Tampilkan postingan dengan label holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label holiday. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Escape to Bogor (Bagian1)

Ini kejadian udah 2 bulan lalu kayaknya. Hihi...
Didi ada diklat beberapa hari di Cipayung, Bogor.
Pas banget hari terakhir diklat pas Jumat. Jadilah saya nyusul ke Bogor sama Nathan. Sekalian nginap semalam untuk refreshing.

Jumatnya sekitar jam 11 saya berangkat dari rumah. Naik angkot menuju stasiun Serpong. Beruntung angkotnta cuma sekali doank.
Nathan excited banget dikasih tahu mau naik kereta. Hehehe...

Sampai di stasiun beli tiket KRL tujuan Bogor.
Cukup membayar 8ribu plus uang jaminan kartu 10ribu. Uang jaminan bisa diminta setelah mengembalikan kartu di stasiun tujuan.
FYI, ini kali pertama saya dan Nathan naik KRL. Yippyyy...!!

Tepat jam 12 kereta datang dan langsung jalan setelah berhenti 2 menitan. Dari Serpong ke Bogor harus turun di stasiun Tanah Abang lalu ganti kereta ke arah Bogor.
Tidak sampai 5 menit turun di Tanah Abang, kereta jurusan Bogor pun datang. Oke juga tidak perlu menunggu lama.

Sekitar 2 jam kemudian kami tiba di stasiun Bogor. Langsung telpon Didi apa acaranya sudah selesai. Ternyata masih 1 jam lagi.
Karena tujuan kami ke arah Puncak jadinya saya langsung lanjut naik angkot. Dari depan stasiun naik angkot 01 jurusan Terminal Baranangsiang.
Nantinya dari terminal tinggal naik angkot sekali lagi ke arah pertigaan Gadog.

Pas sudah sampai terminal Baranangsiang Didi telpon kalau diklatnya selesai. Jadilah kami menunggu dijemput saja daripada lanjut naik angkot lagi. Macet dan panasnya Bogor bikin gak kuatttt... hiks..

Begitu ketemu bapaknya Nathan senang bukan main. Cerita pengalamannya naik kereta saja hebohnya bukan main.
Perjalanan dengan mobil kami lanjutkan ke arah Puncak.
Tujuannya sudah jelas, Nicole's Kitchen & Lounge di daerah Cipanas.

Sampai di sana sudah sore. Jadi pas banget dapat atmosfer pas masih terang, senja, dan malam.
Kabarnya Nicole's lagi hipster di kalangan anak muda.
Tempatnya memang asyik sih. Lokasinya di lantai 3 gedung Factory Outlet Brasco.
Nuansanya putih. Ada area indoor dan outdoor.
Kami berkeliling dulu dan akhirnya memituskan duduk di dalam saja. Di luar anginnya lumayan dingin.

Pesanan makan sore kami waktu itu pizza meat lover (65K++), grilled chicken spaghetti (50K++), dan sop iga bakar (65K++). Overall enak.
Puas di lidah dan di mata kalau berada di sini.

Malamnya kami meluncur ke pusat kota Bogor langsung ke hotel. Hotelnya baru reserv lewat Traveloka dalam perjalanan. Dapatlah Zest hotel di bilangan Pajajaran. ZEST Hotel ini budget hotel yang cocok banget dengan kriteria kami. Pas di kantong dan bersih. Hehehe...

Breakfast di hotel standar ya. Nasi putih, nasi goreng, 1 jenis sayur, 1 jenis lauk. Ada stand roti, cereal, buah potong dan jus buah. Lumayan enak kok. Pelayanan juga baik dan petugasnya ramah semua.

Ceritanya sampai sini dulu ya... Dilanjukan nanti lagi di bagian ke 2.

Selasa, 30 Juni 2015

Melepas Penat di Tanjung Lesung

8Beberapa hari sebelum puasa kantor Didi Bikin acara mancing di daerah Pandeglang. Dari kotanya masih terus lagi sekitar 30 km. Jauh yak?
Dari Tangerang total 3,5 jam perjalanan.
Berhubung kepalang tanggung jauhnya, sorenya pulang mancing kami melanjutkan perjalanan sampai ke Tanjung Lesung. Perjalanannya 1,5 jam lagi.
Oya, "kami" itu hanya saya, Didi, dan Nathan. Rombongan kantor Didi sih balik lagi ke Tangerang.

Malam itu juga kami cari penginapan di daerah Tanjung Lesung. Kalau penginapan di tepi pantainya langsung sih mahalnya amit-amit. Jadi setelah melihat 2 penginapan akhirnya kami memutuskan menginap di Kampoeng Nelayan resto and resort. Kampoeng Nelayan (KN)ini kalau ke arah pantai Tanjung Lesung ada di kanan jalan, 5 menit perjalanan lagi menuju pantai Tanjung Lesung.

KN ini agak nyempil penampakannya kalau dari luar. Tapi begitu ke dalam lumayan luas juga. Ada beberapa cottage dengan 1 atau 2 kamar. Yang penting buat kami kamarnya bersih dan harga terjangkau.
Cottage 1 kamar kami ratenya 500ribu semalam. Kamar mandi tidak ada water heater tapi bersih dan terawat. Sudah disediakan handuk dan sabun.
AC juga ada. Ini yang penting soalnya hawa di pantai panas. Ada juga jaringan wifi dan tv kabel.

Di KN juga ada resto safood.  Asyiknya lagi di tepi resto langsung menghadap laut. Hanya saja pantainya itu tidak untuk berenang karena merupakan kawasan nelayan. Tapi kalau untuk bermain kano dan snorkeling, KN menyediakan perlengkapannya.

Malam begitu kami tiba di penginapan langsung nitip ikan hasil mancing di dapur resto. Kami request untuk dimasak buat makan siang. Karena lelah minta ampun malam itu kami langsung istirahat.

Paginya saya bangun lebih awal untuk hunting matahari terbit. Sayang awan agak mendung. Tapi pemandangannya tetap indah. Sambil menunggu sarapan disiapkan kami berkeliling kawasan KL. Nathan diajak nyebur ke pantai tidak mau, jadilah sedikit dipaksa nyebur. Gak asyik donk ke pantai kalau gak basah. Hahaha...

Sarapan paginya minimalis ya, nasi goreng plus telur ceplok.  Minumnya ya air putih. Tapi saya minta teh manis ternyata dikasih gratis.
Oya, di teras cottage ada dispenser. Enak kalau bawa teh, gula, dan kopi jadi bisa buat sepuasnya. Tapi kami khan dadakan pergi jadi gak ada persiapan.

Setelah sarapan kami langsung ke pantai Tanjung Lesung. Tanpa mandi tentunya. Khan mau mandi di pantai?!

Dari penginapan tinggal ambil arah kanan, hanya 2 menit sudah sampai di gerbangnya. Oya, pantai TL dikelola oleh swasta, jadi untuk masuk ya harus bayar. Di gerbang ada pungutan parkir mobil 20ribu.
Masuk ke dalam, ada 2 pilihan pantai. Ke arah kanan ada Tanjung Lesung Beach Club (TLBC) dan ke kiri pantai untuk umum yang sepertinya dikelola swadaya oleh masyarakat.

Dari gerbang ke pantai kira-kira 3 menit lagi perjalanan dengan mobil.
Untuk ke pantai yang umum (saya lupa nama pantainya) harus bayar retribusi 50ribu per kendaraan. Tentu saja kami tidak ke sana. Tujuan kami sudah jelas ke TLBC.

Tiket masuk ke TLBC 30ribu/orang.
Pantainya lumayan bersih. Pantainya beragam ya. Ada yang berbatu karang dan ada juga yang berpasir putih halus. Untuk water sport cukup lengkap. Ada banana boat, snorkeling, jet ski, dll.

TLBC segaris pantai juga dengan penginapan yang harganya selangit itu. Saya mencoba menyusuri pantai ke arah penginapan. Pengunjung semacam kami tidak diperbolehkan masuk ke kawasan hotel. Hiks... nasib rakyat jelata. Tapi beruntung di area kawasan hotel tidak ada penjaganya jadi saya bisa melongok sedikit. Hehe...

Kalau di pantai ya jelas lah berbasah ria. Nathan lagi-lagi gak mau menginjak pasir pantai apalagi nyebur. Tapi begitu diangkat paksa masuk air ternyata hepi. Sampai kulit gosong terbakar matahari juga dia gak mau pulang. Bocahhhhh.....

Di TLBC tempat bilas terbatas alias sedikit. Beruntung saat itu pengunjung gak banyak. Mungkin kalau ramai kami harus antri.
Untuk makan minum ada restoran kok.
Ada camping ground juga. Tapi biar dikata camping harganya juga selangit! Uff!!

Puas main air kami bilas ala kadarnya lalu balik ke penginapan. Sedang kami bebersih badan, koki resto menyiapkan ikan yang kami request intuk dibakar, digoreng garing, dan bumbu ( saus) padang.
Setelah mandi perut yang lapar mengantar kami ke resto.

Ahhh... duduk di pantai, memandang laut sambil makan ikan bersama itu rasanya nikmat banget. Makanannya juga asli enak. Top buat yang masak!!
Karena ikan kami bawa sendiri, kami tinggal bayar nasi, sayur, minum, dan cooking fee.
Untuk 9 ekor ikan hanya bayar ongkos masak 100ribu.
Nikmat. Sedap. Puas. Hahahahaa...

Lewat tengah hari kami pulang dengan hati senang.

Mau ngajakin yang lain ke Tanjung Lesung ah. Dan nginapnya pasti di KN.
Untuk menginap di KN bisa menghubungi Bapak Muhammad di 087877558418.

Jumat, 16 Mei 2014

Bandung Day 1 : Super Tired

Kelelahan sejak malam sebelumnya membuat perjalanan ke Bandung terasa super berat. Setelah bangun dan buru-buru packing, nyiapin sarapan, nyuci (biar gak ninggalin baju kotor beberapa hari), beresin rumah, sarapan, dan mandi akhirnya baru siap jalan dari rumah jam 9.30.

Sampai Bandung jam 12.30 disambut dengan emacetan di tol Pasteur karena ada 4 in 1 sampai jam 1.
Perjalanan 3jam termasuk mampir makan di rest area sih normal ya. Tapi entah badan rasanya sakit semua. Kepala pusing minta ampun. Tadinya mau langsung ke floating market tapi batal. Kami lebih memilih langsung ke hotel untuk istirahat.

Sampai kamar hotel langsungminum panadol. Maksud hati mau tidur, tapi Nathan lagi excited banget jadi gak bisa tidur deh. Untung panadol bekerja ekstra cepat. Biar Didi istirahat akhirnya ngajakin Nathan keluar jalan-jalan. Oya, kami menginap di Fave Premier hotel Cihampelas. Tinggal menyebrang doank kalo mau ke Ciwalk. Sayang Nathan gak mau jalan sendiri. Maunya gendong. Haduuuhh... rontok deh badan. Akhirnya setelah 15 menit lihat-lihat   jeans  balik lagi ke hotel.

Bujukin Nathan lihat kolam renang akhirnya dia mau jalan sendiri. Pikir saya sekalianlihat situasi dan kondisi swimming pool. Kalo oke, besoknya mau ngajakin Nathan berenang.
Kolam renang ini ada di roof top lantai 5. Sebenarnya punya Hotel Aston yang bersebelahan. Karena mereka sister hotel, jadi saling share. Kolamnya cukup lah ya untuk kelas Aston. Sayang ada bagian yang masih under construction, jadi agak gak asyik aja pemandangannya.

Sekilas lihat kolam, balik deh ke kamar. Didi tidur dengan pulasnya. Aih.. envy!!

Ngerecokin dia untuk keluar hotel cari makan. Beburu mandi. Tapi habis mandi Nathan malah tidur. Pulas!
Nungguin Nathan bangun trus capcuz ke Warung Pasta di jalan Ganesa. WP ini ada juga di Jakarta dan Jogja. Tapi ini kunjungan pertama kami atas rekomendasi tantenya Nathan.

Well, rame juga WP ini. Pas jam makan malam juga sih. Untung lansung dapat meja di bagian dalam. Interiornya biasa saja. Ada beberapa meja dengan kursi kayu. Beberapa lagi dengan sofa.
Kami duduk di sofa. Lebih nyaman dan santai.

Our menus:
Pizza Salmon Tomato. Kulitnya tipis dan garing. Salmonnya gak royal. Tomato sauce-nya juga kurang nendang. Not bad.

Calamary. Bentuknya bukan cincin, tapi dipotong memanjang. Renyah banget kulit tepungnya. Cuminya gak alot. Empuk banget. Dipping saucenya juga enak, berasa banget tomatnya. Rekomended!

Spaghetti seperti di foto. Lupa apa namanya, Yang jelas dengan saus krim dan smooked beef. Smooked beefnya cuma seiprit seperti yang nampak di foto. Saus krimya gak banget. Terlalu eneg.

Meaty lasagna. Endang gulindang. Saus bachamelnya creamy tapi gak terlalu berat. Dagingnya royal. Lasagnanya al dente. Rekomended!

Milo refill! Cuma pesen 1 untuk bertiga. Hahaha... pelit...

Total kerusakan dompet 150ribu. Yeah.. sesuai lah dengan rasanya...


Habis makan kenyang balik ke hotel. Sempat jalan bertiga dulu lihat FO di sebrang hotel.
Begitu sampai kamar kecapekan tapi gak bisa langsung bubuk manis. Berisik banget suara kendaraan dari jalan sama kafe yang letaknya persis di bawah kamar. Didi sama Nathan sih langsung menggelepar. Saya saking capeknya malah susah tidur. Jam 2 pagi baru bisa terlelap.

Btw, kami dapat kamar standar twin bed. Gak dapat yang double bed. Hiks.
So far kamarnya bersih. Ukuran standar lah ya gak luas. Sayang amenities-nya gak lengkap. Slipper juga cuma dikasih sepasang. Gak ada kulkas dan pemanas air minum. Air minum ambil sendiri di dispenser di koridor tiap lantai. Laundry bag juga gak ada. Wifi-nya oke banget. Overall oke lah..

See u di cerita selanjutnya..

 
Pemandangan dari jendela kamar

Kamis, 15 Mei 2014

Morning, Universe

Ini jam 7 masih ngantuk. Rencana kemarin jam 7 ini berangkat ke Bandung. Apa boleh buat rencana tinggal rencana.
Ntar berangkat sesiapnya saja.

Kemarin itu dari pagi barengan sama Didi ngantor, di drop di rumah ibuk. Sekalian bawa segunung setrikaan. Bener, segunung. Mumpung Nathan dijagain mbahnya, saya bisa konsen setrika. Iya donk setrika butuh konsentrasi. Alhasil capek luar binasa. Malamnya Didi baru pulang kantor jam 10 trus jemput saya dan pulang.

Nyaris tengah malam, saya sudah capek gak kuat nahan kantuk langsung saja tidur. Didi hunting tiket kereta tambahan mudik lebaran yang katanya onlen mulai jam 00.00. Jam setengah 1 dia bangunin saya dan bilang gak bisa onlen jaringan sibuk. Aaahh sudah saya duga.

Pagi ini, saya nulis ini dia masih tidur. Nathan jugak. Saya belum beberes rumah. Belum packing. Aiiihh.. niat pergi gak sih?

Semoga ntar perjalanan lancar. Meski sudah biasa banget libur gini tol padat. Apalagi di Bandung sudah pasti macetnya menggila. Tapi sudah saya planning. Kalo macet menggila, tinggal jalan kaki saja ke Ciwalk yang cuma selangkah dari hotel. Ato males-malesan di kamar. Ato renang di hotel asal Nathan gak bosan. Kalo jalan gak macet, bolehlah naik taxi ato angkot ke rumah mode. Atau ajak Nathan lihat taman burung di Paris Van Java. Ada juga beberapa tujuan kuliner yang saya incar. So, selama Didi test 2 hari di ITB gak bakal terlalu boring.

Well, selamat hari raya Waisak bagi yang merayakan.

Selasa, 29 April 2014

Weekend Story : Hectic Day, Perfect Dinner

Kalo Sabtu bangun tepat saat matahari di atas kepala itu sudah biasa. Dan biasanya dilanjutkan malas-malasan seharian.
Nah kemarin jugak gitu. Masalahnya siangnya kami ada acara yang harus, wajib, suka tidak suka musti hadir. Jadilah beburu bangun, gantian mandi sama pak suami. Lanjut mandikan krucil.

Entah karena kelamaan tidur, habis mandipun mata masih aja sepet. Haha.. makaud hati mau semprot muka pakai oxygenated spray. Tapi ooolalaaa... muka kok perih, mata pedes, bibir jadi pahit. Ternyata oh ternyata yang disemprotin ke muka itu parfum yang letaknya bersebelahan. Busseett... itu tuh yang langsung bikin mata melek total... 

Singkat cerita sampe di tujuan di daerah Bekasi. Saking ramainya acara yang kita datangi, jadi terpisah deh sama Didi. Udah besar ini, gapapa donk kepisah. Gak bakal ada yang nyulik. Tapi karena Didi gendong Nathan itu jadi masalah. Dia nelpon donk, " Kamu di mana, Nathan lapar, ambilkan makan."

KU DI DEPAN. DI DEKAT MEJA-MEJA BULAT.

Aku sudah mondar mandir gak nemu kamu. Kamu di mana?

DI BAGIAN DEPAN. KAMU AMBILKAN NATHAN MAKAN AJA DULU

Aku juga di depan gak liat kamu.

Seterusnya eyel-eyelan. Belakangan baru ngeh kamu punya persepsi berbeda tentang DEPAN. Bagi Didi itu dekat panggung. Buat saya depan ya dekat pintu masuk yang jelas bersebrangan dengan panggung. Hadeehhh.. 

Pendeknya, acara hari itu memakan waktu seharian. Butek donk. Akhirnya ngacir ke Summarecon Mall Bekasi yang dekat. Sambil mengisi waktu aebelum balik lagi ke acara-yang-entah-mengapa-ribuan-orang-bisa-bertahan-seharian-di-situ.

Sebenarnya Sabtu lalu kami sudah plesir ke SMB. Pas banget di SMB ada event pasar senggol di pelataran parkir depan. Event ini berlangsung sampai 18 Mei. Banyak jajanan, permainan layaknya pasar malam, dan juga layar tancap. Nathan girang banget soalnya ada kereta mini yang dia suka.

Well, berhubung musti balik lagi ke acara tadi, so kami putuskan makan malam sekalian di SMB. Pas banget lagi nguplik instagram dan ada teman yang posting sushi. Mendadak ngidam. Tapi Didi biasanya gak mau sushi. Berkat rayuan akhirnya dia mau. Good! Gak lama kami sudah duduk manis di Sushi Tei. Nomnommmm...

Balik ke acara tadi, masih saja riuh. Heran. Beruntung segala urusan di situ segera beres. Di perjalanan pulang ada lagi kesalahan. Harusnya lewat tol JORR, tapi Didi malah masuk tol dalam kota. Jadi lebih jauh deh. Sampai rumah sudah nyaris tengah malam. Selesai mandi sudah lewat tengah malam.

Fyuuuhh...

Hari Minggu ke gereja siang. Sisanya seharian di rumah.

Kamis, 05 Desember 2013

Main di Bandung

Main di playground hotel Jayakarta
Airnya dingin
Ditunjukin susu kotak baru mau keluar dari kolam
Pemandangan dari balkon kamar hotel
Hummingbird Eatery
Main di Bandung kali ini karena ada undangan nikahan. Teman mbahnya Nathan ada yg mantu. Berhubung beliau dulu jadi among tamu pas nikahan saya dan adik saya, bukan hanya ortu saya saja yang datang, tapi saya dan adik saya juga datang.

Well, tujuan pertama memang kondangan, tapi teteeeep jalan-jalan jadi tujuan UTAMA! Hahahaa...
Begitu sampai Bandung langsung ke venue resepsi nikahan. Macetnya Bandung Hari Sabtu itu bikin puyeng. Tapi lega juga begitu ketemu tampatnya. *sembah sujud untuk penemu teknologi GPS*

Lebih lega lagi pas sudah sampai di penginapan.
Jadi habis dr kawinan langsung capcus cek in hotel. Untung banget hotel pilihan mbahe Nathan ini sangat kids friendly. Hotel Jayakarta, di bilangan Dago.

Nathan begitu lihat kolam renang sama playground yang seuplik itu langsung giras-giras mintak renang.
Begitu naroh barang-barang di kamar, langsung turun ke kolam.
Oya, untuk anak-anak ada kolam khusus, jadi dijamin aman. Selain itu ada flying fox, mandi bola, sama wall climbing.
Yang tak terduga adalah... Air kolamnya super dingin! Busseeett! Tapi Nathan kayak gak ngrasain dingin. Ibuknya sudah menggigil aja, anaknya gak mau mentas. Hadeeeehh...
Akhirnya Nathan digendong paksa keluar kolam.

Malemnya sudah niat mau ceki-ceki FO. Sudah 3 FO dimasuki, tapi gak ada yang cucok. Yo wes menyerah...
Jadinya memanjakan lidah di Hummingbird Eatery di jalan Progo.
Love this place. Gak begitu luas, tapi kesannya tenang, nyaman. Baru kali ini ke HE. Tahu dari media sosial. Gak mengecewakan nyobain makan di HE. Ulasan lengkapnya di postingan lain ya. Gak janji kapan dipost. Hehe..

Balik hotel malam banget. Ini gara-gara macet n muter-muter jalan sampe beberapa kali. Pake GPS tapi lebih sering signal lost. Ya naseebbb.
Tapi perut kenyang lumayanlah bikin tidur nyenyak.

Paginya bangun langsung mandi trus sarapan. Sarapan di hotel itu ya, sama kayak makan seharian dijadikan satu. Bubur (contreng), nasi plus sayur plus lauk (contreng), roti plus wafel(contreng), juz buah plus susu(contreng), scramble egg plus sosis (contreng), salad (contreng). Tuh khan?!
Hihihi... Ngaku deh emang saya kalau makan gak aturan :))

Abis sarapan sekalian cek out. Baru keluar hotel, macet gegara car free day. Tambah lagi kena macet di depan gedung sate. Heran, kenapa masih banyak aja Jakartans yang pilih bandung jadi tujuan wisata.
Sudah deh, gak ada tujuan lain dan kami langsung balik ke Serpong nan damai.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone









Selasa, 12 November 2013

Lari Pagi di Monas

Jaraaaang banget Nathan bangun jam 4 di hari Sabtu. Biasanya kami kompak bangun siang. Hihihi..
Tapi Sabtu lalu dia jam 4 subuh sudah duduk manis di atas kasur. Matanya jernih segar gak ada tanda-tanda mau melanjutkan tidur lagi.

Woaalaahh.. Bapak ibuknya malah digangguin. Didorong-dorong, ditarik-tarik, di-smackdown! Alhasil gak bisa lanjut tidur.
Daripada gak jelas sepagi itu mo ngapain, kami ke Monas dengan niatan jogging. Asyiiikkk...

Matahari belum nongol kami sudah di Monas. Tapi yang berolahraga di situ sudah banyak. Baru kali ini nih pagi buta sudah ada di Monas. Seru! Nathan hepi..


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Senin, 04 November 2013

Cerita dari Surabaya

Cukup puas sudah pulang ke Surabaya seminggu lebih. Jadinya gak perlu menunggu menunggu menuntaskan misi ini sampai bulan depan.

Segala rasa kangen kuliner Surabaya, walo gak semua bisa dilakoni, setidaknya bisa sedikit terobati.
Ketemu beberapa teman juga rasanya ruaarrr biasa senangnya.


Asyiknya kali ini Nathan sudah cukup besar untuk diajak jalan-jalan, minus ditemani bapaknya.
Beberapa kali diajak keluar jalan-jalan senangnya bukan main.
Begitu malam menjelang, mulai naik ke tempat tidur, mulai deh kelihatan Nathan kangen bapaknya.
Kalau bapaknya gak telpon duluan, galau mau telpon bapaknya.
Begitu telpon tersambung dan diakhiri, manyun deh. Huhuhu... lucuk banget ekspresinya.

Nostalgia kuliner yang terlaksana adalah.... *dumdurudumduduuuummm...
Mi ayam ceker, tahu tek, tahu campur, dan rujak cingur yang semuanya favorit di dekat rumah.
Nasi krawu sebelumnya gak terpikir, tapi begitu lihat yang jualan dekat rumah, langsung beli! Bahkan pas pulang malah bawa 4 bungkus. Puaaasss!!!

Lontong kikil juga pastinya. Bahkan dibelain bangun pagi butak biar gak kehabisan.
Gurin, kentang goreng K-Patats, donat 3ribuan di Royal plaza gak ada yang terlewat.
Anak kicik ini juga doyan banget sama gurin. Good!!

Di Grand City keturutan juga makan lasagna plus pizzanya The Spaghetti's.
Yup! Yang lainnya belum keturutan, tapi no problemo, kami akan segera kembali bulan depan.
 

Nathan doyan banget GURINnya Cincau Station
Rujak Cingur Ketintang Madya. Penampilan boleh kucel, yang beli selalu berjubel.
Nasi krawu khas Gresik, sambelnya nonjok!
Di luar niat, jajan di Imperial Lamian, TP

Kalau ibuknya hepi bisa jajan dan ketemu teman-teman,  anak kicik ini hepi banget deh soalnya banyak teman mainnya di rumah. Ada mobil-mobilan temannya yang dipinjam beberapa hari selama di Surabaya dan gak mau dikembalikan. Akhirnya dikembalikan sama mbahnya pas Nathan sudah pulang.
Selain itu hampir tiap hari ada kereta kelinci yang lewat depan rumah. Baru dengar suaranya dari jauh saja Nathan sudah tahu. Tapi cuma naik 2x. Soalnya pas lewat kadang Nathan pas tidur.
Sekali jalan bayar 3ribu bisa muterin Ketintang total 1 jam! Busseet!! Pantat sampe panas. Gak heran kalau kebanyakan anak turunnya digendong dalam keadaan tidur.

Mobil ini yang di-hakmilik-i sama Nathan


Banyak teman main

Ini juga mainan hasil rampasan :)

Surabaya, Tunggu kami kembali bulan depan, ya...

Kamis, 24 Oktober 2013

Bubye Melati, Hello Jambangan

Sekeren apapun melati, tetap cintah butak sama jambangan.
Biar kata Serpong lebih sejuk, panasnya Surabaya sih gak dipikirin..

Yo'i!
Ini lagi di rumah jambangan, Surabaya.
Panasnya jangan ditanya. Bikin puyeng. Nanya orang rumah kapan terakhir hujan, gak ada yang bisa jawab saking gak pernah hujan dari kapan taun.

Yupz, gak nyangka banget ada di Sby. Bulan lalu cuma bisa angan-angan Desember baru bisa pulang. Eh, minggu lalu Didi dapat undangan nikahan temen kantornya di Malang. Yo wes sekalian mudik.

Dari Jumat malam sudah nyampe Sby, paginya capcuz ke Mlg. Minggu baru ke Sby lagi. Didi balik Serpong, saya dan Nathan tentu milih berlama-lama di Sby.
Ah senangnya...

Sabar ya tanaman cabe, jeruk, dan pepayaku.. Minggu depan akan kusirami dikau. Sementara ini disirami sama mbak Yani dulu ya... :)

Titip pesan apa ya buat bapake tole?
Alah, nti telpon wae lah..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Senin, 07 Oktober 2013

Weekend Story

Sabtu kemarin sudah niat mo ke monas lihat pameran alutsista dalam rangka HUT TNI AD.
Bangun pagi siapin sarapan, Didi nyuci mobil, tole mondar mandir dapur-teras bingung kok emak babenya sibuk sendiri. Hehe..

Habis sarapan, beberes, capcuz ke kota.
Lewat tol kebun jeruk, baru ngeh kalo panas menyengat. Akhirnya diputuskan maksi dulu, ntar agak sorean baru ke monas.
Didi yang dalam hatinya menyimpan niatan, akhirnya mengutarakan niatnya.
"Ke JCC dulu aja yuk, liat pameran rumah. Sekalian makan Lapo Senayan"
Jiahh... Gaya amat liat pameran rumah, duit aja cekak!!

Akhirnya ke Senayan deh. Makan Lapo (lagi) persis seperti minggu lalu. Habis maksi melipir ke JCC. Rame aja di JCC. Semua hall penuh. Pameran real estate, reuni emas IPB, pameran mutiara, pameran produk investasi, plus wisuda UNTAR. Susah banget cari parkir.
Akhirnya kami putuskan lihat semua pameran.

Pertama ke pameran rumah, trus liat produk inevest, trakhir liat mutiara. Di pameran rumah cuma koleksi brosur deh. Begitu juga di pameran produk invest, koleksi brosur plus koran gretongan *kurang kerjaan*. Di pameran mutiara, lihat sepintas doank. Ngiler aja gitu, tapi kata Didi itu bukan investasi yang baik *kena jampi-jampi di tempat sebelumnya kayaknya*
Okey, jadi ke JCC ini gak ada hasil. Untung masuknya gretongan gak pake tiket..
Babi Panggang

Peserta pameran produk invest


Jam3an meluncur ke Monas. Rame gilak.
Kami parkir di dalam stasiun gambir.
Gempor juga jalan ke dalam monas. Nathan gak mau jalan sendiri. Gendong teroooss. Namanya juga Nathan, belum ngerti dan pastinya masa bodo aja lihat tank-tank berjejer. Emak bapaknya aja yang semangat. Hahahaa...
Pengunjung yang lain juga antusias banget. Bahkan rebutan naik tank yang memang bisa dinaiki keliling monas.
Ah, semoga tahun depan ada lagi biar Nathan bisa ikutan naik tank.

Capek donk ya lihat-lihat. Akhirnya duduk-duduk di lapangan, di bawah pohon. Untung ada yang jual tikar. Cuma 5ribu, bisa dapat tikar (aslinya sih kertas sak semen) yang masih baru ukuran 2x1,5 meter.
Kami beli 2 lembar. Cukuplah untuk duduk melepas penat sambil menikmati es kelapa muda, es dawet ayu, dan rujak bebeuk (tumbuk).
Eh, gak lupa foto bersama ondel-ondel. Sawerannya seikhlasnya aja. Nathan langsung nangis begitu lihat muka ondel-ondel. Huaaahuaahuaa...
Duduk-duduk di lapangan monas


Begitu gelap balik deh ke parkiran.
Tapi mobil gak bisa distarter. Beneran mogok *gubrakkk!
Manggil tukang servis deh.
Sambil nungguin, nongkrong deh di dalam stasiun gambir.
Dan berkat mogoknya mobil, kami sukses sampe di rumah jam 10 malam.
Rontoookk..


Minggunya seharian di rumah aja. Nonton tipi di kamar. Makan pun di kasur *jangan ditiru* Betah aja gitu. Sampe jam 3 baru deh bosan melanda.
Akhirnya keluar rumah deh. Main ke Tangerang City Mall.
Soalnya bingung juga mo ke mana. Belum pernah ke TangCity, jadi diputuskan ke sana.

Di sana pas ada bazaar kuliner. Sayang kok gak rame. Kami lihat-lihat dulu makanan yang dijual, hmmm gak ada yang bikin tertarik. Mungkin itu yang bikin sepi. Tapi akhirnya kami jajan juga sih. Putu bambu medan, batagor, es cincau, dan toge goreng. Semua pas 50ribu. Dan gak ada satu pun yang kami cobain yang enak :(

Muter-muter dalam mall juga gak ada yang menarik hati. Richeese Factory aja yang bikin penasaran. Dulu pernah mo nyobain pas ke Bandung, tapi belum kesampaian. Di sini pas liat outletnya jadi penasaran lagi deh.
Sayang pas mau order, sebagian besar menunya habis. Cuma bisa ngrasain paket burger sama red velvet cake doank.
Masih belum menjawab rasa penasaran.
Next time mau coba lagi menu yang lain.

Bentar doank kami di TangCity. Lepas maghrib sudah di rumah lagi. Sisa hari itu kembali dihabiskan dengan santai nonton tipi di kamar.

Bukan Nathan kalo gak belepotan

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone











Senin, 30 September 2013

Weekend Story

Ke Mother and Baby Fair ini sudah direncanakan dari jauh hari. Gak ada yang khusus mau dibeli, secara tole sudah besar so gak ada printilan yang wajib punya. Paling-paling datang lihat-lihat trus beli kalo ada yang dirasa perlu.

Pagi-pagi habis sarapan langsung siap-siap deh berangkat. Yah begini ini nasib tinggal di udik *lebay* kalau mau ke kota musti pagi buta biar puas dalam sekali jalan.

Sampai Balai Kartini tidak seramai yang kubayangkan. Mungkin juga karena masih pagi.
Parkir aja gampang banget dapatnya. Gak kayak tahun lalu yang muter-muter gak dapat parkir sampai akhirnya parkir di gedung sebelahnya. Kayaknya perlu dipertimbangkan lagi event tahun depan ganti tempat yang lebih representatif jadi nyaman untuk anak-anak ikutan shopping dan juga cari parkirnya lebih leluasa.

Dengan menunjukkan majalah Mother & Baby bisa dapat tiket masuk untuk 3 orang. Anak di bawah 5 tahun free entry. Berhubung cuma berdua, sisa 1 tiket dikasih ke orang yang lagi antri beli tiket deh.
Begitu masuk, muter-muter di tiap stand. Langsung deh kepikiran apa yang mau dibeli.
Dan inilah hasil belanjaannya, sesuai dengan kebutuhan.
Baju menyusui 3 biji doank, pelampung renang untuk Nathan yang model vest, sama botol minum untuk Nathan.
Nyari training pants untuk Nathan tapi gak nemu yang cocok motif dan ukurannya :(

Pas jam makan siang, urusan cuci mata dan belanja selesai. Kami cabut ke daerah Senayan.
Makan siang di Lapo Ni Tondongta yang menyediakan makanan khas Batak. Tentunya gak halal, ya.
Sudah beberapa kali kami makan di sini. Sukaaa banget..
Lokasi tepatnya di Jln. Gelora Los A1. Persis di sebelah lapangan tembak senayan.
Meskipun tempatnya panas, jam berapapun ke sini, gak pernah sepi.

Menu maksi pilihan kami Sangsang B2 (15ribu), B2 panggang (15ribu), sop B2 (15ribu), sayur daun singkong (5ribu) dan nyemil lapat (4ribu). Murah banget! Babi panggangnya empuk dan bumbunya pas. Seporsi bakal kurang. Sangsang dan sopnya juga dagingnya empuk. Kuah sopnya bening, berasa banget kaldunya yang gurih.
Kenyang maksi, pulang ke rumah. Balik ke Serpong nan damai. Hahaha....
Sisa hari dihabiskan di rumah santai-santai.

Minggunya pulang gereja juga santai di rumah sampai sore. Sorenya ke rumah Mbahe Nathan, sekalian mau renang plus nyobain pelampung baru. Tapi ibuk dudul ini malah lupa bawa baju renang. Ingatnya cuma bawa baju ganti doank. Hihihi... Gak mungkin donk Nathan nyemplung kolam gak ditemeni ibuknya?! Batal deh renangnya...

"Minggu depan deh, Nathan kita nganyari pelampungnya" :)

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Selasa, 10 September 2013

Pasar Malam

Untuk pertama kalinya Nathan pergi ke pasar malam akhir pekan lalu waktu di Klaten. Pasar malamnya di alun-alun Klaten. Untung Nathan ditemani seorang sepupunya yang umur 5 tahun, jadi Nathan gak main sendirian.

Di alun-alun Klaten ini rupanya tiap hari sudah rutin ada pasar malam, hanya saja malam minggu lebih ramai dan meriah. Sekeliling lapangan alun-alun banyak tenda penjual makanan yang bisa dinikmati sambil duduk di bangku atau lesehan. Di tengah lapangan beragam permainan anak-anak tersedia. Mulai dari bouncing castle, kolam pancing mini, komidi putar, dan arena mandi bola. Penjual asesoris, balon dan gula kapas khas pasar malam juga banyak. Ada juga pertunjukan topeng monyet. Dan pastinya kereta mini dengan lampu hias yang mengelilingi alun-alun membuat lebih semarak karena memutar lagu anak-anak dengan speaker.

Saya dan Nathan naik kereta mini. Karena peminatnya banyak akhirnya Nathan saya pangku. 10ribu rupiah sudah bisa naik kereta mengelilingi alun-alun 2 putaran. Mahal, menurut saya.

Selain itu Nathan main permainan semacam komidi putar. Ada 3 jenis permainan yang dicoba. Tapi dasar Nathan penakut, mukanya lempeng aja waktu naik wahana permainan. Hahaha...
Anak kicik ini bayar 5ribu untuk tiap permainan. Teteeep, mahal menurut saya.
Bayangkan saja kalau anak kecil merengek mencoba semua permainan, berapa rupiah yang harus dikeluarkan??
Malah terhitung lebih murah main di Jungle Land atau di waterpark. Pilihan bermain lebih banyak dan lebih seru, namun keamanan terjamin.

Terakhir kami nonton topeng monyet. Standar topeng monyet ya, urutannya pasti sudah jelas, belanja ke pasar, naik sepeda motor, main kuda lumping, seperti itulah..
Kalo ini yang nonton nyawer seikhlasnya.

Sebelum pulang, kami lesehan makan kupat tahu di warung tenda. Murah, seporsi 8ribu. Baru kali ini nih saya nyobain. Bayanginnya seperti kupat/ lontong sayur. Ternyata beda jauh. Kuahnya manis asam mirim kuah pempek. Isinya lontong, tauge, tahu goreng. Kondimennya disediakan terpisah dan bayar lagi. Ada gorengan dan jeroan ayam.
Di lidah saya, rasanya semua komponennya gak nyambung. Tapi untuk seporsi makanan hanya 8ribu, yang belum nyobain gak ada ada salahnya nyobain..

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone