak tahu namanya. Haha...

Kamis, 17 Juli 2014

Nathanael

17 Juli 2014.
Nathanael 2 tahun 2 bulan.

2 bulan ini bisa dibilang nafsu makannya oke. Meski makannya gak pakek manner, sambil muter-muter atau disambi main di teras depan dan super lamaaaakk, okelah yang penting makannya banyak. Dan pastinya sayur apapun masuk ke perut dengan sukacita *dadag vegeblend*

Belum lulus weaning, belum lulus toilet training *sigh*

Udah banyak maunya. Kalau ke tempat perbelanjaan sudah bisa nunjuk dan milih yang dia mau. Baju gambar pesawat lah. Roti kejulah. Makan pizza lah. Mobil-mobilan lah. Naik kereta mini lah. Hadehhh.. pusing.
Habis mandi pun maunya dia pilih sendiri baju gantinya. Bahkan bisa komentar, "ini jelek ini ah" atau "ini buat sekolah minggu aja".

Sukak bangets nyanyi lagu "naik kereta api" sama " kambing embek-embek" yang diulang terus side A - side B kayak kaset mbliut.

Yah itu aja yang saya ingat. Hihi...

Tambah besar yo, Le. Yang pinter.Ojo tambah mbethik :*

Senin, 19 Mei 2014

Bandung Day 3 : Just the Two of Us

Saya tidur jam 2 pagi nemenin Didi belajar sambil ngenet. Sukak banget sama wifi hotel. Koneksinya wow!

Bangun- bangun jam 6 Didi sudah mandi. Mata berat banget buat melek. Habis siap-siap dia turun duluan sarapan. Sampai Didi selesai sarapan ternyata Nathan belum bangun. Ya udah deh, dadah-dadah sendiri ke Didi via telpon.

Nungguin Nathan bangun sambil beresin yang mau dibawa pulang. Pergi cuma nenteng 1 koper plus diapers bag Nathan. Mau pulang lha kok baju kotor aja bisa 2 koper??? Heran!! Pakek bimsalabim untung bisa muat lagi semua dalam 1 koper.

Nathan bangun jam 8. Diajak turun buat sarapan gak mauk.  Dibujuk berenang jugak gak mauk. Uh!
"Bapak nungguin di bawah. Ayuk turun. Ntar ditinggal."
"Bukkkk... tuyunn.. bawak ban Athan."
Aihh.. Drama banget anak kicik ini. Pas ultah lagi. Baiklah... apa kata boss kecil ajalah. Saya nurut.

Turun deh ke restoran. Sambil bawak ban renang dan baju ganti. Sampai restoran drama lagi.
"Buk, kokokan ajah."
"Gak ada choco crunch. Adanya nasi sama ikan sama telur."
"Emoh. Kokokan ajaaa."
Aaahh.. mana kenyang nyemil sereal doank. Demi yang lagi ultah baiklahh. Choco crunch udah di depan mata, " Buk, mauk teh."
Muter-muter sampai lamak. Pada akhirnya choco crunch masuk kotak. Omelet masuk kotak. Nathan gak makan apa-apa. Untung selalu bawa kotak kosong buat bekal. Biasanya Nathan aukak tiba-tiba mintak makan.

Habis drama sarapan, drama lagi di kolam renang. Sudah di pinggir kolam tinggal nyemplung, dia histeris.  "Buk, dingin. Di sini ajah."
Lah! Biasanya sih itu omongan sesaat. Begitu nyebur lupa sama dingin. Akhirnya digendong deh masuk kolam. Ehh beneran teriak-teriak, "dingin! Dingiiiinnn!!"
Akhirnya dengan sukarela dia mau naik dari kolam. Gak kayak kemarin yang gak mau mentas!

Mandi deh kami di kamar. Bukan di kamar ganti. Habia mandi beruntung Nathan manis banget mau main sendiri. Saya bisa siap-siap untuk chek out.  Begitu sudah mau chek out Nathan malah tidur. Sampai mbak front desk ngingetin waktu chek out dia juga masih pulas. Terpaksa menit terakhir batas check out bangunin dia deh.
Turun ngurus check out sekalian nitip koper.

Oke, Son! Kita kencan lagi berdua ya. Yang manis. Jangan mintak gendong. Hari ini Nathan ulang tahun, sudah besar. Gak mintak gendong lagi.

Kami kencan di Cihampelas Walk yang cuman 100 meter dari hotel. Baru sekali ini saya ke Ciwalk. Maunya lihat-lihat aja trus lunch di tempat yang enak sambil nungguin Didi selesai test.

Dasar Nathan, sukak lupa sama janjinya. Katanya mau jalan sendiri ternyata mintak gendong. Jadinya bentaran doank cuci matanya. Langsung deh capcuz cari tempat makan.

Kami makan di Giggle Box. Kelihatan penuh pengunjungnya. Tapi beruntung kami langsung dapat tempat. Pas di sofa.
Nyaman juga tempatnya. Sayang space antar meja sempit banget.
Ada free wifi yang lumayan cepat koneksinya.
Lihat daftar menu ada menu indonesia dan western.
Harganya termasuk ramah di kantong. Yang mengecewakan pesanan saya datangnya lama sekali. Banget deh lamanya. Uf!

Pesanan saya:
Chicken steak in maryland sauce.
Ini sih ayam fillet goreng dibalut tepung yang crispy.  Ayamnya empuk. Rasanya ayamnya sudah gak fresh dan hambar kalau tidak dimakan dengan sausnya. Taste sausnya asam manis lumayan enak, gak istimewa. Pelengkapnya spaghetti ditumis dengan bawang putih. Sedikit under cook, gak al dente. Rasanya hambar. Kurang banget ngasih garam sama merica.
Ada juga tambahan salad. Lettuce dan paprika dengan dressing garlic dan olive oil. Keseluruhan biasa saja.

Pancake stroberi.
3 susun pancake yang sudah dingin. Memang sih ada topping es krim vanila. Tapi kalo freshly made harusnya bagian bawahnya masih hangat. Ini dingin. Saus stroberinya biasa aja.

Mengingat di daftar menu pilihan saya diberi label "must try" mungkin perlu direvisi. Mana harus menunggu lebih dari setengah jam. Kecewa. Kecewa.

Yang lain saya pesan french fries, ice lemon tea, sama ice thai tea.
Total kerusakan kantong 100ribu. Murah sih murah. Tapi bukan berarti murah tidak akan memberikan yang terbaik, bukan?

Nathan sih makanan enak atau gak enak suka random gitu. Kalo lagi mood ya bisa habis biar kita bilang gak enak. Nah, dia malah makan sampe kenyang. Ujung-ujungnya ngantuk dan bubuk manis di sofa.

Didi telpon kalo testnya baru selesai dan bakal jemput di hotel.
Bangunin Nathan. Mintak gendong lagi. Yada yada... buat yang ultah, bolehlah gendong.
Lumayan gempor gendong Nathan. Sampai di hotel ambil barang trus kami balik ke Serpong. Singgah sebentar di Kartika Sari beli oleh-oleh untuk teman kantor Didi.

Sampai rumah jam 21.30.
Capek. Tapi puas jalan-jalan sama anak kicik ini.
Sekali lagi selamat ulang tahun ya, anak manis. Yang pinter donk.. jangan mintak gendong terus. Makan yang pinter yang banyak. Kalo disuruh mandi jangan kabur. Gak mimik ibuk lagi. Gak pipis sama eek di celana. Rajin gosok gigi. Sehat terus. Tetep jadi anak manis...

Sabtu, 17 Mei 2014

Bandung Day 2 : Dating

Nathan is Turning Two

Jam 12 teng!

Happy birthday my baby boy! Well, no longer my baby boy! My lil' boy!!

Sehat selalu. Jadi anak manis, penurut,dan pintar. Gak mimik ibuk lagi...


Sabtu, 10 Mei 2014

G.A.L.A.U

Sabtu lalu printilan goodiebag yang mau dibagikan ke teman-teman sekolah minggu Nathan sudah beres semua.
Oya, akhirnya gudibek ini gak sesuai cita-cita. Maksud hati mau kasih yang sehat semacam bento ato cupcake tapi gak masuk budget. Hiks.. pengeluaran bulan lalu dan bulan ini membengkak karena beberapa proyek invest *curhat

Jadi meski sedikit gak rela hati ngasih snack ke anak-anak batita ya sutralah apa boleh buat. Toh ibunya masing-masing pasti punya aturan sendiri apa yang boleh dah tidak boleh dimakan sama anaknya. Kalo gak boleh khan pasti dengan sendirinya akan mensortir isi gudibag untuk anaknya *cari pembenaran *membela diri
Sambil berdoa semoga minggu ini ada rejeki nomplok buat beli bento.

Dari bulan lalu sudah ngitung dalam hati berapa anak yang datang sekolah minggu. Rata-rata sih di kelas Nathan yang datang 25anak. Kadang juga lebih tapi gak sampai 30. Malah sering cuma 20 orang. Ya wes Sabtu lalu itu cuma nyiapin 30 gudibek.
Gak taunya besoknya yang datang sekolah minggu 33 anak. Lah? Itupun beberapa anak yang rajin datang malah hari itu gak datang. Waduh!

Lapor deh ke Didi. Jadinya kami sepakat nyiapin lagi. Mungkin minggu ini belanja kekurangannya. Mending kelebihan deh daripada kurang. Bisa malu. Dan lebih parah anak-anak bisa nangis gulung kuming karena gak kebagian gudibek. Haha...

Belum sempet beli yang kurang, kemarin Didi dapat info musti tes di ITB Bandung Jumat-Sabtu tanggal 16-17. Jadwalnya sampai jam 5 sore. Lah????
Sabtu khan pas ultah Nathan. Trus hari minggunya itu dirayain di sekolah minggu!!
Apa iya mau ditunda seminggu?
No problemo buat saya kalo ditunda. Tapi mbahnya Nathan sudah beli tiket tanggal 12 spesial untuk Nathan. Bisa galau kalau kelamaan di sini.
Kalau mau tetap dirayain tanggal 18 apa gak capek tuh malamnya baru pulang dari Bandung?
Siiigghh....

Mana jadwal ke Bandung pas harpitnas ya jelas susah cari penginapan. Jelas macet.  Jelas capek.

Aahh.. daripada galau gak jelas yuk intip Nathan yang sumringah liatin gudibek yang mau dibagikan ke teman-temannya. Awalnya sih dia  merengek mintak makan isinya. Untuk lilin yang bakal mejeng di kue ultahnya Nathan sendiri yang pilih. Di tokonya banyak yang lucu tapi dia maunya pesawat. Aiihh sampai lupa anak kicik ini sudah besar. Sudah bisa milih dan membuat keputusan. Haha... *peluk Nathan