Jaman SD sih gak ada yang namanya aturan jam malam.
Soalnya ya memang gak ada pikiran dolan malam.
Semua teman, si A, si B, si C ortu juga kenal. Jadi pergaulan juga gak aneh-aneh.
Jaman SMP juga gak ada tuh hitam di atas putih atau aturan JANGAN PULANG MALAM-MALAM.
Berasa tahu diri aja kalau sudah jam 8 atau paling gak jam 9 masih keluyuran ya langsung aja pulang.
Jaman SMA, juga gak ada aturan saklek paling telat pulang jam berapa.
Mana ada pulang lebih dari jam 10 malam.
Kalaupun lewat itu bisa dihitung jari.
Pertama waktu ultah teman di hotel.
Kedua waktu nonton pentas seni.
Ketiga waktu acara perpisahan.
Semuanya seijin ortu. Itupun bakal ditelpon sejak jam 7, diulang setiap 1 jam dengan pertanyaan yang sama.
Di mana, pulang jam berapa, pulang dengan siapa, naik apa.
Jaman kuliahpun gak jauh beda dengan SMA.
Paling malam ya jam 10 sudah sampai rumah.
Gak pernah nonton midnite?
Kenapa harus midnite kalu bisa nonton sore hari? Lagipula lebih mahal.
Gak pernah clubing?
Sebelum saya kuliah malah gak kenal istilah clubing!
Bukannya lebih enak kumpul sama teman satu genk, duduk di foodcourt sambil bergossip?
Kedengarannya gak asyik??
Masih bilang gak asyik kalo lu pulang kemaleman trus di jalan kenapa-napa??
Misal aja nih, ban motor atau mobil bocor padahal tukang tambal ban sudah tutup, masih berani bilang ortu yang suka menentukan jam malam itu gak asyik???
Bukannya lebih asyik jam 10 lu sudah di rumah, aman sentosa, sehat segar karena gak perlu dorong mobil?
Kejadian heboh seminggu yang lalu yang menimpa AQJ (saya rasa se-Indonesia Raya tahu) bikin saya bertanya-tanya.
Anak SMP jam segitu belum pulang apa gak dicari orang tuanya?
Kalo ortu gak di rumah apa gak dicek ke sopir atau pembantunya anaknya sudah pulang atau belum??
Banyak yang bilang jaman sekarang anak-anak lebih 'pintar' dari ortunya.
Pergaulan juga makin berbahaya, lingkungan semakin permisif dengan hal-hal yang sebenarnya tidak patut atau jelas-jelas salah.
Anak-anak yang salah pergaulan banyak sekali, apalagi di kota besar.
Tapi jangan lupa, anak-anak yang patuh dan berhasil juga tidak kurang.
Mereka ini pandai, tapi tidak kuper atau cupu. Mereka juga bergaul, bermain layaknya anak seusiannya, tapi tidak meninggalkan ajaran dan didikan yang baik.
Kalau mulai menyalahkan pihak sekolah (guru) kurang memberi bimbingan dan pengawasan kepada anak-anak, lalu apakah ortu sudah menjalankan perannya seagai ortu yang baik?
Kalau pemerintah bersalah karena kurang menyediakan fasilitas dan sebagainya, apa berarti ortu tidak salah?
Mosok iya pemerintah atau guru musti mengawasi semua anak-anak se-Indonesia?
Orang tua atau keluarga punya peran yang besar. Sangat besar.
Ortu punya andil yang besar dalam membentuk karakter kepribadian anak. Ortu berperan sebagai direct control untuk mengawasi anak-anaknya.
Bersyukur saya punya ortu yang sedemikian ASYIKnya sehingga tanpa aturan yang harus dilontarkan dari mulut mereka pun saya dan adik-adik sudah bisa memilah mana yang baik dan tidak,mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak.
Tanpa batasan jam malampun kami tahu harus pulang jam berapa.
Begitu ASYIKnya mereka sehingga teman-teman dekat kami mereka juga kenal dan mereka tahu kami bergaul dengan teman yang baik.
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 September 2013
Kamis, 12 Agustus 2010
Sinetron Bikin "Gemes"
Yang namanya sinetron, ga bisa lepas dari keseharian masyarakat Indonesia, terutama para ibu.
Di rumahku, penggemar setia sinetron hanya ibuku.
Bisa dibilang mulai jam 7 sampai jam 11 malam ibuku akan menguasai TV.
Aku sampe geregetan. Mau nonton yang lain aja sampe ga bisa. Musti nunggu sinetron-nya nayangin iklan dulu baru deh channel-nya diganti.
Tapi gak muna juga sih... Aku juga jadi penonton sinetron, meski ga fanatik yang musti ngikutin ceritanya tiap hari.
Adikku pernah bilang, "Nonton sinetron bikin IQ tambah jongkok". Tapi toh kadang dia ikut nonton sinetron juga.
Beberapa kali nonton sinetron, aku tahu kalo ternyata penulis skenario (ato mungkin yang punya ide cerita?) itu gak pinter ato wawasannya kurang luas.
Yang aku tahu sendiri, ada salah satu temenku yang juga menulis novel, dia akan mengumpulkan berbagai referensi supaya novelnya bener-bener "berisi". Meski novel hanyalah sebuah cerita fiksi atau rekaan, dia gak bakal menuliskan hal-hal yang tidak ia ketahui kebenarannya.
Ada sih sinetron yang mendidik dan juga berbobot, tapi bisa dihitung jari.
Sedangkan kebanyakan lainnya, penuh dengan "bunga-bunga", yang intinya bikin aku gemes, geregetan, dongkol setengah mampus.
Berikut ini "kebodohan" dari pembuat cerita sinetron:
1. Ada adegan sang dokter ngliat hasil foto rontgen.
"gimana keadaan anak saya, dok?"
"dari foto ini, dengan menyesal saya katakan anak ibu menderita gagal ginjal akut. Harus segera dioperasi"
*Busyettt.... hebat banget tuw dokter bisa ngliat ginjal dr foto rontgen. Kayak paranormal aja, bisa ngeliat yg gak keliatan... ckckck...
2. Adegan kakak-adik lagi telpon-telponan Indonesia-Mesir
"Syukurlah kamu bisa nyelesein sarjana S1"
"iya, kak... Sekarang saya dan teman2 yang baru lulus bisa buka biro konsultasi psikologi"
"jadi psikolog yang sukses ya, dik..."
*yang ini sukses bikin adikku -yang lagi ngambil kuliah S2 Psikologi dengan susah payah untuk dapat gelar sebagai seorang Psikolog- mencak2 gak karuan. Katanya, "lha ngapain aku sekolah lagi kalo lulus S1 udah bisa jadi psikolog...
3. Pemeran antagonis dalam suatu obrolan...
"Tenang aja tante, saya ini khan seorang psikolog, jadi tante serahkan saja pada saya, anak tante pasti bisa saya sembuhkan dari depresinya"
Trus di lain kesempatan, pemeran antagonis yang sama bilang, "Sebagai psikiater, saya yakin anak ibu perlu ketenangan supaya tidak terlalu stress"
*lah... sejak kapan psikolog sama dengan psikiater...????
Tuh, kan?? Emang sinetron bikin "gemes"!!
Jadi penonton yang kritis, jangan mau dobodohin sama sinetron!!
Di rumahku, penggemar setia sinetron hanya ibuku.
Bisa dibilang mulai jam 7 sampai jam 11 malam ibuku akan menguasai TV.
Aku sampe geregetan. Mau nonton yang lain aja sampe ga bisa. Musti nunggu sinetron-nya nayangin iklan dulu baru deh channel-nya diganti.
Tapi gak muna juga sih... Aku juga jadi penonton sinetron, meski ga fanatik yang musti ngikutin ceritanya tiap hari.
Adikku pernah bilang, "Nonton sinetron bikin IQ tambah jongkok". Tapi toh kadang dia ikut nonton sinetron juga.
Beberapa kali nonton sinetron, aku tahu kalo ternyata penulis skenario (ato mungkin yang punya ide cerita?) itu gak pinter ato wawasannya kurang luas.
Yang aku tahu sendiri, ada salah satu temenku yang juga menulis novel, dia akan mengumpulkan berbagai referensi supaya novelnya bener-bener "berisi". Meski novel hanyalah sebuah cerita fiksi atau rekaan, dia gak bakal menuliskan hal-hal yang tidak ia ketahui kebenarannya.
Ada sih sinetron yang mendidik dan juga berbobot, tapi bisa dihitung jari.
Sedangkan kebanyakan lainnya, penuh dengan "bunga-bunga", yang intinya bikin aku gemes, geregetan, dongkol setengah mampus.
Berikut ini "kebodohan" dari pembuat cerita sinetron:
1. Ada adegan sang dokter ngliat hasil foto rontgen.
"gimana keadaan anak saya, dok?"
"dari foto ini, dengan menyesal saya katakan anak ibu menderita gagal ginjal akut. Harus segera dioperasi"
*Busyettt.... hebat banget tuw dokter bisa ngliat ginjal dr foto rontgen. Kayak paranormal aja, bisa ngeliat yg gak keliatan... ckckck...
2. Adegan kakak-adik lagi telpon-telponan Indonesia-Mesir
"Syukurlah kamu bisa nyelesein sarjana S1"
"iya, kak... Sekarang saya dan teman2 yang baru lulus bisa buka biro konsultasi psikologi"
"jadi psikolog yang sukses ya, dik..."
*yang ini sukses bikin adikku -yang lagi ngambil kuliah S2 Psikologi dengan susah payah untuk dapat gelar sebagai seorang Psikolog- mencak2 gak karuan. Katanya, "lha ngapain aku sekolah lagi kalo lulus S1 udah bisa jadi psikolog...
3. Pemeran antagonis dalam suatu obrolan...
"Tenang aja tante, saya ini khan seorang psikolog, jadi tante serahkan saja pada saya, anak tante pasti bisa saya sembuhkan dari depresinya"
Trus di lain kesempatan, pemeran antagonis yang sama bilang, "Sebagai psikiater, saya yakin anak ibu perlu ketenangan supaya tidak terlalu stress"
*lah... sejak kapan psikolog sama dengan psikiater...????
Tuh, kan?? Emang sinetron bikin "gemes"!!
Jadi penonton yang kritis, jangan mau dobodohin sama sinetron!!
Label:
aneh,
my daily life,
opini
Kamis, 01 April 2010
Mendukung Kenaikan TDL^^
Wah... musti siap-siap digebukin niy aku kl mendukung kenaikan Tarif Dasar Listrik. Secara hidup di negeri -yang katanya GEMAH RIPAH LOH JINAWI- ini tak seindah kenyataannya. Orang yang hidup susah kayaknya lebih banyak dari orang yang hidup enak.
Eniwe, balik ke topik..
Asal muasalnya aku mendukung kenaikan TDL dari ngobrol-ngobrol ringan sama Gembul, sayangku yg... catetttt... (inget, dicatet lho ya,, jgn sampe gak) terdaftar sebagai salah satu pegawai PLN yang setia.. *Gembul pasti mulai besar kepala niy...
Aku bilang,, kl aku baca di koran, mahasiswa ngumpulin receh buat MENYUMBANG (baca: MENYINDIR) PLN yg sering ngadain acara pemadaman bergilir.
Gembul bilang, "ya ngerti donk keadaan PLN yg pas-pas-an. Makanya TDL musti naik."
Gembul : Coba deh itung, pemakaian listrikmu sebulan berapa...
Dian : Paling 300-400 ribu!!
G: Nah, berarti sehari rata-rata 10-15 ribu... khan murah banget
D: Wah, kl ngitungnya kayak gitu ya jelas murah. tapi gak bisa gitu donk...
G: Loh... coba dibandingkan sama makan-mu sehari habis berapa coba?? dibanding bayar listrik...
D: ???? *mulai mikir.. hoho... Gembul curang. Masak bandinginnya sama biaya makan-ku. Ya jelas gak sebanding. Coba bandinginnya sama pengeluaran pulsaku, pasti yo mahal bgt tuh tarif listrik!!
G: Makanya jgn protes kl TDL dinaikin.
D: Akh.. gak terima...
G: Kalo ga naik, gmna mau nutup biaya operasional, trus beli trafo... Trafo tuw paling mahal lho...
D: Masa bodoh akh... aku tetep gak setuju
G: Gmna gaji pegawai PLN bisa naik kalo TDL ga naik??
D: HAH??? Emang gitu ya... Kalo TDL naik, gajimu naik??? Ya wes lah... kalo gitu AKU SETUJU BANGET TDL naik.... Jadi km bisa sering2 terbang ke sini....
Emang sih gak mungkin banget kl TDL naik gajinya Gembul juga naik. Apa hubungannya coba??
Tapi kl emang dengan naiknya TDL bisa membuat negeri ini bisa terang terus sampe ke seluruh pelosok tanah air alias listriknya gak byar-pet lagi ya gak masalah.
Ya udah deh, Pak Dirut PLN yang terhormat, Bapak Dahlan Iskhan, cepat aja deh dipastikan kapan tuh TDL naik. Syukur-syukur kalo TDL naik gajinya Gembul juga naik... Khan bisa merayu Gembul sering-sering ke Surabaya.... Hehehe....
Label:
luphly gembul,
my daily life,
opini,
ungkapan perasaan
Rabu, 27 Januari 2010
Tips Ketemu Camer
Kenapa aku nulis ini??? Coz mau berbagi "ilmu" aja...
Minggu lalu pas ketemu ortu-nya si Gembul, aku ga da persiapan blass... jadinya sepanjang waktu merasa selalu udah bikin kesalahan...
berikut ini tips yang mau aku bagikan, sesuai dengan pengalaman pribadiku...
1. cari referensi, lewat temen ato sodara yang udah berpengalaman ketemu camer. Kalo gak ada, manfaatin aja Mbah GOOGLE... pokoknya cari info selengkapnya yang bisa bantu kamu pas ketemu camer.
*jangan kayak aku yg baru searching di Google setelah acara ketemuan berakhir :(
2. Jangan lupa bawa buah tangan. Cari tahu dari si dia apa yang jadi kegemaran camer.
Itung2 bisa semakin mengenal plus mengambil hati camer
*aku udah nanya si Gembul, tapi katanya aku gak usah repot bawa apa2. Tapi tetep kuputuskan tetep bawa sesuatu...
3. Siapin bahan obrolan!!
*Penting!! Tapi jangan obrolan yg basi...
4. Jangan biarin pacar ninggalin km sendirian dengan camer doang... kecuali kl kamu yakin bisa mengatasi sikon..
*Si gembul ninggalin aku mandi.. rasanya kayak seabad. ya gak papa siy... Masalahnya itu baru duduk bareng 5 menit, trs ditinggal, aku jadi canggung... huhu...
5. pastikan kamu dalam keadaan yang "PANTAS" buat ketemu camer. Kata orang inner beauty lebih penting, tapi penampilan luar gak kalah penting!!! bisa mendongkrak kepercayaan diri bok...
*Hari pertama sebelum ketemu camer, aku sama Gembul abis dari Candi Prambanan, mancing, plus beli durian... Panas, keringatan, kucel, bau ikan, bau duren campur jadi satu... ukh... gak banget... Hari kedua juga gitu, abis berpanas-panasan ria n naik kuda di Parangtritis... gak banget khan...???!!! hehehe...
Yang jelas, dari semuanya itu, tetep musti BE YOURSELF.... bersikap sopan n ramah....
Met ketemu Camer... good luck...^^
Minggu lalu pas ketemu ortu-nya si Gembul, aku ga da persiapan blass... jadinya sepanjang waktu merasa selalu udah bikin kesalahan...
berikut ini tips yang mau aku bagikan, sesuai dengan pengalaman pribadiku...
1. cari referensi, lewat temen ato sodara yang udah berpengalaman ketemu camer. Kalo gak ada, manfaatin aja Mbah GOOGLE... pokoknya cari info selengkapnya yang bisa bantu kamu pas ketemu camer.
*jangan kayak aku yg baru searching di Google setelah acara ketemuan berakhir :(
2. Jangan lupa bawa buah tangan. Cari tahu dari si dia apa yang jadi kegemaran camer.
Itung2 bisa semakin mengenal plus mengambil hati camer
*aku udah nanya si Gembul, tapi katanya aku gak usah repot bawa apa2. Tapi tetep kuputuskan tetep bawa sesuatu...
3. Siapin bahan obrolan!!
*Penting!! Tapi jangan obrolan yg basi...
4. Jangan biarin pacar ninggalin km sendirian dengan camer doang... kecuali kl kamu yakin bisa mengatasi sikon..
*Si gembul ninggalin aku mandi.. rasanya kayak seabad. ya gak papa siy... Masalahnya itu baru duduk bareng 5 menit, trs ditinggal, aku jadi canggung... huhu...
5. pastikan kamu dalam keadaan yang "PANTAS" buat ketemu camer. Kata orang inner beauty lebih penting, tapi penampilan luar gak kalah penting!!! bisa mendongkrak kepercayaan diri bok...
*Hari pertama sebelum ketemu camer, aku sama Gembul abis dari Candi Prambanan, mancing, plus beli durian... Panas, keringatan, kucel, bau ikan, bau duren campur jadi satu... ukh... gak banget... Hari kedua juga gitu, abis berpanas-panasan ria n naik kuda di Parangtritis... gak banget khan...???!!! hehehe...
Yang jelas, dari semuanya itu, tetep musti BE YOURSELF.... bersikap sopan n ramah....
Met ketemu Camer... good luck...^^
Label:
family,
luphly gembul,
opini,
pengalaman,
penting
Senin, 28 September 2009
Bling-bling
bbrp waktu lalu aku slese baca bukunya "miss jinjing"
*lupa nama aslinya, yg jelas udah 2 bukunya yg diterbitin*
mbak yg satu ini menulis ttg hobby shoppingnya yg akirnya jd profesi -personal buying-!!
*bling-bling* menurut dia digambarin sebagai barang yg kita kenal sebagai perhiasan.. misal berlian, batu mulia, n sejenisnya...
nah... aku ga mau mengulas miss jinjing ini...
mau mengulas diri sendiri *ya iyalah... secara gw yg punya blog... hehehe...
gara2 keranjingan bc miss jinjing dmna ada istilah bling-bling...
jd ingat sesuatu...
bagi gw bling-bling bukan sekedar perhiasan yg bisa memantulkan cahaya bling-bling...
tapi...........
gigi orang2 yg "bertengger" karang gigi.
hehe....
ceritanya niy pas lagi masuk klinik periodonsi (berhubungan dengan jaringan penyangga gigi, klinik bagianku khusus membersihkan karang gigi).
secara tidak sadar... setiap ngomong dgn siapapun (orang2 di rmh, tukang becak, tukang sayur, dll, dsb...) gw pasti lgsg ngliat bagian dalam mulutnya... banayk karang giginya ato gak... hohoho...
sampe2 nih... gara2 terobsesi sm karang gigi n miss jinjing dlm waktu yg bersamaan, pas aku lg ngisi bensin di SPBU sama temen, tiba2 aku histeris....
"HWAAA..... BLING-BLING!!!"
gila bo!! mas yg lg jaga ternyata banyak bgt karang giginya yg bercokolan... hahaha...
bling2 bgt deh jadinya mulutnya...
***
setiap orang memaknai Bling-bling (baca : hal berharga) secara berbeda...
ada yg menurut orang lain hal yg biasa, namun begitu berharga bagi kita, dan sebaliknya...
so... yuk kita belajar peka untuk menghargai setiap milik orang lain..
*lupa nama aslinya, yg jelas udah 2 bukunya yg diterbitin*
mbak yg satu ini menulis ttg hobby shoppingnya yg akirnya jd profesi -personal buying-!!
*bling-bling* menurut dia digambarin sebagai barang yg kita kenal sebagai perhiasan.. misal berlian, batu mulia, n sejenisnya...
nah... aku ga mau mengulas miss jinjing ini...
mau mengulas diri sendiri *ya iyalah... secara gw yg punya blog... hehehe...
gara2 keranjingan bc miss jinjing dmna ada istilah bling-bling...
jd ingat sesuatu...
bagi gw bling-bling bukan sekedar perhiasan yg bisa memantulkan cahaya bling-bling...
tapi...........
gigi orang2 yg "bertengger" karang gigi.
hehe....
ceritanya niy pas lagi masuk klinik periodonsi (berhubungan dengan jaringan penyangga gigi, klinik bagianku khusus membersihkan karang gigi).
secara tidak sadar... setiap ngomong dgn siapapun (orang2 di rmh, tukang becak, tukang sayur, dll, dsb...) gw pasti lgsg ngliat bagian dalam mulutnya... banayk karang giginya ato gak... hohoho...
sampe2 nih... gara2 terobsesi sm karang gigi n miss jinjing dlm waktu yg bersamaan, pas aku lg ngisi bensin di SPBU sama temen, tiba2 aku histeris....
"HWAAA..... BLING-BLING!!!"
gila bo!! mas yg lg jaga ternyata banyak bgt karang giginya yg bercokolan... hahaha...
bling2 bgt deh jadinya mulutnya...
***
setiap orang memaknai Bling-bling (baca : hal berharga) secara berbeda...
ada yg menurut orang lain hal yg biasa, namun begitu berharga bagi kita, dan sebaliknya...
so... yuk kita belajar peka untuk menghargai setiap milik orang lain..
Label:
masa klinik,
opini,
pengalaman
Kamis, 16 Juli 2009
(masih) perlukah MOS??
semalem buka detik.com.
maksud hati mau cek n ricek kabar terbaru alm.jacko (walo sama sekali ga nge-fans),
trs ada berita kl salah satu siswa SMU di sby yg meninggal waktu mengikuti MOS (masa orientasi sekolah).
tp pagi baca lagi beritanya sepintas di Jawa Pos. baru deh aku ngeh!!!
katanya siy kemungkinan siswa baru ini kelelahan setelah ikut kegiatan MOS yang cukup panjang...
aku jadi mikir,, emang MOS-nya ngapain aja??? trs panitia, penyelenggara, guru, ma temen2nya yg lain pada kemana kok kejadian ini sampe terjadi....
aku cuma mau bilang ikut berduka atas meninggalnya adik kita ini (maaf lupa namanya)
semoga keluarganya diberi kekuatan olah Tuhan...
ga bermaksud nyalahin MOS atas terjadinya peristiwa yang patut kita sayangkan ini,,,
umur kita khan di tangan Tuhan...
kapan aja kita bisa dipanggil olehNya...
di luar kejadian ini,
aku cm mau ngasih pendapat aja ttg MOS...
dulu, seingatku...
waktu aku jadi murid baru, emang pasti ada MOS...
tp simpel banget kok....
sesuai dengan namanya, MASA ORIENTASI SISWA ya cm sebagai ajang untuk mengenalkan dunia sekolah kepada murid baru....
paling2 ni (seingatku) diajarin MARS ato Hymne sekolah, pengenalan organisasi dan struktur di sekolah, tata tertib di sekolah, manajemen waktu, kerjasama dalam kelompok, kerja bakti di sekitar sekolah, kegiatan kerohanian.
seputar itu doank... rasanya cuma 3 hari doank....
lha sekarang, MOS menurutku aneh banget!!!!
di suruh bawa inilah... bawa itulah.... padahal yg musti dibawa itu barang yang aneh n sulit didapat....
blm lagi disuruh minta tanda tangan (yang biasanya pake di pelonco dulu sama yg mau ngasih tanda tangan)!!
trs rambut musti diiket sekian bagian, pake topi yg aneh, dll.....
APA FUNGSINYA??????
perlu direnungkan lagi deh,, gmn siy penyelenggaraan MOS yang terbaik, yang sesuai dengan tujuan dan manfaatnya....
kl perlu ya cukup spt jaman aku MOS dulu... ga aneh2... tp bermanfaat, baik bagi murid baru, murid lama, pihak sekolah, bahkan bagi masyarakat di sekitar sekolah juga....
maksud hati mau cek n ricek kabar terbaru alm.jacko (walo sama sekali ga nge-fans),
trs ada berita kl salah satu siswa SMU di sby yg meninggal waktu mengikuti MOS (masa orientasi sekolah).
tp pagi baca lagi beritanya sepintas di Jawa Pos. baru deh aku ngeh!!!
katanya siy kemungkinan siswa baru ini kelelahan setelah ikut kegiatan MOS yang cukup panjang...
aku jadi mikir,, emang MOS-nya ngapain aja??? trs panitia, penyelenggara, guru, ma temen2nya yg lain pada kemana kok kejadian ini sampe terjadi....
aku cuma mau bilang ikut berduka atas meninggalnya adik kita ini (maaf lupa namanya)
semoga keluarganya diberi kekuatan olah Tuhan...
ga bermaksud nyalahin MOS atas terjadinya peristiwa yang patut kita sayangkan ini,,,
umur kita khan di tangan Tuhan...
kapan aja kita bisa dipanggil olehNya...
di luar kejadian ini,
aku cm mau ngasih pendapat aja ttg MOS...
dulu, seingatku...
waktu aku jadi murid baru, emang pasti ada MOS...
tp simpel banget kok....
sesuai dengan namanya, MASA ORIENTASI SISWA ya cm sebagai ajang untuk mengenalkan dunia sekolah kepada murid baru....
paling2 ni (seingatku) diajarin MARS ato Hymne sekolah, pengenalan organisasi dan struktur di sekolah, tata tertib di sekolah, manajemen waktu, kerjasama dalam kelompok, kerja bakti di sekitar sekolah, kegiatan kerohanian.
seputar itu doank... rasanya cuma 3 hari doank....
lha sekarang, MOS menurutku aneh banget!!!!
di suruh bawa inilah... bawa itulah.... padahal yg musti dibawa itu barang yang aneh n sulit didapat....
blm lagi disuruh minta tanda tangan (yang biasanya pake di pelonco dulu sama yg mau ngasih tanda tangan)!!
trs rambut musti diiket sekian bagian, pake topi yg aneh, dll.....
APA FUNGSINYA??????
perlu direnungkan lagi deh,, gmn siy penyelenggaraan MOS yang terbaik, yang sesuai dengan tujuan dan manfaatnya....
kl perlu ya cukup spt jaman aku MOS dulu... ga aneh2... tp bermanfaat, baik bagi murid baru, murid lama, pihak sekolah, bahkan bagi masyarakat di sekitar sekolah juga....
Langganan:
Postingan (Atom)