Jaman SD sih gak ada yang namanya aturan jam malam.
Soalnya ya memang gak ada pikiran dolan malam.
Semua teman, si A, si B, si C ortu juga kenal. Jadi pergaulan juga gak aneh-aneh.
Jaman SMP juga gak ada tuh hitam di atas putih atau aturan JANGAN PULANG MALAM-MALAM.
Berasa tahu diri aja kalau sudah jam 8 atau paling gak jam 9 masih keluyuran ya langsung aja pulang.
Jaman SMA, juga gak ada aturan saklek paling telat pulang jam berapa.
Mana ada pulang lebih dari jam 10 malam.
Kalaupun lewat itu bisa dihitung jari.
Pertama waktu ultah teman di hotel.
Kedua waktu nonton pentas seni.
Ketiga waktu acara perpisahan.
Semuanya seijin ortu. Itupun bakal ditelpon sejak jam 7, diulang setiap 1 jam dengan pertanyaan yang sama.
Di mana, pulang jam berapa, pulang dengan siapa, naik apa.
Jaman kuliahpun gak jauh beda dengan SMA.
Paling malam ya jam 10 sudah sampai rumah.
Gak pernah nonton midnite?
Kenapa harus midnite kalu bisa nonton sore hari? Lagipula lebih mahal.
Gak pernah clubing?
Sebelum saya kuliah malah gak kenal istilah clubing!
Bukannya lebih enak kumpul sama teman satu genk, duduk di foodcourt sambil bergossip?
Kedengarannya gak asyik??
Masih bilang gak asyik kalo lu pulang kemaleman trus di jalan kenapa-napa??
Misal aja nih, ban motor atau mobil bocor padahal tukang tambal ban sudah tutup, masih berani bilang ortu yang suka menentukan jam malam itu gak asyik???
Bukannya lebih asyik jam 10 lu sudah di rumah, aman sentosa, sehat segar karena gak perlu dorong mobil?
Kejadian heboh seminggu yang lalu yang menimpa AQJ (saya rasa se-Indonesia Raya tahu) bikin saya bertanya-tanya.
Anak SMP jam segitu belum pulang apa gak dicari orang tuanya?
Kalo ortu gak di rumah apa gak dicek ke sopir atau pembantunya anaknya sudah pulang atau belum??
Banyak yang bilang jaman sekarang anak-anak lebih 'pintar' dari ortunya.
Pergaulan juga makin berbahaya, lingkungan semakin permisif dengan hal-hal yang sebenarnya tidak patut atau jelas-jelas salah.
Anak-anak yang salah pergaulan banyak sekali, apalagi di kota besar.
Tapi jangan lupa, anak-anak yang patuh dan berhasil juga tidak kurang.
Mereka ini pandai, tapi tidak kuper atau cupu. Mereka juga bergaul, bermain layaknya anak seusiannya, tapi tidak meninggalkan ajaran dan didikan yang baik.
Kalau mulai menyalahkan pihak sekolah (guru) kurang memberi bimbingan dan pengawasan kepada anak-anak, lalu apakah ortu sudah menjalankan perannya seagai ortu yang baik?
Kalau pemerintah bersalah karena kurang menyediakan fasilitas dan sebagainya, apa berarti ortu tidak salah?
Mosok iya pemerintah atau guru musti mengawasi semua anak-anak se-Indonesia?
Orang tua atau keluarga punya peran yang besar. Sangat besar.
Ortu punya andil yang besar dalam membentuk karakter kepribadian anak. Ortu berperan sebagai direct control untuk mengawasi anak-anaknya.
Bersyukur saya punya ortu yang sedemikian ASYIKnya sehingga tanpa aturan yang harus dilontarkan dari mulut mereka pun saya dan adik-adik sudah bisa memilah mana yang baik dan tidak,mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak.
Tanpa batasan jam malampun kami tahu harus pulang jam berapa.
Begitu ASYIKnya mereka sehingga teman-teman dekat kami mereka juga kenal dan mereka tahu kami bergaul dengan teman yang baik.
Tampilkan postingan dengan label masa kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masa kecil. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 September 2013
Rabu, 11 Mei 2011
Eerrr...
Hampir 17 tahun lalu, eike yang tomboi "disulap" sama tukang salon jadi "cewek"! Ceritanya oom-ku tersayang mau merit. Nah, berhubung saat itu aku jugak jadi keponakan tersayang, jadilah aku diminta jadi pengiring pengantin... Dan hasilnya? Didandanin kek apa aja, masih tetep keliatan tomboy... wakakakaaa....
Dan sekarang, setelah nyaris 17 tahun dari kejadian jadi peri-kecil-sok-imut itu, giliran aku yang mo merit! Hahah... *antara takjub dan panik ;) Tepat 2 Juli 2011 nanti, bersamaan dengan Big Day-ku, oom & tanteku (di mana aku jadi pengiring mereka saat merit itu) akan merayakan wedding anniversary yang ke 17! So, mulai tahun 2012, kami bakal sama-sama merayakan ultah pernikahan tiap 2 Juli ^^
Dulu ya, waktu dibedakin, dipakein lipstick, plus pake gaun merah yang bikin gerah itu (eh, sumpah booookk... baju merah itu rasanya berat banget dan bikin gatel-gatel) aku punya bayangan yang "memabukkan" soal merit! Maunya, kalo aku merit nanti pengen cantik sama kayak tanteku yang merit, maunya ini, maunya itu, ini, itu, ini, ituuuu.... xixixi...
Berhubung sekarang udah gedhe, beda lagi pengennya. Hahahh....
Ngomongin merit,, baru inget, detail-detail yang aku pengen buat resepsi gak bakal semuanya keturutan :(
Gak ada choco fountain, gak ada wedding cup cake, warna tema juga totally beda sama keinginanku semula, berarti warna kebaya juga ga seperti bayanganku semula. Well, gak masalah sih gak pake choco fountain or wedding cup cake. Gak masalah juga warna tema berubah total. Jadinya,cuman bisa berdoa n berharap semua yang sudah, sedang, dan akan dipersiapkan bisa lancar semua... Amiennn.... *Mohon doanya yang banyak yahh... :)
Dan sekarang, setelah nyaris 17 tahun dari kejadian jadi peri-kecil-sok-imut itu, giliran aku yang mo merit! Hahah... *antara takjub dan panik ;) Tepat 2 Juli 2011 nanti, bersamaan dengan Big Day-ku, oom & tanteku (di mana aku jadi pengiring mereka saat merit itu) akan merayakan wedding anniversary yang ke 17! So, mulai tahun 2012, kami bakal sama-sama merayakan ultah pernikahan tiap 2 Juli ^^
Dulu ya, waktu dibedakin, dipakein lipstick, plus pake gaun merah yang bikin gerah itu (eh, sumpah booookk... baju merah itu rasanya berat banget dan bikin gatel-gatel) aku punya bayangan yang "memabukkan" soal merit! Maunya, kalo aku merit nanti pengen cantik sama kayak tanteku yang merit, maunya ini, maunya itu, ini, itu, ini, ituuuu.... xixixi...
Berhubung sekarang udah gedhe, beda lagi pengennya. Hahahh....
Ngomongin merit,, baru inget, detail-detail yang aku pengen buat resepsi gak bakal semuanya keturutan :(
Gak ada choco fountain, gak ada wedding cup cake, warna tema juga totally beda sama keinginanku semula, berarti warna kebaya juga ga seperti bayanganku semula. Well, gak masalah sih gak pake choco fountain or wedding cup cake. Gak masalah juga warna tema berubah total. Jadinya,cuman bisa berdoa n berharap semua yang sudah, sedang, dan akan dipersiapkan bisa lancar semua... Amiennn.... *Mohon doanya yang banyak yahh... :)
Label:
masa kecil,
wedding preparation
Senin, 23 Agustus 2010
"S"
Inget salah satu temen masa kecil dulu.
Suka banget main tebak-tebakan, mulai dari tebakan jayus sampe tebakan yang bener2 mengocok perut.
Tapi dari semua tebakan, cuma satu yang aku inget, soalnya tebakan ini "paling ga banget"!!
Suka banget main tebak-tebakan, mulai dari tebakan jayus sampe tebakan yang bener2 mengocok perut.
Tapi dari semua tebakan, cuma satu yang aku inget, soalnya tebakan ini "paling ga banget"!!
Temen : Coba buat 1 kalimat sepanjang-panjangnya, dengan tiap kata diawali huruf "S"!!
Aku : ?????
Temen : Ayo donk dipikir!!!
Aku : #^)(@!*#^#!????
Temen : Nyerah??
Aku : *ngangguk-ngangguk
Temen : Payah!!
Aku : Apa dunk?
Temen : Saya sebel sama situ, soalnya situ suka sikut-sikut saya,
sakitnya senut senut senut senut senut senut senut senut senut................ Senut........
Aku : Aaaaaaaarrrrrgggggghhhh!! Sebel sebel sebel sebel sebel
sebel......
Label:
masa kecil,
teman
Selasa, 13 April 2010
Gak Ada Loe, Gak Rame!!
Ini ga da hubungannya ma slogan iklan rokok yang di tipi-tipi..
Tadi dapat undangan pertemuan keluarga besar. Pertemuan ini rutin diadain setiap 4 bulan sekali. Tempatnya bergiliran. Ada keluarga yang di Malang, Sidoarjo, Lumajang, Jombang, dan sekitarnya. Sebagian besar sih di Surabaya. Karena domisili yang berbeda kota itu, biasanya pemberitahuan tanggal pertemuan disampaikan 1-2 minggu sebelum hari H via telepon. Tapi kali ini undangannya gak lisan lewat telepon. Undangan buat pertemuan minggu depan disampaikan secara langsung.
Bentuk undangannya?? Keren juga untuk ukuran undangan pertemuan keluarga. *Jelas aja aku bilang keren, khan ga da pembandingnya. Baru kali ini terima undangan kayak gene. Biasanya khan undangan kawinan. Undangannya dicetak, lengkap dengan foto keluarga yang ketempatan (udah kaya foto prewedding di undangan nikahan gitu), plus peta lokasi.
Yang bikin aku takjub, di bagian akhir ada semacam "ucapan terima kasih". Kalo di undangan kawinan khan kurang lebih bunyinya gini, "Kedatangan Anda merupakan restu bagi mempelai berdua. Terima kasih atas doa restu Anda."
Nah, di undangan pertemuan tadi juga ada, tapi dengan bunyi, "Keluarga XXX mengucapkan terima kasih karena berkenan hadir."
Uhm... jadi inget pas jaman dulu, kalo ada temen SD yang ngasi undangan ultah, pasti juga ada ucapan terima kasih kayak gini, "Terima kasih atas kehadiranmu. Tiada kesan tanpa kehadiranmu."
Emang sih, kalo dipikir-pikir, orang mungkin kalo baca undangan pasti cuma diperhatikan bagian siapa yang mengundang, acaranya apa, acaranya kapan, dan di mana. Bagian "terima kasih" paling juga dibaca sambil lalu. Ga tahu deh kenapa bagian itu ga diperhatikan bener. Apa karena redaksional ucapan terima kasih udah paten kayak gitu ya, jadi orang bosen dan gak tertarik.
Gmna ya kalo seandainya aku nyebar undangan, trus aku cetak tebal bagian ucapan terima kasih dengan gayaku sendiri??
Tadi dapat undangan pertemuan keluarga besar. Pertemuan ini rutin diadain setiap 4 bulan sekali. Tempatnya bergiliran. Ada keluarga yang di Malang, Sidoarjo, Lumajang, Jombang, dan sekitarnya. Sebagian besar sih di Surabaya. Karena domisili yang berbeda kota itu, biasanya pemberitahuan tanggal pertemuan disampaikan 1-2 minggu sebelum hari H via telepon. Tapi kali ini undangannya gak lisan lewat telepon. Undangan buat pertemuan minggu depan disampaikan secara langsung.
Bentuk undangannya?? Keren juga untuk ukuran undangan pertemuan keluarga. *Jelas aja aku bilang keren, khan ga da pembandingnya. Baru kali ini terima undangan kayak gene. Biasanya khan undangan kawinan. Undangannya dicetak, lengkap dengan foto keluarga yang ketempatan (udah kaya foto prewedding di undangan nikahan gitu), plus peta lokasi.
Yang bikin aku takjub, di bagian akhir ada semacam "ucapan terima kasih". Kalo di undangan kawinan khan kurang lebih bunyinya gini, "Kedatangan Anda merupakan restu bagi mempelai berdua. Terima kasih atas doa restu Anda."
Nah, di undangan pertemuan tadi juga ada, tapi dengan bunyi, "Keluarga XXX mengucapkan terima kasih karena berkenan hadir."
Uhm... jadi inget pas jaman dulu, kalo ada temen SD yang ngasi undangan ultah, pasti juga ada ucapan terima kasih kayak gini, "Terima kasih atas kehadiranmu. Tiada kesan tanpa kehadiranmu."
Emang sih, kalo dipikir-pikir, orang mungkin kalo baca undangan pasti cuma diperhatikan bagian siapa yang mengundang, acaranya apa, acaranya kapan, dan di mana. Bagian "terima kasih" paling juga dibaca sambil lalu. Ga tahu deh kenapa bagian itu ga diperhatikan bener. Apa karena redaksional ucapan terima kasih udah paten kayak gitu ya, jadi orang bosen dan gak tertarik.
Gmna ya kalo seandainya aku nyebar undangan, trus aku cetak tebal bagian ucapan terima kasih dengan gayaku sendiri??
"GAK ADA LOE, GAK RAME!!"
Wah, pasti bagian itu bakal dilirik lebih lama. Masalahnya adalah, gimana kalo undangan yang aku sebar undangan pernikahan??? Temen2ku pasti ga masalah, tapi temen2 ortu pasti langsung nggeblak (baca: pingsan)!! Wakakaka...
Label:
family,
ga penting,
masa kecil
Senin, 29 Maret 2010
Tokek... Oh Tokek...
Malam ini aku ikut berburu tokek. Sebenarnya sih cuma ikut melihat orang-orang yang lagi menangkap tokek.
Ceritanya nih, tadi sekitar jam 7 ada sedikit "keributan" di depan rumah. Ternyata beberapa tetangga lagi ngumpul mau nangkap tokek di rumah tetangga depan. Begitu tahu kalo mereka mau nangkap tokek, aku jadi pengen liat caranya nangkap tokek.
Ternyata susah juga nangkap tokek.
Katanya sih tokeknya jangan kena tangan manusia. Ada yg bilang bisa mati, ada juga yg bilang kalo badannya bisa menyusut.. Hm... aneh banget!! Kok bisa ya??? Aku masih cari tahu ini fakta ato ga,, tapi belum nemu jawabannya.
Balik lagi ke nangkap tokek... Ga nyampe 15 menit tokek yang sembunyi di belakang lukisan akhirnya tertangkap juga. Tokeknya langsung diamankan...
fiiiuuuhhhh......
Aku pernah baca di surat kabar kalo tokek tuw harganya mahal banget. Bahkan ada yang sampe milyaran... ckckckck....
Tapi waktu itu aku ga begitu peduli.
Begitu tadi tahu n liat langsung orang berburu tokek, aku jadi penasaran.
Akhirnya mulai deh nanya ke mbah Google alias Googling.
Emang bener harga tokek itu mahal banget,, coz manfaatnya juga banyak banget. Mulai dari ngilangin gatal-gatal, alergi, sampe nyembuhin HIV/AIDS. Emang sih katanya blm teruji secara ilmiah.... Lebih lengkapnya tentang manfaat tokek bisa diintip di http://catatanimam.blogspot.com/2009/11/manfaat-tokek-untuk-kesehatan.html
Ngomong-ngomong tokek jadi inget waktu kecil dulu...
Biasanya suara tokek dijadikan ramalan.
Ada yang menganggap sebagai mainan ato iseng aja, ada juga yang menganggap benar n bisa jadi kenyataan.
Tahu khan kl tokek bersuara "tokek... tokek... tokek.... tokek..........."
Nah, berapa kali si tokek nyebut "tokek" ini yang dijadikan jawaban.
Misalnya nih, kalo pas mau arisan. orang yg ikut arisan tinggal ngikutin suara tokek...
"tokek" = dapat arisan
"tokek" = ga dapat
"tokek" = dapat
"tokek" = ga dapat
Begitu seterusnya mpe tokek diam....
Wah, jadi tokek ga hanya bermanfaat sebagai obat, tapi juga bisa menentukan nasib.
Hahahaha.....
Ceritanya nih, tadi sekitar jam 7 ada sedikit "keributan" di depan rumah. Ternyata beberapa tetangga lagi ngumpul mau nangkap tokek di rumah tetangga depan. Begitu tahu kalo mereka mau nangkap tokek, aku jadi pengen liat caranya nangkap tokek.
Ternyata susah juga nangkap tokek.
Katanya sih tokeknya jangan kena tangan manusia. Ada yg bilang bisa mati, ada juga yg bilang kalo badannya bisa menyusut.. Hm... aneh banget!! Kok bisa ya??? Aku masih cari tahu ini fakta ato ga,, tapi belum nemu jawabannya.
Balik lagi ke nangkap tokek... Ga nyampe 15 menit tokek yang sembunyi di belakang lukisan akhirnya tertangkap juga. Tokeknya langsung diamankan...
fiiiuuuhhhh......
Aku pernah baca di surat kabar kalo tokek tuw harganya mahal banget. Bahkan ada yang sampe milyaran... ckckckck....
Tapi waktu itu aku ga begitu peduli.
Begitu tadi tahu n liat langsung orang berburu tokek, aku jadi penasaran.
Akhirnya mulai deh nanya ke mbah Google alias Googling.
Emang bener harga tokek itu mahal banget,, coz manfaatnya juga banyak banget. Mulai dari ngilangin gatal-gatal, alergi, sampe nyembuhin HIV/AIDS. Emang sih katanya blm teruji secara ilmiah.... Lebih lengkapnya tentang manfaat tokek bisa diintip di http://catatanimam.blogspot.com/2009/11/manfaat-tokek-untuk-kesehatan.html
Ngomong-ngomong tokek jadi inget waktu kecil dulu...
Biasanya suara tokek dijadikan ramalan.
Ada yang menganggap sebagai mainan ato iseng aja, ada juga yang menganggap benar n bisa jadi kenyataan.
Tahu khan kl tokek bersuara "tokek... tokek... tokek.... tokek..........."
Nah, berapa kali si tokek nyebut "tokek" ini yang dijadikan jawaban.
Misalnya nih, kalo pas mau arisan. orang yg ikut arisan tinggal ngikutin suara tokek...
"tokek" = dapat arisan
"tokek" = ga dapat
"tokek" = dapat
"tokek" = ga dapat
Begitu seterusnya mpe tokek diam....
Wah, jadi tokek ga hanya bermanfaat sebagai obat, tapi juga bisa menentukan nasib.
Hahahaha.....
Label:
aneh,
masa kecil,
my daily life,
unik
Kamis, 25 Maret 2010
Another CrAZy Life : Cari Pasien
Awal masuk masa klinik dulu aku sama teman-teman hunting pasien.
Keliling gang, keluar masuk pintu.
Kerjaan keliling gang ini yang paling menyakitkan.
Kemungkinan ditolak alias gak dapat pasien lebih besar daripada dapat pasien.
Ada aja alasan kenapa mereka, si bakal calon pasien menolak.
Keliling gang, keluar masuk pintu.
Kerjaan keliling gang ini yang paling menyakitkan.
Kemungkinan ditolak alias gak dapat pasien lebih besar daripada dapat pasien.
Ada aja alasan kenapa mereka, si bakal calon pasien menolak.
Sibuk.
Kerja.
Jagain cucu.
Nganter jemput anak ke sekolah.
Gigi saya ga da yang lubang (padahal meringis aja dah
keliatan giginya lubang semua).
Tapi gak selamanya kok cari pasien tuw menyakitkan (karena ditolak).
Bagian melegakan pastinya kalo usaha keliling gang berhasil menemukan calon pasien.
Selain bagian melegakan, ada juga bagian yang menyenangkan!!
Nah, yang satu ini, misalnya, kalo pas cari pasien anak usia sekolah.
Otomatis nyarinya di sekolahan SD.
Tau khan kalo penjual jajanan di depan sekolah tuw banyak banget.
Mulai dari pentol, batagor, cimol, pisang molen mini, lolipop, es lilin,,, macem-macem deh pokoknya...
Bisa dibilang merasakan lagi jajanan SD seperti kembali ke masa lalu... wkwkwk...
Emang sih kl jajan sembarangan belum tentu terjamin kebersihannya...
tapi....
Akhh..!!!
Sebodo akh.... Hahahaha....
Kalo aku siy suka banget sama Pisang molen mini. Gila!! harganya cuma 200 perak sebiji, dah gitu ada yang isinya keju ato coklat. Kalo masih panas rasanya crispy banget.
Mega sih sukanya yang kenyol-kenyol sebangsa pentol sama cimol...
Haha... Sayang ga da foto pas makan cimol.
Malah adanya foto pas beli rujak manis di depan SD Kaliasin, sebrang GRAHADI...
ehm...
Label:
kuliah,
masa kecil,
masa klinik,
masa kuliah,
nyam-nyam^^,
pasien,
teman,
ungkapan perasaan
Sabtu, 13 Maret 2010
Kamis, 17 Desember 2009
Jaman Surat Masih Ngetren
Berhubung besok libur Tahun Baru Islam, so ga ada tanggungan alias kerjaan buat besok. jadi tadi selesai klinik langsung ke Delta Plasa bareng Liska, Novi, Oliv, n Dina. Ga tau deh tadi siapa yang mempelopori duluan, yang jelas semuanya langsung "ho-oh" aja mau "refreshing".
Seperti biasa, agendanya makan sambil ngobrol ngalor-ngidul. Kali ini minus cuci mata cuz udah sore. Dina bakal dijemput travel buat pulkam, sedangkan aku sama Liska mau langsung pulang soalnya ga mau ketinggalan nonton Queen Seondeok.. hehe.... Akhirnya yg cuci mata cuma Oliv, ditemani Novi *yang pengen liat-liat emang cuma Oliv.
Btw, menu ngobrol2 kali ini salah satunya cerita tentang masa sekolah dulu, jaman masih nakal-nakalnya *padahal sekarang tetep aja sama nakalnya... hehehe...^^
Novi cerita dulu punya sahabat pena. namanya aja "sahabat pena" ya pastinya korespondensi via surat....
Aku jadi ingat dulu pas aku kelas 5 atau 6 SD temen sepermainanku, namanya F***an (disamarkan, belum minta ijin sama yang punya nama, sebut aja namanya Markus ^.^). Tahu khan kalo di majalah itu biasanya ada surat dari pembaca. Nah, temenku Markus ini nulis surat pembaca di salah satu majalah anak-anak. Lupa apa nama majalahnya n lupa juga waktu itu dia nulis apa. Yang jelas, di bawah suratnya yang "ditampilkan" itu, ada nama plus alamatnya. Gak lama setelah suratnya 'nampang' di majalah, dia kebanjiran surat dari pembaca majalah itu. Mendadak Markus jadi "terkenal". Ada yang mau kenalan, ada yang mau tukeran foto, ada yang ngirimin poster (jaman itu poster artis kayaknya diburu oleh anak2 sekolahan). Geli juga sih pas tahu temenku Markus ini jadi beken... Gak tahu juga sih, dia meresponi semua surat yang datang ato ga.....
Setelah kenaikan kelas I SMP, aku pindah dari Jayapura ke Semarang. Huhu.... sedih deh berpisah dengan temen2.... Tapi syukurnya, saat itu KANTOR POS udah berdiri, jadi kangen sama temen2 diobati dengan surat-suratan... TELKOM dengan produknya telpon interlokal juga ada, tapi mahal bgt... Walopun yang bayar telpon orang tua, tp kl tagihan bengkak khan bisa berabe urusannya..
Jadilah akhirnya kala itu aku n temen2 lawas surat-suratan... jaman itu surat termasuk alat komunikasi paling murah (mengingat telpon mahal bgt n HP masih jadi barang mewah). mau kirim surat cm modal kertas, bolpen, amplop, n PERANGKO. omong2 perangko dulu gambarnya masih "nasionalis" banget. Ada yang ilustrasinya petani lagi panen padi trs ada tulisannya REPELITA gitu.... trs ada yang gambar tokoh2 nasional. Gak tahu lagi deh perangko sekrang kayak apa.... Dah ga pernah beli perangko lagi soalnya...
Oya, dulu pas mau kirim surat dr Semarang mau ke Jayapura perangkonya sekitar 1000-3000 perak doank.... seribu perak bakal sampai dalam 2 minggu. kalo mau lebih cepat, seminggu, tinggal tempel aja perangko 3000perak. Mau nyampe paling cepet?? Bisa sampai dalam 3-4 hari pakai kilat khusus sekitar 5000perak. Kenapa lama??? gak tahu juga... emang siy jaraknya jauh bgt, tp pesawat toh ada tiap hari...
Kirim surat itu menurutku enaknya di sensasi "dag-dig-dug-serr" nungguin surat kita sampe di si penerima, n nungguin surat balasan datang.... kadang saking gak sabarnya, sebelum surat balasan nyampe udah mulai nulis surat lagi ke penerima yang sama.... (Coba aja bayangkan, kirim surat 2 minggu, kalau langsung di balas, akan nyampe lagi dalam 2 minggu. So, total 4 minggu bakal H2C alias harap-harap cemas.... 4 minggu bukan waktu yg singkat. bisa aja baru 1 minggu ada hal baru yang ingin kita sampaikan... takut beritanya jadi basi, akhirnya bisa tiap minggu nulis surat).
Kejadian nulis surat tiap minggu emang berlebihan bgt, tp itu terjadi kl emang lagi ga da kerjaan ato tugas sekolah gak menumpuk... Kalo lg males n banyak tugas, malah bisa 2 bulan absen nulis surat. biarpun dr temen udah nyampe beberapa surat, tetep aja ogah nulis balasannya.
Temen SMP di jayapura dulu ada beberapa yang rutin kirim surat. ada juga yang hanya kirim surat beberapa kali, bahkan ada yang cuma ngirim kartu pas Hari Natal ato pas Ultah aja.... Yang terakhir ini mungkin temen yang males nulis... tp masih care n tetep menjaga hubungan....
ni dia beberapa teman yang aktif surat-suratan pas jaman sekolah dulu :
Seperti biasa, agendanya makan sambil ngobrol ngalor-ngidul. Kali ini minus cuci mata cuz udah sore. Dina bakal dijemput travel buat pulkam, sedangkan aku sama Liska mau langsung pulang soalnya ga mau ketinggalan nonton Queen Seondeok.. hehe.... Akhirnya yg cuci mata cuma Oliv, ditemani Novi *yang pengen liat-liat emang cuma Oliv.
Btw, menu ngobrol2 kali ini salah satunya cerita tentang masa sekolah dulu, jaman masih nakal-nakalnya *padahal sekarang tetep aja sama nakalnya... hehehe...^^
Novi cerita dulu punya sahabat pena. namanya aja "sahabat pena" ya pastinya korespondensi via surat....
Aku jadi ingat dulu pas aku kelas 5 atau 6 SD temen sepermainanku, namanya F***an (disamarkan, belum minta ijin sama yang punya nama, sebut aja namanya Markus ^.^). Tahu khan kalo di majalah itu biasanya ada surat dari pembaca. Nah, temenku Markus ini nulis surat pembaca di salah satu majalah anak-anak. Lupa apa nama majalahnya n lupa juga waktu itu dia nulis apa. Yang jelas, di bawah suratnya yang "ditampilkan" itu, ada nama plus alamatnya. Gak lama setelah suratnya 'nampang' di majalah, dia kebanjiran surat dari pembaca majalah itu. Mendadak Markus jadi "terkenal". Ada yang mau kenalan, ada yang mau tukeran foto, ada yang ngirimin poster (jaman itu poster artis kayaknya diburu oleh anak2 sekolahan). Geli juga sih pas tahu temenku Markus ini jadi beken... Gak tahu juga sih, dia meresponi semua surat yang datang ato ga.....
Setelah kenaikan kelas I SMP, aku pindah dari Jayapura ke Semarang. Huhu.... sedih deh berpisah dengan temen2.... Tapi syukurnya, saat itu KANTOR POS udah berdiri, jadi kangen sama temen2 diobati dengan surat-suratan... TELKOM dengan produknya telpon interlokal juga ada, tapi mahal bgt... Walopun yang bayar telpon orang tua, tp kl tagihan bengkak khan bisa berabe urusannya..
Jadilah akhirnya kala itu aku n temen2 lawas surat-suratan... jaman itu surat termasuk alat komunikasi paling murah (mengingat telpon mahal bgt n HP masih jadi barang mewah). mau kirim surat cm modal kertas, bolpen, amplop, n PERANGKO. omong2 perangko dulu gambarnya masih "nasionalis" banget. Ada yang ilustrasinya petani lagi panen padi trs ada tulisannya REPELITA gitu.... trs ada yang gambar tokoh2 nasional. Gak tahu lagi deh perangko sekrang kayak apa.... Dah ga pernah beli perangko lagi soalnya...
Oya, dulu pas mau kirim surat dr Semarang mau ke Jayapura perangkonya sekitar 1000-3000 perak doank.... seribu perak bakal sampai dalam 2 minggu. kalo mau lebih cepat, seminggu, tinggal tempel aja perangko 3000perak. Mau nyampe paling cepet?? Bisa sampai dalam 3-4 hari pakai kilat khusus sekitar 5000perak. Kenapa lama??? gak tahu juga... emang siy jaraknya jauh bgt, tp pesawat toh ada tiap hari...
Kirim surat itu menurutku enaknya di sensasi "dag-dig-dug-serr" nungguin surat kita sampe di si penerima, n nungguin surat balasan datang.... kadang saking gak sabarnya, sebelum surat balasan nyampe udah mulai nulis surat lagi ke penerima yang sama.... (Coba aja bayangkan, kirim surat 2 minggu, kalau langsung di balas, akan nyampe lagi dalam 2 minggu. So, total 4 minggu bakal H2C alias harap-harap cemas.... 4 minggu bukan waktu yg singkat. bisa aja baru 1 minggu ada hal baru yang ingin kita sampaikan... takut beritanya jadi basi, akhirnya bisa tiap minggu nulis surat).
Kejadian nulis surat tiap minggu emang berlebihan bgt, tp itu terjadi kl emang lagi ga da kerjaan ato tugas sekolah gak menumpuk... Kalo lg males n banyak tugas, malah bisa 2 bulan absen nulis surat. biarpun dr temen udah nyampe beberapa surat, tetep aja ogah nulis balasannya.
Temen SMP di jayapura dulu ada beberapa yang rutin kirim surat. ada juga yang hanya kirim surat beberapa kali, bahkan ada yang cuma ngirim kartu pas Hari Natal ato pas Ultah aja.... Yang terakhir ini mungkin temen yang males nulis... tp masih care n tetep menjaga hubungan....
ni dia beberapa teman yang aktif surat-suratan pas jaman sekolah dulu :
- Nugrah, sengaja ditulis nomer 1 soalnya selain paling rajin kirim surat, pasti suratnya berlembar-lembar. Segala hal ditulis dalam suratnya, mulai kejadian lucu di kelas, teman lain yang lagi saling naksir, guru yg gokil n guru yg ngeselin, gossip artis yg lagi naik daun, sampe nulis keadaan bangsa dan negara... Nugrah yg nama aslinya Nugrah Caesar cardinal Santo ini punya nama beken Nugrah Primus Carter. Kayaknya dia nge-fans sama Primus Yustisio n Nick Carter (bener ga seh, Nug??). Oya, gara2 nama aslinya ga sebeken nama "jadi-jadian"nya, ada temenku, Abe yang ga tahu nama aslinya Nugrah. dikira nama beken itu ya nama aslinya Nugrah... *Oops...^^ Ciri khas lain dr suratnya Nugrah selain panjang n gokil yaitu nulisnya pake bolpen warna-warni n kertas yang aneka ragam bentuk n rupa. tulisannya rapi, gedhe2, enak dibaca... Yang bikin aku "terharu" sama dia, biarpun udah SMU n lanjut skul di Makassar, dia tetep terus ngirim surat. Kartu Natal juga ga pernah absen... Busyyyeeettt....
- Natalia. dia ini temen sekelas, tetangga belakang komplek, sekaligus temen satu antar jemput. Gokilnya minta ampun. Nama lengkapnya Natalia Gilarsih. jadi ga salah juga kl sering dipanggil Natalia GILA *sori sist ^^ Temenku yg langganan juara di kelas ini kl nulis surat rapi banget n selalu pake bolpen hitam ato biru... Sering juga ngirin kartu ucapan Natal n Ultah... aku kl kirim kartu ke dia hemat bgt. Kartu ucapan Natal sekaligus Ultah coz ultahnya pas 25 Desember...
- Ebta. Ebta ni cewek, namanya Ebta coz kl ga salah, kata bapaknya dia lahir pas lagi EBTA (baca :UNAS). temen yang satu ini selain surat yang rapi n cukup sering, aku inget dia pernah ngirim foto close up ala model... keren....!!! Pernah ni satu kali ada catatan dr Kantor Pos kl aku dapat kiriman kilat khusus. musti diambil di kantor pos langsung coz waktu dianter ke rumah ga ada orangnya... tp di catatan itu ga ditulis pengirimnya siapa. jadi deh aku bertanya2 siapa gerangan yang ngirimin aku sesuatu... apa pula yg dikirimkan.... akhirnya pergi juga aku ke kantor Pos. ternyata..... sepucuk surat dr temenku Ebta Narasukma... *padahal dah berharap bgt dapat kiriman yg keren dari pangeran tampan dr negeri antah berantah... halah.... ^^
- Sugiarti. Temen yang satu ini dr tulisan di amplop aja udah langsung ketebak. kl nulis hurufnya memanjang n tekanan yg cukup. jadi kl kertas suratnya dibalik bakal ada "cap"nya....
- Iin. Temenku yg baru nikah ini rajin juga kl nulis surat. bahkan sampai dia lanjutin SMA di Salatiga jg masih ngirim surat... Dari sebagian suratnya pasti deh cerita tentang grup band favoritnya yg jaman SMP dulu banyak bgt yg jd groupist-nya... Sheila On Seven alias SO7.
- ~~ternyata masih banyak lagi~~ ada yenni, Yuniarti, pricillia, Hening Tyas, dkk yg suka ngirim surat
Weleh2, sekarang jaman dah berubah. Surat dah bergeser pake email, sms, tlp HP yg tarifnya makin murah aja... duh, apa kantor pos gak bangkrut ya???
Kebetulan beberapa minggu lalu aku ada waktu kosong. aku keluarin tuw "koleksi" surat-suratku yang menumpuk di dalam kardus. haha... banyak bgt ternyata, ada beberapa yang aku baca lagi. jd ketawa sendiri pas baca... dengan berat hati surat-surat itu harus kumusnahkan.... padahal dr dulu disayang-sayang... dibawa dari semarang sampe ke Surabaya... tp nympe SBY akhirnya dibakar juga setelah 8 tahun lebih "mondok" di lemariku.... kata ibu menuh2in tempat... Huhu.... musnah sudah "harta berhargaku" :(
Label:
jadul,
jayapura,
masa kecil,
teman,
ungkapan perasaan,
unik
Selasa, 27 Oktober 2009
Menjaring Kabut di Puncak Sentani


Gak terasa, sudah lebih dari 11 tahun aku meninggalkan tanah mutiara hitam, Papua.
Ga tahu jg gmn asal muasalnya, tiba2 aja jd kangen Jayapura, kota tempat aku tinggal selama 4 tahun. Entah kenapa, kota itu bagai medan magnet. serasa tak rela berada jauh dr sana...
tempat yg keren, salah satunya tugu Mac Arthur. tugu ini kl ga salah tugu peringatan atas datangnya tentara sekutu pertama kalinya di jayapura, pimpinannya ya pastinya jendral MAc Arthur... ini kl ga salah lho ya.... ^^ biar lebih pasti, cr aja sendiri sejarahnya di google...
Tugu ini letaknya di daerah sentani, di atas bukit. perjalanan dr kota jayapura sekitar 1 jam. perjalanan untuk nyampe ke atas bukit berliku2 n menanjak bgt. aku masih ingat ada salah satu papan peringatan di pinggir jalan yg bunyinya : ANDA RAGU?? SILAHKAN KEMBALI!!!
perjlanan panjang nan berliku akan terbayar ketika sampai di puncak bukit. tentunya selain melihat Tugu Mac Arthur, pemandangan indah bakal memuaskan mata, hati, jiwa, dan raga *halah.... tp ini beneran gak lebay...^^
Dari ketinggian tampak danau sentani yang luas dan bandara sentani. kalau mau berlama-lama, bisa melihat pesawat yg mau terbang ataupun landing...
tempatnya yg berada ketinggian membuat angin bertiup kencang.... kabut sering turun dan bukan main tebalnya....
waktu masih awal2 tinggal di jayapura, aku klas IV SD, ada rekreasi bareng tetangga sekomplek ke tugu Mac Arthur. Gerombolan anak2 berada dalam satu mobil yg dikendarai tetanggaku. orangnya lucu bgt. Ceritanya anak2 dah ribut bgt selama perjalanan. trs SI OOM tetangga niy nyelutuk,
"ayo anak2 siapin kresek!!"
"buat apa, oom???"
"ngantongin kabut!!"
"ok, gampaaaaanggggg...."
pas udah nyampe di atas, semua berlarian menggapai kabut. termasuk aku, yg BODOHNYA jg ikut2an.... aku pikir, kabutnya bisa dicuil dikit pake tangan trs dimasukin ke dalam kresek.... hwahahahahahaha........ ternyata ga bisa *ya iyalah... mana mungkin???? stupid bgt!!!
Ga tahu jg gmn asal muasalnya, tiba2 aja jd kangen Jayapura, kota tempat aku tinggal selama 4 tahun. Entah kenapa, kota itu bagai medan magnet. serasa tak rela berada jauh dr sana...
tempat yg keren, salah satunya tugu Mac Arthur. tugu ini kl ga salah tugu peringatan atas datangnya tentara sekutu pertama kalinya di jayapura, pimpinannya ya pastinya jendral MAc Arthur... ini kl ga salah lho ya.... ^^ biar lebih pasti, cr aja sendiri sejarahnya di google...
Tugu ini letaknya di daerah sentani, di atas bukit. perjalanan dr kota jayapura sekitar 1 jam. perjalanan untuk nyampe ke atas bukit berliku2 n menanjak bgt. aku masih ingat ada salah satu papan peringatan di pinggir jalan yg bunyinya : ANDA RAGU?? SILAHKAN KEMBALI!!!
perjlanan panjang nan berliku akan terbayar ketika sampai di puncak bukit. tentunya selain melihat Tugu Mac Arthur, pemandangan indah bakal memuaskan mata, hati, jiwa, dan raga *halah.... tp ini beneran gak lebay...^^
Dari ketinggian tampak danau sentani yang luas dan bandara sentani. kalau mau berlama-lama, bisa melihat pesawat yg mau terbang ataupun landing...
tempatnya yg berada ketinggian membuat angin bertiup kencang.... kabut sering turun dan bukan main tebalnya....
waktu masih awal2 tinggal di jayapura, aku klas IV SD, ada rekreasi bareng tetangga sekomplek ke tugu Mac Arthur. Gerombolan anak2 berada dalam satu mobil yg dikendarai tetanggaku. orangnya lucu bgt. Ceritanya anak2 dah ribut bgt selama perjalanan. trs SI OOM tetangga niy nyelutuk,
"ayo anak2 siapin kresek!!"
"buat apa, oom???"
"ngantongin kabut!!"
"ok, gampaaaaanggggg...."
pas udah nyampe di atas, semua berlarian menggapai kabut. termasuk aku, yg BODOHNYA jg ikut2an.... aku pikir, kabutnya bisa dicuil dikit pake tangan trs dimasukin ke dalam kresek.... hwahahahahahaha........ ternyata ga bisa *ya iyalah... mana mungkin???? stupid bgt!!!
Label:
jadul,
jayapura,
masa kecil,
pengalaman
Langganan:
Postingan (Atom)







