Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Kehangatan di Api Unggun Pizza & Bar

Ini nyambung cerita ke Bandung tahun lalu, tapi aslinya belum nyampe sebulan  lalu.  Hehehe...

Hari pertama di Lembang maunya menikmati yang hangat-hangat dan tempatnya tak jauh dari penginapan. Beruntung pas googling nemu Api Unggun Pizza & Resto. Lokasinya di jalan raya Lembang. Tak jauh dari penginapan. Dari Villa Chocolate bisa lewat jalan memotong depan Sapu Lidi.

Sampai di lokasi hari belum malam. Perut juga belum terlalu lapar, jadi kami memutuskan untuk melihat keseluruhan interior debelum memutuskan duduk di sebelah mana. Di lantai bawah terdapat bar dan open kitchen untuk pembuatan pizza. Pengunjung bisa melihat bagaimana pizza dibuat dari awal dan dibakar di tungku. Pengunjung bisa memilih duduk si kursi atau sofa. Di bagian tengah terdapat space untuk menyalakan api unggun.
Di lantai atas terdapat kursi, aofa, dan duduk lesehan. Yang asyik di duduk lesehan ini mereka menyediakan selimut.

Kami memilih duduk lesehan si atas, tepat di bagian depan layar lebar dan di atas api unggun. Asyiklah selonjoran di balik selimut. Hangat. Sayang begitu api unggu menyala asapnya mengarah ke kami. Hukkss... uhukkss...
Api unggun dinyalakan jam 7 malam. Bersamaan dengan mengalunnya live music dari bawah.

Hari itu kami pesan pizza, salmon 'something (lupa namanya), minuman dingin dan hangat.
Kulit pizzanya tipis dan renyah. Toppingnya gak berlebihan tapi gak pelit. Rekomended. Untuk salmonnya disajikan dengan saus brokoli yang menurut saya sedikit kurang nendang. Hawa dingin Lembang membuat makanan cepat dingin dan kalau makan mesti cepet kalau gak mau makan makanan dingin.

Pokoknya asyiklah hang out di sini kalau bersama teman atau keluarga. Pizzanya wajib dicoba.
Oya, ada juga guest house di sini.

Minggu, 28 Desember 2014

Di Penghujung Tahun 2014

Terimakasih Tuhan atas kasih di tengah keluarga, atas kesehatan dan kekuatan. Terimakasih atas suami yang pengertian dan anak yang manis serta  orang tua yang tak putus membimbing dan tak kenal lelah walau direpoti anaknya yang bawel ini.

Terimakasih Tuhan atas sanak saudara, kerabat, sahabat, dan teman yang juga penuh kasih dan perhatian.

Terimakasih atas lembar demi lembar kehidupan di mana kami bisa mencorat-coretnya dengan tawa dan airmata, dengan syukur dan kesah.

Tuhan, masih banyak juga saudara kami yang menderita, yang harus tidur di tenda pengungsian karena bencana alam dan perang. Masih banyak yang berduka karena hilangnya keluarga dan orang yang dikasihi karena bencana dan perang.
Masih banyak yang kelaparan dan harus berjerih lelah untuk bisa makan.
Tuhan, tolonglah mereka. Beri kekuatan dan penghiburan.

Dan di penghujung tahun ini, tak lupa saya haturkan terimakasih untuk pembaca blog ini, baik yang setia maupun yang tersesat di halaman blog ini.

Selamat menyongsong tahun 2015. Tetap semangat! Semoga seluruh harapan di tahun yang baru bisa tercapai. Gbu

Jumat, 26 Desember 2014

Christmas & Birthday Dinner

Tinggal kubu saya dan Onty Bet yang bertahan di Serpong Natal ini. Mbah sudah ke Surabaya dari beberapa hari lalu. Ah.. baru kali rasanya natal sepi gak kumpul keluarga besar.
Jadilah sesuai kesepakatan, kami makan bersama di hari natal. Dan karena saya baru saja ulang tahun, saya yang didapuk untuk membayar. Okeyyyhh siapa takut!!

Bingung amat mau makan di mana. Masalahnya bukan pengen makan apa. Tapi mana yang sesuai budget dan semua suka. Hahaha... *ketahuan deh kikir*

Abuba steak, akhirnya jadi tempat kami dinner. Berangkatnya dari rumah masing-masing. Sampai di Abuba Gading Serpong langsung deh order makanan. Kami berempat makan steak *ya iyalah masak di resto steak pesen nasi padang* dan untuk Nathan grilled meat ball.
Semuanya makan dengan puas dan kekenyangan banget.
Pulang ke rumah dengan senyum bahagia. Hihi...

Well, selamat Natal untuk pembaca blog saya yang merayakan natal. Semoga kasih natal mengingatkan kita akan kasih mula-mula, terus menyebarkan kasih dan sukacita bagi sesama. Gbu..

Minggu, 21 Desember 2014

30~~

Selamat ulang tahun untuk pemilik sekaligus penulis blog inih *halah*

Hehehehh... hari ini saya genap 30 tahun.
Apa rasanya?
Biasa saja.!
Gak ada yang istimewa.

Semalam Didi jam 5 sore sudah pulang. Amat sangat mengherankan. Jarang banget dia pulang di bawah jam 7 malam. Saya sudah ge-er aja jangan-jangan  mau diajak dinner. Ish!
Emang sih kami dinner di luar, tapi jangan harap dinner romantis. Yang ada kami makan sate kambing. Pulang bauk asap bakaran seluruh badan dan rambut. Good...

Gak ada kelanjutan setelah makan. Langsung pulang.
Yang ada jam 9 malam Didi sudah mendengkur. Saya dan Nathan gak bisa tidur. Nonton tv gak jelas gonta-ganti channel mulu. Beruntung ada MLTR live nyanyi di program Rising Star di RCTI. Pas banget nyanyi bareng Judika. Keren. Kalo nyanyi sama Ahmad Dhani paling saya bakal matiin tv. Yah lumayan lah ada hiburan.

Sampai hampir jam 12 saya ngantuk tapi Nathan gak ada tanda-tanda mau tidur. Didi bangin trus keluar kamar. Biasanya sih dia keluar ngecek HPnya yang super sibuk. Jadi saya cuek saja setengah tidur setengah bangun nonton tv. Gak lama Didi masuk ngajak pindah tidur ke kamar depan. Alasannya AC gak dingin. Emang iya sih AC di kamar perlu diservis.

Masuk ke kamar depan eh ada kue dengan lilin menyala.
"Aaahhh... Cintaaaaa... Kenapa samak surprisenya tiap taon??? Kuenya pasti udah meleleh kelamaan disembunyikan di bagasi mobil! Yang beda kok kuenya kecil??"
"Harganya naik. Mahal tauk. Lagian kemarin kan udah belanja banyak di Bandung. Hemat!"

Oh ya wes... makasih ya suamikuh yang sangat tidak kreatif dan tidak romantis. Tahun depan ganti ya kejutannya... hehehe...

Biar gak kehilangan moment, maunya foto. Balik lompat ke kamar ambil sisir. Sisiran. Kebasin daster. Begitu ke kamar depan lagi lilinnya dah ditiup Nathan dunk. Aaahhhh Nathan.... dinyalain lagi deh lilinnya, made so many wishes, trus tiup lilin.
2 potong kue dihabisin bertiga. Nathan malah tambah kayak dapat suntikan semangat. Hadeh... Dia tidur setelah jam 1 pagi.

Paginya, pagi ini, ulang tahun yo tetep ae gak ada duduk-duduk cantik. Bangun gara-gara telpon masuk dari mas-mas yang benerin AC yang bilang udah di depan rumah. Jadilah pagi ini ngepel lantai yang belepotan kotoran AC.
Lanjut nyuci. Tuh khan gak ada yang spesial?! Sama aja kayak hari lainnya...

Sabtu, 20 Desember 2014

Belajar dan Bermain di Jendela Alam

Membatalkan rencana ke floating market, kami memilih ke Jendela Alam.

Setelah cek in penginapan dan  take a nap sebentar kami memutuskan untuk lanjut jalan-jalan. Tapi rasanya kalau ke floting market kejauhan, apalagi sudah kesiangan. Jadilah dadakan googling dan nemu JA yang jaraknya gak jauh dari penginapan, hanya sekitar 5 menit.

Sekitar jam 3 siang kami tiba di JA. Untuk ke sini mending pilih pagi hari atau sore sekitar jam 3 karena sinar matahari gak terlalu terik. JA tutup jam 5 sore. Untuk anak seusia Nathan cukuplah di JA 2 jam.

Tiket masuk JA IDR15.000. Untuk anak-anak yang tingginya di bawah 85cm free entry. Karena Nathan 90 cm bayar full.
Di loket tiket ditawarkan juga tiket terusan untuk bermain seluruh wahana permainan. Saya lupa berapa harga tiket terusan. Kami memilih membayar tiket masuk saja dan 1 tiket untuk farming seharga 20ribu.

Kegiatan farming ngapain aja? Memberi makan hewan dan memanen buah dan sayur. Ahhh yang begini ini Nathan senang sekali. Setelah membayar tiket, kami diantar oleh seorang fasilitator untuk mengelilingi JA.
Pertama kami menuju ke kebun wortel. Fasilitator akan mendampingi untuk memetik wortel yang nantinya akan diberikan ke hewan-hewan. Jadi wortelnya memang kecil-kecil karena yang dimakan oleh hewan- hewan terutama adalah daunnya. Ada juga kebun kangkung untuk makanan binatang juga tapi sore itu sudah habis dipanen.

Setelah memenuhi keranjang dengan wortel, kami menuju kandang kambing. Wah, kambingnya besar. Makannya lahap banget. Awalnya Nathan takut memberi makan kambingnya, tapi setelah agak lama dia malah mau ngasih makan terus.  Padahal wortelnya harus dibagi dengan binatang lainnya. Gak jauh dari kandang kambing terdapat kandang ayam dan angsa.

Kalau mau membeli telur ayam kita juga bisa langsung mengambil telurnya dari kandang. Karena kandang ayam, bisa dibayangkan sendiri harumnya. Hahaha... Jenis ayam yang dipelihara di sini adalah ayam kampung arab. Telurnya dijual 2.700 per butir.

Selain memberi makan kambing, Nathan juga kasih makan wortel ke kuda pony, sapi, kelinci, dan rusa.
"Nyam nyam nyammm".
"Hak sapi... ayo makannn".
Hwaaa... Nathan semangat banget.

Selain memberi makan binatang, kami juga melihat kebun sayuran. Sayuran di sini ditanama secara hidroponik. Karena tidak membeli, kami hanya sekedar melihat saja.
Pengen sih beli sayuran. Tapi di penginapan gak ada kulkas. Kalo nunggu pulang besok sayurnya bakal gak segar. Sayur yang bisa dipanen hari itu adalah selada, sawi, dan pokchoy.

Saya memilih memanen tomat cherry untuk dibawa pulang. Harganya 30.000/kg. Baru tahu ternyata tomat cherry yang matang dan manis justru berwarna kuning. Sedangkan yang muda berwarna merah. Hop hop hop dalam sekejap Nathan sudah memenuhi keranjang dengan tomat.

Di JA terdapat labu kuning raksasa. Selain itu ada juga jenis tanaman labu lainnya. Tak hanya belajar berkebun, anak-anak juga bisa belajar menghias tanah liat.
Sedangkan untuk bermain, ada flying fox, memancing, mengendarai kuda, becak mini, dan kolam renang.

Nathan donk main flying fox.  Waktu lihat anak lain dia bilang mau main. Tapi pas dipakaikan perlengkapan keamanan mukanya langsung bingung. Tapi dia nurut aja tuh naik ke menara sama bapaknya. Saya nunggu di sebrang dengan was-was. Sudah merelakan tiketnya mubazir kalau Nathan gak mau meluncur. Ehhhh tapi Nathan berani tuh! Hebattt!!!

Mau juga dia naik kuda tapi antriannya cukup banyak. Gak jadi naik kuda deh. Akhirnya sore itu pulang ke penginapan dengan peluh. Tapi Nathan wajahnya srneng banget. Ah, kalo kamu hepi ibuk juga hepi, Nak...

Di pintu keluar kami menukar tiket masuk dengan bibit kangkung. Yeeaayy...

Kalo ke daerah Lembang, Bandung bolehlah membawa anak-anak sejenak ke sini. Saya sih lebih memilih main di JA daripada ajak Nathan ke Kampung Gajah.

Jumat, 19 Desember 2014

Refreshing Jiwa & Raga di Dusun Bambu

Dusun Bambu Family Leisure Park ini bukan sembarang dusun. Like its name, tempat ini memberikan kesenangan bagi pengunjungnya. Berlokasi di Jalan Kolonel Masturi daerah Lembang, Bandung tempat ini jadi tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Bandung.

That's why waktu ke Bandung beberapa waktu lalu DB ini menjadi tempat tujuan wisata utama saya dan keluarga. Berangkat dari Serpong masih di pagi buta dan sampai di hari masih pagi rasanya lega banget. Soalnya Lembang-Bandung pasti macet di hari libur.
Dari tol Jakarta bisa keluar di exit tol Padalarang atau lewat exit tol Baros melalui Cimahi. Saya kemarin keluar di exit tol Padalarang ke arah Cisarua. Gak sampai 20 menit dari exit tol sudah sampai di DB. Benar-benar jalur alternatif yang cepat kalau mau ke daerah Lembang. Biar gak nyasar mending pakai aplikasi GPS.

Masuk ke DB dikenai tiket masuk IDR 10.000. Anak dibawah umur 3 tahun free. Untuk parkir mobil IDR 15.000.
Tiket masuk jangan dibuang ya, soalnya setiap 2 tiket bisa ditukar dengan 1 bibit pohon.

Karena masih pagi, suasana DB masih sepi. Udaranya sejuk. Kami memilih jalan kaki dari gerbang sampai ke dalam lokasi. DB menyediakan 'mobil hias' untuk mengantar pengunjung hingga ke dalam lokasi. Tapi lebih enak berjalan kaki. Toh, jaraknya tidak jauh. Berjalan kaki paling hanya 5 menit. Selain sehat, bisa jalan di tengah sawah, melihat bebek mandi si kolam, dan tentunya foto-foto. Hehehehe....

Di DB ini terdiri dari beberapa tempat. Di bagian depan yang paling bawah ada tempat penginapan atau hotel.
Naik sedikit ke atas ada Lutung Kasarung. Lutung Kasarung ini merupakan restorang yang bentuknya unik, menggantung seperti sarang burung. Tentu saja sarang burung yang sangat besar. Jangan kuatir bagaimana naiknya karena menggantung, karena ada jembatan yang panjang di mana kita bisa berjalan bebas di jembatan. Untuk kapasitasnya, tiap 'sangkar' bisa menampung hingga 10 orang. Sayang hari itu masih sangat pagi jadi belum buka. Kabarnya untuk makan di sini ada ketentuan minimal order.

Selain lutung kasarung, ada juga Burangrang. Restoran 2 lantai dengan view menghadap danau dan Purbasari. Purbasari ini juga restorang yang bentuknya seperti saung yang berada di pinggir danau.
Pagi itu pengunjung boleh masuk ke dalam Burangrang. Banyak yang masuk untuk berfoto karena memang banyak spot yang fotogenic dan cantik.
Sayang mereka belum menerima order karena masih melayani tamu hotel yang memang sarapan paginya di Burangrang.
Open for public untuk makan siang mulai jam 12. Tersedia menu ala carte dan paket all u can eat. Paket AYCE IDR125.000++/pax.
Lah.. keburu lapar lah kami kalau musti nunggu siang baru bisa makan di situ.
Burangrang juga menyediakan paket dinner dengan pilihan mulai dari  IDR75.000++/pax.

Kecewa gak bisa nyobain makanan di Burangrang, kami menuju ke Pasar Khatulistiwa. Di sini menyediakan aneka snack dan makanan berat dengan konsep seperti pujasera. Bayarnya pakai uang khusus dan sisanya tidak boleh dikembalikan. Jadi pastikan gak beli 'uang' kebanyakan ya. Kami mencoba mi tek-tek, batagor, dan waffel ice cream. Semua habis sekitar IDR90.000.
Harga sebanding lah dengan 'hiburan' yang ditawarkan. Makan di pasar khatulistiwa bisa memilih duduk di lantai bawah atau atas. Di atas viewnya lebih luas. Kami memilih duduk di luar dekat dengan play ground. Jadi Nathan bisa sekalian main di situ.

Dari Pasar Khatulistiwa coba jalan naik sedikit bisa melihat hamparan taman bunga yang cantik. Sayang matahari menyengat padahal masih jam 10.30 jadi kami tak berlama-lama di taman bunga. Di sebrang taman bunga ada camping ground. Tapi bukan sembarang camping ground karena tendanya eksklusif dan juga terdapat kamar mandi. So akan terasa tak ada bedanya dengan menginap di hotel.

Oya, spot andalan pengunjung untuk berfoto adalah di tepi danau di sebrang Purbasari. Di danau ini pengunjung bisa bermain perahu. Tak jauh dari danau ada sungai kecil buatan yang airnya mengalir ke sungai. Walau buatan, semua di sini terlihat alami. Obat pengusir lelah dan gundah gulana. Hahaha...

Puas berkeliling dan menjelajah DB kami memutuskan untuk meninggalkan DB menjelang jam 11. Ahhh puas sudah... hanya penasaran tidak bisa mencoba makanan di burangrang. Next time kalau ada kesempatan mau ngajakin Mbah dan Onty Bet ke sini.

Senin, 15 Desember 2014

Escape to Bandung

2 minggu lalu Didi bilang ada event di ITB dan dari kantornya dia disuruh ikutan. Acaranya 3 hari. Wah pas bener itu sekalian jalan-jalan akhir tahun. Akhirnya booking hotel lewat klikhotel.com. Semalam di daerah Lembang. Sisanya 3 hari di daerah Dago biar gampang akses Didi ke ITB dan tentunya akses saya ke tempat-tempat ngehitz di Bandung.

Apadaya sehari sebelim berangkat acara yang di ITB gak jadi. Brrggghhh! Jadi badmood. Banget.
Mana hotel sudah dibayar.
Akhirnya diputuskan tetap berangkat. Tapi hanya jalan-jalan saja Sabtu & Minggu. 3 hari sisanya dibatalkan. Untung dari pihak klikhotel bisa diurus pembatalan dan sebagian pembayaran masih bisa dikembalikan.

Sabtu kami bangun pagi buta. Jam 3 beburu mandi. Anak kicik tau emak bapaknya berisik jadi terbangun dan dengan sukarela jalan ke kamar mandi. Jam 4 pagi kami sudah siap semua. Jam 4.30 berangkat dari rumah.

Tujuan wajib hari itu adalah Dusun Bambu di Lembang. Makanya sengaja bangun berangkat pagi buta untuk menghindari macet. Tentunya kalao bisa sampai lebih pagi di Dusun Bambu masih sepi dan bisa asyik foto-foto *tetep pengen eksis donk*

Dari tol Cipularang, atas petunjuk google map kami keluar di exit tol Padalarang. Trus ikuti petunjuk le arah Cisarua, naik terua sampe ke Lembang. Dari exit tol sampe ke Dusun bambu sekitar 7KM.
Wah. Banyak banget selisihnya dibanding kalau lewat exit tol Pasteur.

Benar saja kami sampai di DB jam 8. Masih sepi. Dan pastinya bebas foto-foto di spot manapun. Hahaha. Nanti akan saya posting lebih lengkap exploring saya di DB.

Selepas dari DB kami cek in ke penginapan yang gak jauh dari Kampung Gajah. Namanya Villa Chocolate. Agak nyesel juga pilih nginap disini. Tempatnya sih not bad, tapi kalau dari awal tahu gak jadi nginap tambahan yang 3 hari itu, kami bisa spent nginap ke hotel yang lebih asyik.
Yaaa karena rencananya nginap total 4 malam jadinya disesuaikan budget dan irit-irit biar bisa puas belanja dan kuliner. Tapi it's okey..

Cek in hotel maksudnya mau masukin bawaan aja, trus lanjut le floating market. Tapi kami malah lanjut bobok siang. Kami semua teler sodara-sodara. Haha... Pas bangun sudah agak sore. Gak mungkin ke floating market. Hasil googling floating market kayaknya gak terlalu menarik. Masih bisa skip kapan-kapan. Akhirnya kami memutuskan ke Jendela Alam. Hanya 2 menit dari penginapan kami.

Kalau ke DB untuk nyenengin ibunya, ke Jendela Alam ini untuk nyenengin Nathan. Eh, bener aja di JA Nathan hepi ngasih makan binatang sambil ngajak ngomomg binatangnya. Hahahaha...
Gak lama di JA kami kembali untuk mandi.

Gak membuang waktu lama, kami lanjut lagi jalan ke kafe di daerah Lembang juga. Kali ini nyenengin Didi. Karena dia yang memilih tempatnya. Well puas deh kalo semua senang. Hihihi...

Paginya setelah sarapan kami turun ke pusat kota Bandung. Waktunya belanja. Yeayyy!!! Gak lengkap ke Bandung kalo gak ke FO. Giliran belanja ini semua orang hepi... yayayaya...

Puas belanja, berakhir juga liburan di Bandung. Sebelum pulang melipir bentar lihat progress pembangunan apartemen yang kami beli di Bandung. Huah.. masih lama jadinya. Tapi semoga next time ke Bandung gak perlu cari hotel lagi, tapi nginap di aparte sendiri. Amin.

Cerita lengkap masing-masing tempat kunjungan kami di postingan berikutnya ya...

Sabtu, 06 Desember 2014

Puas Keliling Taman Safari Cisarua

Ke Taman Safari sudah 2 minggu lalu, tapi pending mulu nulisnya gegara mbah utinya Nathan datang. Hihi...

Kantor Didi ngadain family gathering di TS hari Sabtu. Kok ya pas hari Jumat Didi ada rapat di Cipayung. Ya wes lah sekali dayung mending sekalian aja nginap di puncak dari Kamis malam.
Beruntung kamis sore jalanan lancar jaya sentosa sampe ke hotel.

Oya, ini reserv hotel dadakan bingits gegara acara rapat itu yang infonya dadakan. Kamis pagi gugling hotel seputaran puncak yang deket TS dan tentunya harga musti sesuai kantong. Dan akhirnya nemu Parama hotel. Persis di pinggir jalan, kalo ke Cimory resto tinggal turun 2kiloan. Ke pertigaan TS juga sekitar 2km. Review hotelnya dipisahin aja ya.

Sebelum cek in, mampir dulu lah di Cimory resto. Kali ini yang mountain view, kiri jalan kalau dari Jakarta. Kalau yang river view sudah pernah nyobain. Sayangnya sudah malam jadi view gunungnya ya cuma lampu-lampu doank.
Overall makan di Cimory lumayanlah dari segi rasa dan harga, tapi gak terlali special. Cukup lah untuk nyobain sekali buat pengalaman.

Jumat pagi begitu ditinggal Didi rapat langsung mikir enaknya ke mana. Gugling, yang dekat itu ke Taman Matahari tapi kok saya gak tertarik. Yo wes lah akhirnya nekat ke TS. Soalnya mau berduaan sama Nathan aja. Saya sudah bayangin kalo ke TS pas family gathering pasti gak puas dan waktunya kurang.

Wokeey, berbekal duit receh dan beberapa lembar uang nominal terbesar di endonesah saya dan Nathan ke TS. Diawali dengan naik angkot persis dari depan hotel. Angkotnya warna biru. Turunnya di pertigaan TS. Dari situ tinggal nyebrang trus naik ojek sekitar 2km sampai ke gerbang TS. Ongkos ojek 15ribu. Sebenarnya ada sih omprengan ke atas, tapi musti nunggu penumpang penuh. Kalau gak mau nunggu ya bisa tuh dicarter. Nah guna duit receh ya buat bayar angkot ini.

Tiket masuk TS 140ribu untuk dewasa dan 130ribu untuk anak-anak. Sepintas mahal yak? Tapi dibanding main di ancol ini sih murce abis. 140ribu itu sudah include naik bis keliling taman satwa, nonton aneka atraksi satwa, dan main semua wahana permainan.

Karena saya gak bawa kendaraan sendiri, keliling taman satwanya naik bis dari TS. Beruntung cuma ada 2 penumpang lain, jadi kami bisa santai berpindah posisi tempat duduk untuk melihat binatang di kanan dan kiri jalan dengan leluasa. Pak sopir juga baik hati mau berhenti lebih lama di tempat yang kami mau. Mengelilingi taman satwa butuh waktu sekitar 1 jam ya.

Setelah mengelilingi taman satwa kami diturunkan di taman hiburan.
Karena tempatnya sangat luas dan kadang Nathan minta gendong, daya membeli tiket kereta. Harganya 30ribu yang bisa digunakan mengelilingi seluruh taman hiburan sampai puas.

Di taman hiburan terdapat aneka wahana permainan untuk anak maupun dewasa. Selain itu di jam-jam tertentu ada atraksi satwa seperti lumba-lumba, singa laut, sampai cowboy show. Nah, asyiknya beli tiket kereta kita bisa berpindah dari show satu ke lainnya dengan naik kereta karena lokasinya berbeda-beda.
Selain itu masih ada area baby zoo, kolam pinguin, area primata dan sebagainya.
Gak rugi banget ngajakin Nathan ke sini seharian. Semua atraksi kami nonton. Dan tentunya Nathan hepi main sampai gak mau pulang. Bahkan dia jatuh karena lari-lari di arena permainan tapi gak nangis, padahal berdarah tuh. Iihh Nathan!

Dari taman hiburan kami diantar bus lagi ke gerbang depan. Pulangnya naik omprengan. Gak nunggu lama soalnya berbarengan dengan bubaran pegawai TS. Jadilah tumplek blek sama pegawai TS. Turunnya ya di pertigaan TS lagi. Pegawai TS bayar omprengan 4ribu. Saya ditarik 7ribu. Kok????!!

Dari situ lanjut lagi angkot biru ke hotel. Cuma bayar 4 ribu.
Aahh... begitu nyampe hotel langsung selonjoran sambil nempelin salonpas. Hahaha...
Malemnya cari makan ke arah puncak pas. 1 km naik lagi dari puncak pas kami makan di warung nasi alam sunda. Sesuai dengan cita-cita saya kalau ke puncak mau makan di  situ saja walopun pusatnya ada di tanah abang. Hehehe...

Sabtunya balik lagi le TS untuk gabung sama rombongan family gathering.
Bener-bener lega sebelumnya sudah ke TS sama Nathan. Hari Sabtu TS rame banget dan jadi terasa tidak nyaman.Di taman satwa bus rombongan kami jalan sambil lalu. Setelah itu masih banyak ceremonialnya. Nathan sudah galau mau naik gajah dan kereta lagi tapi acara gak selesai juga. Begitu ceremonial selesai sudah hampir jam 2 siang. Padahal kami diminta kumpul di parkiran bus jam 4. Tuh, untung kemarin sudah duluan ke sini..

Well, bakal balik lagi ke TS kalo Nathan sudah besar. Supaya dia bisa punya cerita sendiri tentang pengalamannya ke TS.

Rabu, 10 September 2014

Selamat Ulang Tahun, Mbah Kung

Ulang tahun Mbah Kung-nya Nathan dirayakan bersamaan dengan ultah pak SBY. Hehehe...

Sampai jam 11 belum ada gambaran mau beli kue tart apa. Tanya tantenya Nathan katanya belikan saja Double Chocolate di Dapur Cokelat. Pikir-pikir kok bosen ya.
Mau ice cream cakenya Harvest, tapi ingat lebaran tahun lalu pernah beli tapi gak cucok. Untung ingat ada outlet ice cream cake di Alsut.
Yo wes langsung googling. Telpon ke sana ternyata mereka ready stock semua rasa. Sip!

Siang panas-panas meluncur ke outlet Pesca di Alam Sutera.
Trus bawa pulang 3 Layer ice cream cake tentunya untuk Mbah Kung. Mochi ice cream, macaroon, sama es krim cup juga turut serta.
Gak mungkin donk nunggu sampai Mbah Kung pulang kerja baru makan es krim. Bisa ngecez penasaran. Hahahaaa...

Sampai rumah Mbah yang kecil-kecil langsung ludes. Sampai lupa belum difoto. Hehe..
Mochi es krim coklatnya nyoklat banget. Enak. Sekali hap langsung lumer.  Macaroonnya masih 'kriuk' meski ada filling es krim. Aiihh.. sukak bingits sama es krimnya.

Sore Mbah Kung sudah pulang. Tapi es krim kek nya masih nangkring di kulkas. Nunggu om sama tante Nathan datang. Sudah ngantuk banget tante Nathan baru pulang. Jam 9 lebih baru deh dikeluarkan. Tarrrraaa...

Nathan yang paling heboh liat cakenya. Maunya dia yang tiup lilin. Haha... Belum juga dipotong dia sudah nitili keping coklatnya.
Es krimnya enak, btw. Heaven....

Selamat ultah,  Mbah Kung. Sehat selalu. Ditunggu makan-makannya...

Sabtu, 05 Juli 2014

3rd Wedding Anniversary

2 juli.
Jadi paginya bangun bisu-bisuan. Bukan karena bertengkar. Memang begitu alarm Didi bunyi langsung ngeluyur ke kamar mandi. Saya lanjut tidur. Lumayan nambah waktu tidur 15 menit. Kalau sudah 15 menit baru saya ngeluyur ke dapur bikin sarapan. Dan bisa dipastikan begitu sarapan -yang selalu oatmeal menu utamanya- siap, Didi juga sudah siap. Hehe.. emang selalu begitu sih.

Dia sarapan dengan tenang. Saya duduk manis di sebrang meja makan. Selesai makan pas Nathan bangun. Barengan deh masuk kamar lihat Nathan. Trus doa pagi seperti biasa. Sampai dia sebut "terima kasih Tuhan sudah menjaga 3 tahun pernikahan kami bla bla bla...." baru deh saya meleleh *lebay

Kado? Saya gak nyiapin. Didi jugak.
Sore juga saya masak menu biasa aja. Tapi Didi tanya sebelum pulang, " mau makan di mana?"
Ya jelas lah jawaban saya makan di rumah. Sudah dimasakin masak gak di makan.

Begitu nyampe rumah, habis dia makan, eh malah timbul perselisihan kecil gegara seseorang. Gak banget yak?! Dia ngajakin keluar untuk refreshing.
Yo wes manut. Tapi jam 9 lewat mau ke mana cobak? Karaoke juga pada tutup karena bulan puasa. Akhirnya ke pizza hut. Padahal sudah makan.

Yaps.
Tanggal 2 Juli diakhiri dengan tidur nyenyak karena perut yang kekenyangan.

Iisshh Didi, gak banget deh wedding anniversary dinnernya. Tuh aku sudah beli voucher diskon di livingsocial. Dibayar yahhh..
Kita dinner lagi. Tanpa ada pihak ke-4.

Jumat, 16 Mei 2014

Bandung Day 1 : Super Tired

Kelelahan sejak malam sebelumnya membuat perjalanan ke Bandung terasa super berat. Setelah bangun dan buru-buru packing, nyiapin sarapan, nyuci (biar gak ninggalin baju kotor beberapa hari), beresin rumah, sarapan, dan mandi akhirnya baru siap jalan dari rumah jam 9.30.

Sampai Bandung jam 12.30 disambut dengan emacetan di tol Pasteur karena ada 4 in 1 sampai jam 1.
Perjalanan 3jam termasuk mampir makan di rest area sih normal ya. Tapi entah badan rasanya sakit semua. Kepala pusing minta ampun. Tadinya mau langsung ke floating market tapi batal. Kami lebih memilih langsung ke hotel untuk istirahat.

Sampai kamar hotel langsungminum panadol. Maksud hati mau tidur, tapi Nathan lagi excited banget jadi gak bisa tidur deh. Untung panadol bekerja ekstra cepat. Biar Didi istirahat akhirnya ngajakin Nathan keluar jalan-jalan. Oya, kami menginap di Fave Premier hotel Cihampelas. Tinggal menyebrang doank kalo mau ke Ciwalk. Sayang Nathan gak mau jalan sendiri. Maunya gendong. Haduuuhh... rontok deh badan. Akhirnya setelah 15 menit lihat-lihat   jeans  balik lagi ke hotel.

Bujukin Nathan lihat kolam renang akhirnya dia mau jalan sendiri. Pikir saya sekalianlihat situasi dan kondisi swimming pool. Kalo oke, besoknya mau ngajakin Nathan berenang.
Kolam renang ini ada di roof top lantai 5. Sebenarnya punya Hotel Aston yang bersebelahan. Karena mereka sister hotel, jadi saling share. Kolamnya cukup lah ya untuk kelas Aston. Sayang ada bagian yang masih under construction, jadi agak gak asyik aja pemandangannya.

Sekilas lihat kolam, balik deh ke kamar. Didi tidur dengan pulasnya. Aih.. envy!!

Ngerecokin dia untuk keluar hotel cari makan. Beburu mandi. Tapi habis mandi Nathan malah tidur. Pulas!
Nungguin Nathan bangun trus capcuz ke Warung Pasta di jalan Ganesa. WP ini ada juga di Jakarta dan Jogja. Tapi ini kunjungan pertama kami atas rekomendasi tantenya Nathan.

Well, rame juga WP ini. Pas jam makan malam juga sih. Untung lansung dapat meja di bagian dalam. Interiornya biasa saja. Ada beberapa meja dengan kursi kayu. Beberapa lagi dengan sofa.
Kami duduk di sofa. Lebih nyaman dan santai.

Our menus:
Pizza Salmon Tomato. Kulitnya tipis dan garing. Salmonnya gak royal. Tomato sauce-nya juga kurang nendang. Not bad.

Calamary. Bentuknya bukan cincin, tapi dipotong memanjang. Renyah banget kulit tepungnya. Cuminya gak alot. Empuk banget. Dipping saucenya juga enak, berasa banget tomatnya. Rekomended!

Spaghetti seperti di foto. Lupa apa namanya, Yang jelas dengan saus krim dan smooked beef. Smooked beefnya cuma seiprit seperti yang nampak di foto. Saus krimya gak banget. Terlalu eneg.

Meaty lasagna. Endang gulindang. Saus bachamelnya creamy tapi gak terlalu berat. Dagingnya royal. Lasagnanya al dente. Rekomended!

Milo refill! Cuma pesen 1 untuk bertiga. Hahaha... pelit...

Total kerusakan dompet 150ribu. Yeah.. sesuai lah dengan rasanya...


Habis makan kenyang balik ke hotel. Sempat jalan bertiga dulu lihat FO di sebrang hotel.
Begitu sampai kamar kecapekan tapi gak bisa langsung bubuk manis. Berisik banget suara kendaraan dari jalan sama kafe yang letaknya persis di bawah kamar. Didi sama Nathan sih langsung menggelepar. Saya saking capeknya malah susah tidur. Jam 2 pagi baru bisa terlelap.

Btw, kami dapat kamar standar twin bed. Gak dapat yang double bed. Hiks.
So far kamarnya bersih. Ukuran standar lah ya gak luas. Sayang amenities-nya gak lengkap. Slipper juga cuma dikasih sepasang. Gak ada kulkas dan pemanas air minum. Air minum ambil sendiri di dispenser di koridor tiap lantai. Laundry bag juga gak ada. Wifi-nya oke banget. Overall oke lah..

See u di cerita selanjutnya..

 
Pemandangan dari jendela kamar

Kamis, 15 Mei 2014

Morning, Universe

Ini jam 7 masih ngantuk. Rencana kemarin jam 7 ini berangkat ke Bandung. Apa boleh buat rencana tinggal rencana.
Ntar berangkat sesiapnya saja.

Kemarin itu dari pagi barengan sama Didi ngantor, di drop di rumah ibuk. Sekalian bawa segunung setrikaan. Bener, segunung. Mumpung Nathan dijagain mbahnya, saya bisa konsen setrika. Iya donk setrika butuh konsentrasi. Alhasil capek luar binasa. Malamnya Didi baru pulang kantor jam 10 trus jemput saya dan pulang.

Nyaris tengah malam, saya sudah capek gak kuat nahan kantuk langsung saja tidur. Didi hunting tiket kereta tambahan mudik lebaran yang katanya onlen mulai jam 00.00. Jam setengah 1 dia bangunin saya dan bilang gak bisa onlen jaringan sibuk. Aaahh sudah saya duga.

Pagi ini, saya nulis ini dia masih tidur. Nathan jugak. Saya belum beberes rumah. Belum packing. Aiiihh.. niat pergi gak sih?

Semoga ntar perjalanan lancar. Meski sudah biasa banget libur gini tol padat. Apalagi di Bandung sudah pasti macetnya menggila. Tapi sudah saya planning. Kalo macet menggila, tinggal jalan kaki saja ke Ciwalk yang cuma selangkah dari hotel. Ato males-malesan di kamar. Ato renang di hotel asal Nathan gak bosan. Kalo jalan gak macet, bolehlah naik taxi ato angkot ke rumah mode. Atau ajak Nathan lihat taman burung di Paris Van Java. Ada juga beberapa tujuan kuliner yang saya incar. So, selama Didi test 2 hari di ITB gak bakal terlalu boring.

Well, selamat hari raya Waisak bagi yang merayakan.

Selasa, 29 April 2014

Weekend Story : Hectic Day, Perfect Dinner

Kalo Sabtu bangun tepat saat matahari di atas kepala itu sudah biasa. Dan biasanya dilanjutkan malas-malasan seharian.
Nah kemarin jugak gitu. Masalahnya siangnya kami ada acara yang harus, wajib, suka tidak suka musti hadir. Jadilah beburu bangun, gantian mandi sama pak suami. Lanjut mandikan krucil.

Entah karena kelamaan tidur, habis mandipun mata masih aja sepet. Haha.. makaud hati mau semprot muka pakai oxygenated spray. Tapi ooolalaaa... muka kok perih, mata pedes, bibir jadi pahit. Ternyata oh ternyata yang disemprotin ke muka itu parfum yang letaknya bersebelahan. Busseett... itu tuh yang langsung bikin mata melek total... 

Singkat cerita sampe di tujuan di daerah Bekasi. Saking ramainya acara yang kita datangi, jadi terpisah deh sama Didi. Udah besar ini, gapapa donk kepisah. Gak bakal ada yang nyulik. Tapi karena Didi gendong Nathan itu jadi masalah. Dia nelpon donk, " Kamu di mana, Nathan lapar, ambilkan makan."

KU DI DEPAN. DI DEKAT MEJA-MEJA BULAT.

Aku sudah mondar mandir gak nemu kamu. Kamu di mana?

DI BAGIAN DEPAN. KAMU AMBILKAN NATHAN MAKAN AJA DULU

Aku juga di depan gak liat kamu.

Seterusnya eyel-eyelan. Belakangan baru ngeh kamu punya persepsi berbeda tentang DEPAN. Bagi Didi itu dekat panggung. Buat saya depan ya dekat pintu masuk yang jelas bersebrangan dengan panggung. Hadeehhh.. 

Pendeknya, acara hari itu memakan waktu seharian. Butek donk. Akhirnya ngacir ke Summarecon Mall Bekasi yang dekat. Sambil mengisi waktu aebelum balik lagi ke acara-yang-entah-mengapa-ribuan-orang-bisa-bertahan-seharian-di-situ.

Sebenarnya Sabtu lalu kami sudah plesir ke SMB. Pas banget di SMB ada event pasar senggol di pelataran parkir depan. Event ini berlangsung sampai 18 Mei. Banyak jajanan, permainan layaknya pasar malam, dan juga layar tancap. Nathan girang banget soalnya ada kereta mini yang dia suka.

Well, berhubung musti balik lagi ke acara tadi, so kami putuskan makan malam sekalian di SMB. Pas banget lagi nguplik instagram dan ada teman yang posting sushi. Mendadak ngidam. Tapi Didi biasanya gak mau sushi. Berkat rayuan akhirnya dia mau. Good! Gak lama kami sudah duduk manis di Sushi Tei. Nomnommmm...

Balik ke acara tadi, masih saja riuh. Heran. Beruntung segala urusan di situ segera beres. Di perjalanan pulang ada lagi kesalahan. Harusnya lewat tol JORR, tapi Didi malah masuk tol dalam kota. Jadi lebih jauh deh. Sampai rumah sudah nyaris tengah malam. Selesai mandi sudah lewat tengah malam.

Fyuuuhh...

Hari Minggu ke gereja siang. Sisanya seharian di rumah.

Kamis, 05 Desember 2013

Main di Bandung

Main di playground hotel Jayakarta
Airnya dingin
Ditunjukin susu kotak baru mau keluar dari kolam
Pemandangan dari balkon kamar hotel
Hummingbird Eatery
Main di Bandung kali ini karena ada undangan nikahan. Teman mbahnya Nathan ada yg mantu. Berhubung beliau dulu jadi among tamu pas nikahan saya dan adik saya, bukan hanya ortu saya saja yang datang, tapi saya dan adik saya juga datang.

Well, tujuan pertama memang kondangan, tapi teteeeep jalan-jalan jadi tujuan UTAMA! Hahahaa...
Begitu sampai Bandung langsung ke venue resepsi nikahan. Macetnya Bandung Hari Sabtu itu bikin puyeng. Tapi lega juga begitu ketemu tampatnya. *sembah sujud untuk penemu teknologi GPS*

Lebih lega lagi pas sudah sampai di penginapan.
Jadi habis dr kawinan langsung capcus cek in hotel. Untung banget hotel pilihan mbahe Nathan ini sangat kids friendly. Hotel Jayakarta, di bilangan Dago.

Nathan begitu lihat kolam renang sama playground yang seuplik itu langsung giras-giras mintak renang.
Begitu naroh barang-barang di kamar, langsung turun ke kolam.
Oya, untuk anak-anak ada kolam khusus, jadi dijamin aman. Selain itu ada flying fox, mandi bola, sama wall climbing.
Yang tak terduga adalah... Air kolamnya super dingin! Busseeett! Tapi Nathan kayak gak ngrasain dingin. Ibuknya sudah menggigil aja, anaknya gak mau mentas. Hadeeeehh...
Akhirnya Nathan digendong paksa keluar kolam.

Malemnya sudah niat mau ceki-ceki FO. Sudah 3 FO dimasuki, tapi gak ada yang cucok. Yo wes menyerah...
Jadinya memanjakan lidah di Hummingbird Eatery di jalan Progo.
Love this place. Gak begitu luas, tapi kesannya tenang, nyaman. Baru kali ini ke HE. Tahu dari media sosial. Gak mengecewakan nyobain makan di HE. Ulasan lengkapnya di postingan lain ya. Gak janji kapan dipost. Hehe..

Balik hotel malam banget. Ini gara-gara macet n muter-muter jalan sampe beberapa kali. Pake GPS tapi lebih sering signal lost. Ya naseebbb.
Tapi perut kenyang lumayanlah bikin tidur nyenyak.

Paginya bangun langsung mandi trus sarapan. Sarapan di hotel itu ya, sama kayak makan seharian dijadikan satu. Bubur (contreng), nasi plus sayur plus lauk (contreng), roti plus wafel(contreng), juz buah plus susu(contreng), scramble egg plus sosis (contreng), salad (contreng). Tuh khan?!
Hihihi... Ngaku deh emang saya kalau makan gak aturan :))

Abis sarapan sekalian cek out. Baru keluar hotel, macet gegara car free day. Tambah lagi kena macet di depan gedung sate. Heran, kenapa masih banyak aja Jakartans yang pilih bandung jadi tujuan wisata.
Sudah deh, gak ada tujuan lain dan kami langsung balik ke Serpong nan damai.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone









Selasa, 12 November 2013

Lari Pagi di Monas

Jaraaaang banget Nathan bangun jam 4 di hari Sabtu. Biasanya kami kompak bangun siang. Hihihi..
Tapi Sabtu lalu dia jam 4 subuh sudah duduk manis di atas kasur. Matanya jernih segar gak ada tanda-tanda mau melanjutkan tidur lagi.

Woaalaahh.. Bapak ibuknya malah digangguin. Didorong-dorong, ditarik-tarik, di-smackdown! Alhasil gak bisa lanjut tidur.
Daripada gak jelas sepagi itu mo ngapain, kami ke Monas dengan niatan jogging. Asyiiikkk...

Matahari belum nongol kami sudah di Monas. Tapi yang berolahraga di situ sudah banyak. Baru kali ini nih pagi buta sudah ada di Monas. Seru! Nathan hepi..


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Senin, 07 Oktober 2013

Weekend Story

Sabtu kemarin sudah niat mo ke monas lihat pameran alutsista dalam rangka HUT TNI AD.
Bangun pagi siapin sarapan, Didi nyuci mobil, tole mondar mandir dapur-teras bingung kok emak babenya sibuk sendiri. Hehe..

Habis sarapan, beberes, capcuz ke kota.
Lewat tol kebun jeruk, baru ngeh kalo panas menyengat. Akhirnya diputuskan maksi dulu, ntar agak sorean baru ke monas.
Didi yang dalam hatinya menyimpan niatan, akhirnya mengutarakan niatnya.
"Ke JCC dulu aja yuk, liat pameran rumah. Sekalian makan Lapo Senayan"
Jiahh... Gaya amat liat pameran rumah, duit aja cekak!!

Akhirnya ke Senayan deh. Makan Lapo (lagi) persis seperti minggu lalu. Habis maksi melipir ke JCC. Rame aja di JCC. Semua hall penuh. Pameran real estate, reuni emas IPB, pameran mutiara, pameran produk investasi, plus wisuda UNTAR. Susah banget cari parkir.
Akhirnya kami putuskan lihat semua pameran.

Pertama ke pameran rumah, trus liat produk inevest, trakhir liat mutiara. Di pameran rumah cuma koleksi brosur deh. Begitu juga di pameran produk invest, koleksi brosur plus koran gretongan *kurang kerjaan*. Di pameran mutiara, lihat sepintas doank. Ngiler aja gitu, tapi kata Didi itu bukan investasi yang baik *kena jampi-jampi di tempat sebelumnya kayaknya*
Okey, jadi ke JCC ini gak ada hasil. Untung masuknya gretongan gak pake tiket..
Babi Panggang

Peserta pameran produk invest


Jam3an meluncur ke Monas. Rame gilak.
Kami parkir di dalam stasiun gambir.
Gempor juga jalan ke dalam monas. Nathan gak mau jalan sendiri. Gendong teroooss. Namanya juga Nathan, belum ngerti dan pastinya masa bodo aja lihat tank-tank berjejer. Emak bapaknya aja yang semangat. Hahahaa...
Pengunjung yang lain juga antusias banget. Bahkan rebutan naik tank yang memang bisa dinaiki keliling monas.
Ah, semoga tahun depan ada lagi biar Nathan bisa ikutan naik tank.

Capek donk ya lihat-lihat. Akhirnya duduk-duduk di lapangan, di bawah pohon. Untung ada yang jual tikar. Cuma 5ribu, bisa dapat tikar (aslinya sih kertas sak semen) yang masih baru ukuran 2x1,5 meter.
Kami beli 2 lembar. Cukuplah untuk duduk melepas penat sambil menikmati es kelapa muda, es dawet ayu, dan rujak bebeuk (tumbuk).
Eh, gak lupa foto bersama ondel-ondel. Sawerannya seikhlasnya aja. Nathan langsung nangis begitu lihat muka ondel-ondel. Huaaahuaahuaa...
Duduk-duduk di lapangan monas


Begitu gelap balik deh ke parkiran.
Tapi mobil gak bisa distarter. Beneran mogok *gubrakkk!
Manggil tukang servis deh.
Sambil nungguin, nongkrong deh di dalam stasiun gambir.
Dan berkat mogoknya mobil, kami sukses sampe di rumah jam 10 malam.
Rontoookk..


Minggunya seharian di rumah aja. Nonton tipi di kamar. Makan pun di kasur *jangan ditiru* Betah aja gitu. Sampe jam 3 baru deh bosan melanda.
Akhirnya keluar rumah deh. Main ke Tangerang City Mall.
Soalnya bingung juga mo ke mana. Belum pernah ke TangCity, jadi diputuskan ke sana.

Di sana pas ada bazaar kuliner. Sayang kok gak rame. Kami lihat-lihat dulu makanan yang dijual, hmmm gak ada yang bikin tertarik. Mungkin itu yang bikin sepi. Tapi akhirnya kami jajan juga sih. Putu bambu medan, batagor, es cincau, dan toge goreng. Semua pas 50ribu. Dan gak ada satu pun yang kami cobain yang enak :(

Muter-muter dalam mall juga gak ada yang menarik hati. Richeese Factory aja yang bikin penasaran. Dulu pernah mo nyobain pas ke Bandung, tapi belum kesampaian. Di sini pas liat outletnya jadi penasaran lagi deh.
Sayang pas mau order, sebagian besar menunya habis. Cuma bisa ngrasain paket burger sama red velvet cake doank.
Masih belum menjawab rasa penasaran.
Next time mau coba lagi menu yang lain.

Bentar doank kami di TangCity. Lepas maghrib sudah di rumah lagi. Sisa hari itu kembali dihabiskan dengan santai nonton tipi di kamar.

Bukan Nathan kalo gak belepotan

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone