Rabu, 23 November 2011
Gak Lolos Sensor X-ray
Pasien : Kalau saya ke bandara terus bunyi TIT-TIT-TIT bagaimana, Dok?
Dokter : $#*^@???? Tenang aja,Pak... Saya jamin gak akan bunyi TIT-TIT-TIT
Senin, 29 November 2010
Klinik Pedodonsia : Dulu & Kini
Gak tahu juga sih, apa yang bikin klinik pedo tuh serasa kayak di neraka. Entah pasien yang rewel dan beringasan. Entah AC yang emang perlu ditambah freon. Ntah penduduknya yang over capacity. Yang jelas klinik pedo tuh hiruk pikuk banget!!
Beberapa saat lalu isenk-isenk main ke klinik pedo lagi. Ya ampyunn... Adem banget!! AC-nya adem. Suasananya juga "anak-anak" banget!!! Busyet dah, napa yak gak dari dulu aja klinik pedo dibuat kayak gini?? Anak-anak jadi lebih anteng. Sesuai banget nih klinik pedo dengan jiwa anak-anak. Ugh!! Seandainya dari dulu, pas aku masih di pedo, dibuat kayak gini, pasti suasana ga sepanas neraka...
Rabu, 03 November 2010
"..."
Pasien : Penjahit
Aku : Oh.. Mulai jam berapa kerjanya?
Pasien: Setengah hari aja kerjanya
aku : "..."
~~~~~
Aku : Kalo minggu depan datang lagi bisa?
Pasien : Gak bisa. Saya pulang kampung.
Aku : Oh. Di mana?
Pasein : Di desa...
Aku : "..."
~~~~
*Ya ampyun... ditanya apa, jawabnya apa...!!
Rabu, 21 Juli 2010
Pesakitan (2)
Setelah 3 hari, restorasi yang baru udah jadi. Menurutku masih belum sempurna coz restorasi metalnya masih keliatan dikit n ga tertutup sempurna dengan porselennya. Tapi gara-gara males bolak-balik lagi dan bagian hitamnya ga keliatan kalo lagi ngomong atau tersenyum, akhirnya langsung aja dipasang...
Lega... ga jadi pesakitan lagi deh... ^^
Gigiku yang udah dikurangi. Buat dipasang restorasi (Crown)
Senin, 05 Juli 2010
Pesakitan


Hukzzz....
Rabu, 09 Juni 2010
Lessons For Today
Sudah jadi kebiasaanku, naik angkot yang menghabiskan 1 jam perjalanan dari rumah ke kempus, atau sebaliknya, akan aku pakai untuk tidur atau membaca. Kecuali ada penumpang lain yang ngajak ngobrol, baru aku ladeni. Kalopun ga diajak ngomong, biasanya aku tetep menyimak perbincangan para penumpang.
Satu kali, aku berangkat pagi. Kampusku berseberangan dengan RSUD Dr. Soetomo. Jadi sebagian penumpang yang se-angkot denganku adalah pasien rumah sakit yang akan kontrol atau berobat.
Kali ini, aku ga sibuk membaca atau tidur. Aku duduk tenang aja sambil mencuri dengar setiap perbincangan penumpang angkot. Rupanya dua di antara beberapa penumpang merupakan pasien yang rutin hemodialisis (cuci darah) setiap minggu. Kebetulan jadwal cuci darah mereka harinya sama, jadi terlihat sangat akrab. Mungkin karena sudah lama bersama-sama. Pasien pertama sudah menjalani cuci darah selama 2 tahun, yang satunya lagi 16 bulan.
Awalnya sangat berat bagi mereka untuk cuci darah seminggu sekali. Biayanya sangat mahal. Sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya sekitar 750 ribu, belum termasuk obat-obatan.
Sekarang mereka tidak perlu lagi membayar biaya cuci darah. Dengan adanya jaminan kesehatan bagi keluarga miskin, mereka tidak perlu mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah lagi. Hanya obat-obatan saja yang harus mereka tanggung sendiri.
Mereka mengakui dulu nyaris menjual rumah atau kendaraan kalau saja biaya cuci darah tidak ditanggung pemerintah.
Penumpang yang lain, seorang ibu, naik angkot dengan menggendong bayinya. Umur bayinya baru 3 bulan. Ibu ini cerita kalau bayinya baru saja menjalani operasi, dan hari itu harus kontrol bekas luka operasinya. Ibu itu menunjukkan bekas luka operasi di bagian kepala. Bayinya baru berusia 1 bulan ketika menderita panas tinggi lalu kejang-kejang. Hasi pemeriksaan, terdapat penggumpalan darah di otak. Jalan satu-satunya adalah operasi. Operasi dijalani waktu bayinya berusia 2 bulan. Sebagian tempurung kepala dipotong untuk mempermudah operasi. Saat ibu ini menunjukkan luka bekas operasi, memang tampak kalau bagian depan kepalanya hanya tertutup kulit kepala, tidak ada tulang yang melindungi. Nanti kalau hasil kontrol membaik, baru tempurung kepala yang dipotong akan disambung kembali...
Dari sakit yang orang-orang itu rasakan, aku ga melihat sedikitpun ada kesedihan dan kesusahan di mata mereka. Mereka berusaha untuk tetap kuat.
Ya Tuhan, macam-macam saja penderitaan yang dialami tiap orang.
Seringkali aku merasa menjadi orang yang sangat kasihan di muka bumi ini. Tapi ternyata masih banyak orang lain yang merasakan penderitaan jauh lebih berat dari aku dan mereka tetap bersukacita.
Hari itu aku belajar untuk tetap mengucap syukur dan bersukacita, seberat apapun kesulitan yang aku hadapi. Diingatkan juga untuk tetap menjaga kesehatan...
Thx God untuk kesempatan di mana aku bisa melihat dan belajar dari kehidupan orang lain...
Kamis, 25 Maret 2010
Another CrAZy Life : Cari Pasien
Keliling gang, keluar masuk pintu.
Kerjaan keliling gang ini yang paling menyakitkan.
Kemungkinan ditolak alias gak dapat pasien lebih besar daripada dapat pasien.
Ada aja alasan kenapa mereka, si bakal calon pasien menolak.
Sibuk.
Kerja.
Jagain cucu.
Nganter jemput anak ke sekolah.
Gigi saya ga da yang lubang (padahal meringis aja dah
keliatan giginya lubang semua).
Rabu, 17 Maret 2010
Crazy Life @ Campuzz : Episode Senang-senang ^^
Tapi klinik ga selalu identik dengan
Walo masih waktunya klinik, masih bisa juga kok santai
dan ber-nasis-nasis ria.. hehe..
(Ini foto diambil pas klinik Bedah Mulut.
Lihat kancing kuning di atas name tag??
Itu menunjukkan tingkatan di Klinik BM.
Kalo pertama kali masuk BM, pakai kancing merah.
Kalo tingkatan pertama selama 1 semester lulus,
bisa "naik kelas" pake kancing kuning.
Kalo BM II yang selama 1 semester juga lulus
baru deh masuk ke BM III alias BM yang terakhir
pake kancing hijau)

Setelah perawatan pasien selesai,
Klinik yang menyesakkan dada bisa membuat nafas lebih lega..
Dan senyum manis selalu menghias di bibir..
(kalo yang ini foto diambil di ruang tunggu klinik.
biasanya setelah selesai ngerjain pasien,

Lihat aja niy pose dan senyumnya Mega ^^
(Foto diambil di First Cafe, namanya aja "Cafe",
tapi jangan dibayangkan seperti Starbucks ato Excelso,
pokoknya "Cafe" ini cukuplah buat nongkrong n ngilangin stress di kampus)

Klinik yang bikin sesak nafas pun gak harus segera diakhiri
(nah.. kalo ini pas lagi IKGM III di salah satu Puskesmas di Surabaya.

Well, kesuraman n keceriaan masa Klinik selalu aja datang
Crazy Life @ Campuzz : Episode Menjinakkan Lely
Yang jelas, baru pertama kali kuliah aku dah nyaris dibuat gila... Bersyukur sampe saat ini aku masih waraz..
"Kegilaan" di awal kuliah berlanjut hingga memasuki semester 4, di mana mata kuliah mulai lebih fokus ke DUNIA PER-GIGI-AN dan memasuki masa PRE KLINIK. Ugh!! Serasa langit runtuh menimpa bumi.
"Kegilaan" semakin memuncak ketika masa KLINIK datang. Masa di mana hidup hanya terfokus pada CARI PASIEN, DAFTARIN PASIEN, BUAT JANJI DENGAN PASIEN, KEMBALI MENGHUBUNGI PASIEN UNTUK MEMASTIKAN BISA DATANG ATAU TIDAK, MERAWAT PASIEN, DST.... Ffiiyuuuuhh....
STRESS rasanya jadi makanan sehari-hari. Ada yang bilang, "GA AFDOL KALO MAHASISWA FKG GAK STRESS"
Banyak faktor siy yang bikin mahasiswa FKG hampir gila. Salah satunya faktornya adalah karena pasien yang tiba-tiba "gila".
Salah satu pegalamanku....
Lely, 4 tahun, pasien Klinik Pedodonsia baru aja selesai dirawat di klinik. Tapi ntah bagaimana awalnya, Lely ngambeg n mogok gak mau pulang. Temen2 yang kebetulan lewat ditodong buat "menjinakkan" Lely. Sementara yang lain sibuk membujuk Lely, aku malah sibuk mengabadikan adegan di bawah ini.. hehe... "Kegilaan" berakhir setelah Lely akhirnya melunak dan mau diantar pulang. Lely... Lely..... Bikin repot orang aja... Hehe,, tapi Lely bisa jadi anak manis juga lho kalo pas gak rewel..



Jumat, 15 Januari 2010
Pasien lagee... Pasien lagee..... lagi-lagi pasien!!!
trus,,, klo ada juga yang bilang nasib mahasiswa FKG berbanding lurus dengan nasib pasien, itu juga bener banget!!!
Misalnya aja nih ya, mahasiswa udah mati-matian cari pasien, tapi gak dapet2, ya tetep aja gak bisa ngerjain klinik, yang berarti kliniknya bakal terancam.
Kalaupun pasien udah ada, tapi tahu2 pasien ga bisa datang, berarti nganggur seharian di klinik, dan lama2 bisa mengancam hajat hidup klinik mahasiswa tersebut!!
Yang aku alami sekarang, pasien ku yang lagi aku rawat setengah jalan, ternyata kena Demam berdarah. Plus kata pasienku dia juga kena tipes. walhasil Klinikku juga gak exist!! ya emang gak ada pasien yang mau sakit. kami mahasiswa, apalagi, selalu berharap dan berdoa pasien sehat selalu, banyak rejeki, n semakin rajin menyelesaikan perawatannya, dengan harapan klinik kami bisa berhasil. tapi kalo udah gini, apa boleh buat... terlebih kalo masa deadline klinik udah lewat, sebagai mahasiswa aku cm bisa ngelus dada n menahan kesabaran....
yang lebih ngenes lagi, ada pasien adik kelas yang meninggal dunia 2 hari sebelum deadline. padahal, andai saja (ANDAI SAJA) pasien itu masih ada, dia bisa menyelesaikan kliniknya tepat waktu. yaaahhh.... tapi emang kita bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan....
tapi emang kl diliat sepintas, emang nyata Mahasiswa FKG gak bisa terlepas dari pasien...
Thx banget buat pasien2ku yang selama ini sudah sangat kooperatif n memperlancar jalannya klinikku.
Wahai pasien... tolonglah kami...... kami mohon....!!!!
Jumat, 08 Januari 2010
Pasienku yang "UNIQUE"
Pengen siy beberin "klasifikasi" pasien unik berikut penjelasannya, tapi ntar aja deh kl ada waktu. Sambil ngumpulin data dari para narasumber alias temen2 tentang pasien mereka yg aneh n unik.
Tapi kali ini khusus aku mau critain tentang 1 pasienku yang unik. Bukannya mau menjelekkan pasienku ini, tapi aku ga tahan aja untuk ga nyeritain dia. Sebut aja namanya Nono *disamarkan aja. biar gak marah kalo dia tahu ini postingan tentang dia.... hoho... Pis ya, No.... (Nono maksudnya)
Nono ini pasienku udah dari lama. Jamannya masih klinik Konservasi Gigi II. Sampai aku klinik Konser III pun dia ttp jadi pasienku. Habisnya giginya yg bermasalah lumayan banyak. abis gitu masalahnya cukup berat. Waktu aku di bagian klinik Konser II aja aku merawat 2 gigi-nya sekaligus. Yang pertama perawatan endodonti (perawatan saluran akar krn giginya udah non vital alias mati), trs yang kedua aku rawat pembuatan crown atau mahkota gigi selubung coz gigi depannya dah lubang parah bgt. Waktu aku di klinik konser III juga aku rawat lagi giginya yg lain, perawatan endodonti lagi.
Nah, beberapa waktu lalu pas lagi merawat giginya, seperti biasa kami terlibat beberapa obrolan. pada dasarnya Nono ini (menurutku) emang agak bawel, banyak tanya hal gak penting sampe nanya hal penting. penggalan obrolan-nya kayak gini....
Nono : Dian, gigiku yg dulu km rawat ini belakangnya ada besinya ya???
Aku : (heh???) Ooooohh... itu. itu metal. khan dulu aku udah bilang nti giginya dalamnya pake metal trus dilapisin pake porselen...
Nono: tapi kelihatan lho besinya...
Aku : khan bagian belakang. depannya khan bagus. malah gak keliatan kl gigi palsu. warnanya aja gak bisa dibedakan sama gigi sebelahnya. keliatan alami.... (mulai deh aku agak pamer n membanggakan hasil pekerjaanku sendiri.. hwehehe..)
Nono: tapi kl difoto khan tetap kelihatan...
Aku: Foto rontgen?? iya emang kelihatan. tulang aja kelihatan, apalagi metal....
Nono : Gak bisa ya, Dian, kl dibuat ga keliatan???
Aku : ???? (menelan ludah... maunya nelen sepatu coz udah gak tahan dgn kebawelannya, tp aku masih sayang dgn sepatuku...)
Nono: Ayo donk, Dian... dibuat jadi putih, pokoknya sampe gak keliatan...
Aku: #^*@$%*???? (udah nyaris ngelempar sepatu)
Nono: (pasang tampang penuh berharap dan senyum yang khas yang sumpah bikin aku mau muntah)
Aku : lah....???!!!!???? kalopun metalnya ditutup jg pake porselen, ttp aja kl difoto bakal keliatan.... emang napa sih??!!!
Nono: Kata temenku gak bisa masuk tentara kl giginya kayak gini...
Aku : (WHAT???????!!!!) oh, km mau masuk tentara??? (GGGUUUBBBRRAAAAKKKKKK)
Nono: iya.... (manggut2 kayak ikan lele)
Aku : (ketawa ngikik dalam hati sambil begidik ngeri sekaligus merasa gak tega. lah, gak sadar apa ya badan udah ceking, gigi bocel sana sini.... haddoooohhh...)
Aku: Nono.... kl jd tentara tuw yg dimasalahin bukan gigi yg udah dirawat, tapi justru gigi yg dibiarin lubang tanpa dirawat.... lha GIGI-MU aja banyak yang bocel, ya sama aja lah.... bahkan banyak yg tinggal sisa akar, gak bisa lagi ditambal, musti dicabut....
Nono : ya wes lah.... aku "nembak" aja nanti....
Aku : (SAK KAREPMU!!!!)
Well, ada2 aja si Nono...
yah... ini baru sepenggal keanehan n keunikan si Nono... masih byk lg "kebawelannya" dia..... Semoga aku bertahan menghadapi dia di masa yg akan datang... hahahahaha.....
Selasa, 27 Oktober 2009
Pasien oh Pasien, Makelar oh Makelar
Kira-kira 2 minggu lalu Betsy nulis status di Facebook "musim paceklik pasien". Trs jadi inget sama buku-nya LIA Ga Gi Gu Gigi yg mengulas FKG bukan sekedar Fakultas Kedokteran Gigi, tp Fakultas Keliling Gang!!! *Nah lho.... apa coba???
Aku membenarkan statement Betsy ma Lia. skrg tuw bener2 musim paceklik pasien. bisa dibilang dr dulu selalu musim paceklik pasien. buat memenuhi kebutuhan pasien buat nggarap klinik ya musti keliling gang. Ditolak di Gang I, ya beralih ke Gang II. ditolak lagi?? ya pindah ke Gang sebelahnya lagi.... ditolak semua??? ya nyanggong di emergency siapa tahu ada pasien kesambet yang datang sendiri dengan tulus ikhlas ke klinik... *ngareppp...
trus piye kl ternyata ga da juga pasien yg dgn sukarela ke klinik??? pake juruz pamungkas!!! pake CALO alias MAKELAR pasien. jaman dulu kala waktu aku br pertama masuk klinik, ga kenal yg namanya makelar. dgn semangat 45 bareng teman segerombolan (mega, lovi, sysca, ratih, theo) mengaplikasikan jurus door to door.... menginjak klinik semester berikutnya ya mulai coba pake jurus nyanggong tadi. tapi lama-lama ya mulai deh virus malas menjalar. jadilah mengandalkan jasa makelar.
Setahuku, dulu yg namanya makelar susah bgt ketemunya. Beliau blm punya HP. makelar juga blm sebanyak skrg ini. yang aku kenal aja cm 1 orang. namanya Mbak ika. mbak Ika ini awalnya pasien juga. tp dia pintar membaca peluang, jadilah dia seorang makelar yg menawarkan pasien ke mahasiswa2 yg kelaparan pasien... Gmn caranya dia bisa tahu kl pasien yg dia tawarkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa?? nah... yg ini aku ga tau... Otodidak kaleeee.... ^^
Gmn nasib mbak Ika skrg?? yg jelas nasibnya lebih baik, n tentu saja semakin banyak saingan...
Ya iyalah nasibnya lebih baik, lha wong udah semakin berani jual mahal mengingat mahasiswa tuw mau praktis, ga mau susah cari2 pasien lagi. permainannya : siapa berani byar mahal, dia dapat!! siapa cepat, dia dapat!!!
perkembangan makelar masa kini??? ga tahu pasti deh... masalahnya ga pernah lagi pake jasa mereka sejak mereka mulai jual mahal... berat di ongkos booo...
Info trakir aku dpt dr Theodora, harga makelar Mrs.XXX Rp50.000/pasien. 25rb buat makelar, sisanya buat pasien tiap pertama kali dtg. pertemuan berikutnya diatur sendiri sama si pasien n operator atau mahasiswa. biasanya siy cm ganti ongkos transport aja. Biaya perawatan ttp ditanggung operator... *hufff....
So, gmna nasib tmn2 yg nota bene duitnya pas-pasan alias ga sanggup bayar makelar??? Cm bisa berdoa, berharap, terus berjuang cari pasien. mulai dr tanya ke teman2 lain (siapa tahu punya pasien sisa), standby di emergency dr klinik blm buka mpe tutup, sampai beneran berjuang cr door to door *tragisss... hukzz...
doa semua mahasiswa (YG BLM PUNYA PASIEN) : "semoga musim paceklik pasien segera berlalu... Amien...."
Jumat, 28 Agustus 2009
Kue Nastar : Tinggal Kenangan
mengingat selama ini pasien2ku udah banyak berjasa *terharu mode ON!!
itung2 sambil bantu panitia WP. aku pesen 5 toples kue nastar. lgsg pesen soalnya pas nyobain testernya ternyata haujek (enak) banget!!! harganya pun pas di kantong...
tapi... br sehari tuw nastar ngendon di rumah,, ternyata bikin aku mupeng... hahaha.... lgsg aku bajak alias aku embat 1 toples... sebelomnya juga udah diembat lovi 1 toples. diganti duit siy ama dia... wah!! jdnya misi mulia *cieee.... tak tersampaikan...!!
musti cr barang lain sbg ungkapan syukur n trima kasih buat pasien2ku yg imut n lutu2...
PS: buat lely bersaudara... kalian lucu-lucu bgt siy.... miss u all ^_^








