Tampilkan postingan dengan label pasien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasien. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Gak Lolos Sensor X-ray

Dokter    : Pak, ini nanti gigi bapak dirawat saluran akarnya. Dipasang semacam pasak dari logam. Trus nanti ditutup dengan mahkota gigi dari porselen.

Pasien     : Kalau saya ke bandara terus bunyi TIT-TIT-TIT bagaimana, Dok?

Dokter    : $#*^@???? Tenang aja,Pak... Saya jamin gak akan bunyi TIT-TIT-TIT

Senin, 29 November 2010

Klinik Pedodonsia : Dulu & Kini

Dulu pas jaman aku masih di klinik pedo (jadi inget jaman pedo dulu, terutama sama pasien "super" yang dulu pernah aku posting juga di sini), yang namanya klinik full dengan manusia. 1 kubikel bisa berisi lebih dari 1 operator dan pasien-pasien imut nan nyebelin. Suasana gerah banget. Klinik pagi aja udah bikin keringetan segedhe-gedhe jagung. Apalagi klinik siang, bleh,, bisa segedhe kacang merah tuh kringetnya *lebay!!

Gak tahu juga sih, apa yang bikin klinik pedo tuh serasa kayak di neraka. Entah pasien yang rewel dan beringasan. Entah AC yang emang perlu ditambah freon. Ntah penduduknya yang over capacity. Yang jelas klinik pedo tuh hiruk pikuk banget!!


Klinik pedo jadul. Panas. Sumpek. Gak berwarna...

Beberapa saat lalu isenk-isenk main ke klinik pedo lagi. Ya ampyunn... Adem banget!! AC-nya adem. Suasananya juga "anak-anak" banget!!! Busyet dah, napa yak gak dari dulu aja klinik pedo dibuat kayak gini?? Anak-anak jadi lebih anteng. Sesuai banget nih klinik pedo dengan jiwa anak-anak. Ugh!! Seandainya dari dulu, pas aku masih di pedo, dibuat kayak gini, pasti suasana ga sepanas neraka...

Klinik pedodonsia kini

Winnie The Pooh ^^

Kerokerokeroppi. So colourfull...

Mickey and Minnie

Rabu, 03 November 2010

"..."

Aku : Kerja di mana, mbak?
Pasien : Penjahit
Aku : Oh.. Mulai jam berapa kerjanya?
Pasien: Setengah hari aja kerjanya
aku : "..."

~~~~~

Aku : Kalo minggu depan datang lagi bisa?
Pasien : Gak bisa. Saya pulang kampung.
Aku : Oh. Di mana?
Pasein : Di desa...
Aku : "..."

~~~~
*Ya ampyun... ditanya apa, jawabnya apa...!!

Rabu, 21 Juli 2010

Pesakitan (2)

Yiiaayyy!!! Kelar juga perawatan gigiku. Kemarin sempet tertunda pasang restorasi(tambalan yang dibuat di lab gigi) giginya gara-gara kelihatan hitam dikit di bagian servikal (yang dekat dengan gusi). Terpaksa restorasinya dibalikin lagi ke lab gigi buat diperbaiki.

Setelah 3 hari, restorasi yang baru udah jadi. Menurutku masih belum sempurna coz restorasi metalnya masih keliatan dikit n ga tertutup sempurna dengan porselennya. Tapi gara-gara males bolak-balik lagi dan bagian hitamnya ga keliatan kalo lagi ngomong atau tersenyum, akhirnya langsung aja dipasang...

Lega... ga jadi pesakitan lagi deh... ^^

Gigiku yang udah dikurangi. Buat dipasang restorasi (Crown)




Senin, 05 Juli 2010

Pesakitan




Kalo biasanya aku yang merawat gigi pasien, sekarang aku yang dirawat!!
Hukzzz....
Tambalan gigiku dari jaman SMP dulu pecah. Akhirnya harus dibongkar n dirawat lagi.
Dulu sih pas ke dokter gigi rasanya biasa aja.
Tapi sekarang.... Begitu udah sering rawat gigi orang, kok malah rasanya takut juga dirawat dokter gigi... Nah lho???!!!!??

Rabu, 09 Juni 2010

Lessons For Today

Dalam suatu perjalanan ke kampus, seperti biasa, aku naik angkot.
Sudah jadi kebiasaanku, naik angkot yang menghabiskan 1 jam perjalanan dari rumah ke kempus, atau sebaliknya, akan aku pakai untuk tidur atau membaca. Kecuali ada penumpang lain yang ngajak ngobrol, baru aku ladeni. Kalopun ga diajak ngomong, biasanya aku tetep menyimak perbincangan para penumpang.

Satu kali, aku berangkat pagi. Kampusku berseberangan dengan RSUD Dr. Soetomo. Jadi sebagian penumpang yang se-angkot denganku adalah pasien rumah sakit yang akan kontrol atau berobat.

Kali ini, aku ga sibuk membaca atau tidur. Aku duduk tenang aja sambil mencuri dengar setiap perbincangan penumpang angkot. Rupanya dua di antara beberapa penumpang merupakan pasien yang rutin hemodialisis (cuci darah) setiap minggu. Kebetulan jadwal cuci darah mereka harinya sama, jadi terlihat sangat akrab. Mungkin karena sudah lama bersama-sama. Pasien pertama sudah menjalani cuci darah selama 2 tahun, yang satunya lagi 16 bulan.

Awalnya sangat berat bagi mereka untuk cuci darah seminggu sekali. Biayanya sangat mahal. Sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya sekitar 750 ribu, belum termasuk obat-obatan.
Sekarang mereka tidak perlu lagi membayar biaya cuci darah. Dengan adanya jaminan kesehatan bagi keluarga miskin, mereka tidak perlu mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah lagi. Hanya obat-obatan saja yang harus mereka tanggung sendiri.
Mereka mengakui dulu nyaris menjual rumah atau kendaraan kalau saja biaya cuci darah tidak ditanggung pemerintah.

Penumpang yang lain, seorang ibu, naik angkot dengan menggendong bayinya. Umur bayinya baru 3 bulan. Ibu ini cerita kalau bayinya baru saja menjalani operasi, dan hari itu harus kontrol bekas luka operasinya. Ibu itu menunjukkan bekas luka operasi di bagian kepala. Bayinya baru berusia 1 bulan ketika menderita panas tinggi lalu kejang-kejang. Hasi pemeriksaan, terdapat penggumpalan darah di otak. Jalan satu-satunya adalah operasi. Operasi dijalani waktu bayinya berusia 2 bulan. Sebagian tempurung kepala dipotong untuk mempermudah operasi. Saat ibu ini menunjukkan luka bekas operasi, memang tampak kalau bagian depan kepalanya hanya tertutup kulit kepala, tidak ada tulang yang melindungi. Nanti kalau hasil kontrol membaik, baru tempurung kepala yang dipotong akan disambung kembali...

Dari sakit yang orang-orang itu rasakan, aku ga melihat sedikitpun ada kesedihan dan kesusahan di mata mereka. Mereka berusaha untuk tetap kuat.

Ya Tuhan, macam-macam saja penderitaan yang dialami tiap orang.
Seringkali aku merasa menjadi orang yang sangat kasihan di muka bumi ini. Tapi ternyata masih banyak orang lain yang merasakan penderitaan jauh lebih berat dari aku dan mereka tetap bersukacita.

Hari itu aku belajar untuk tetap mengucap syukur dan bersukacita, seberat apapun kesulitan yang aku hadapi. Diingatkan juga untuk tetap menjaga kesehatan...

Thx God untuk kesempatan di mana aku bisa melihat dan belajar dari kehidupan orang lain...

Kamis, 25 Maret 2010

Another CrAZy Life : Cari Pasien

Awal masuk masa klinik dulu aku sama teman-teman hunting pasien.
Keliling gang, keluar masuk pintu.
Kerjaan keliling gang ini yang paling menyakitkan.
Kemungkinan ditolak alias gak dapat pasien lebih besar daripada dapat pasien.
Ada aja alasan kenapa mereka, si bakal calon pasien menolak.

Sibuk.
Kerja.
Jagain cucu.
Nganter jemput anak ke sekolah.
Gigi saya ga da yang lubang (padahal meringis aja dah
keliatan giginya lubang semua).

Tapi gak selamanya kok cari pasien tuw menyakitkan (karena ditolak).
Bagian melegakan pastinya kalo usaha keliling gang berhasil menemukan calon pasien.

Selain bagian melegakan, ada juga bagian yang menyenangkan!!
Nah, yang satu ini, misalnya, kalo pas cari pasien anak usia sekolah.
Otomatis nyarinya di sekolahan SD.
Tau khan kalo penjual jajanan di depan sekolah tuw banyak banget.
Mulai dari pentol, batagor, cimol, pisang molen mini, lolipop, es lilin,,, macem-macem deh pokoknya...
Bisa dibilang merasakan lagi jajanan SD seperti kembali ke masa lalu... wkwkwk...
Emang sih kl jajan sembarangan belum tentu terjamin kebersihannya...
tapi....
Akhh..!!!
Sebodo akh.... Hahahaha....
Kalo aku siy suka banget sama Pisang molen mini. Gila!! harganya cuma 200 perak sebiji, dah gitu ada yang isinya keju ato coklat. Kalo masih panas rasanya crispy banget.
Mega sih sukanya yang kenyol-kenyol sebangsa pentol sama cimol...
Haha... Sayang ga da foto pas makan cimol.
Malah adanya foto pas beli rujak manis di depan SD Kaliasin, sebrang GRAHADI...
ehm...










Rabu, 17 Maret 2010

Crazy Life @ Campuzz : Episode Senang-senang ^^

Kalo udah masuk masa klinik, yang diperlukan tuh
keseriusan, ketelatenan, ketrampilan,
semangat tinggi, dan kedisiplinan.

Tapi klinik ga selalu identik dengan
"waktu-tersita-untuk-pasien-aja"
seperti ini.....
Ini Mega waktu merawat pasien klinik Prostodonsia
(Foto diambil tanpa sepengetahuan Mega^^
Serius banget yach...)

Walo masih waktunya klinik, masih bisa juga kok santai

dan ber-nasis-nasis ria.. hehe..

(Ini foto diambil pas klinik Bedah Mulut.

Lihat kancing kuning di atas name tag??

Itu menunjukkan tingkatan di Klinik BM.

Kalo pertama kali masuk BM, pakai kancing merah.

Kalo tingkatan pertama selama 1 semester lulus,

bisa "naik kelas" pake kancing kuning.

Kalo BM II yang selama 1 semester juga lulus

baru deh masuk ke BM III alias BM yang terakhir

pake kancing hijau)


Setelah perawatan pasien selesai,

Klinik yang menyesakkan dada bisa membuat nafas lebih lega..

Dan senyum manis selalu menghias di bibir..

(kalo yang ini foto diambil di ruang tunggu klinik.

biasanya setelah selesai ngerjain pasien,

teman-teman dari berbagai penjuru klinik "bertemu"
di sini sambil "membuang" seluruh kepenatan akibat klinik.
"pertemuan" di sini bisa aja langsung selesai atau berlanjut
di kantin, First Cafe, ato bahkan di luar kampuz)

Lihat aja niy pose dan senyumnya Mega ^^

(Foto diambil di First Cafe, namanya aja "Cafe",

tapi jangan dibayangkan seperti Starbucks ato Excelso,

pokoknya "Cafe" ini cukuplah buat nongkrong n ngilangin stress di kampus)

(ini juga masih di dalam First Cafe.
Bahkan belum sempat lepas Jas Lab pun udah asyik nyeruput
Ice Cappucino. Antara doyan, haus, ato
udah jenuh klinik n buru-buru pengen rileks...
xixixixi...)


Klinik yang bikin sesak nafas pun gak harus segera diakhiri
dan buru-buru hengkang dari kubikel ato ruangan klinik.
Walo klinik berakhir di hari itu,
biasanya masih ada teman-teman yang ngobrol di kubikel
sambil mencuci alat-alat yang habis dipakai,
atau..
ngobrol sama perawat sambil balikin bahan-bahan yang udah dipakai.
Seperti yang satu ini...
Waktu itu di klinik Bedah Mulut yang terkenal "angker".
Katanya siy yang bikin angker malah dosen-dosennya..
hahahaha....
Habis klinik, aku balikin alat (tang, bein, dsb) untuk dicuci
dan disterilkan sama perawatnya.
Kebetulan ada salah satu perawat yang lagi nyuci
TENGKORAK yang masih fresh.
Pose dulu akh....
hoho... semoga si Mas, Mbak, Oom, Tante, ato mungkin Mbah gak "ngikuti" aku..

Mata Kuliah Klinik juga ga selalu harus diselesaikan
di klinik di dalam kampus.
Klinik IKGM ato kepanjangannya
Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat diselesaikan di luar kampus
dan langsung "menyentuh" masyarakat.
Sama seperti Klinik BM yang ada 3 tingkatan,
IKGM juga seperti itu.
Kebanyakan sih "terjun" langsung di puskesmas.

(nah.. kalo ini pas lagi IKGM III di salah satu Puskesmas di Surabaya.
Kegiatannya hari itu "sidak" ke beberapa Supermarket.
Nge-cek langsung pembuangan limbahnya udah bener ato belum,
kandungan limbahnya apa aja, dst, dsb...
Pas juga mendekati perayaan Natal, pas di depan Supermarket
ada toko yang jualan Pohon natal n pernak-perniknya..
Pose lagi akh... Keliatan khan pohon natal yang di atas atap itu?? ^^)


Well, kesuraman n keceriaan masa Klinik selalu aja datang
silih berganti.
Tinggal bagaimana kita menyikapinya....
Mengutip salah satu jargon ato tag salah satu produk rokok
"ENJOY AJA"
^o^

Crazy Life @ Campuzz : Episode Menjinakkan Lely

Pertama kali kuliah di "FAKULTAS INI" a.k.a FKG ga pernah kubayangkan bakal seperti apa.
Yang jelas, baru pertama kali kuliah aku dah nyaris dibuat gila... Bersyukur sampe saat ini aku masih waraz..

"Kegilaan" di awal kuliah berlanjut hingga memasuki semester 4, di mana mata kuliah mulai lebih fokus ke DUNIA PER-GIGI-AN dan memasuki masa PRE KLINIK. Ugh!! Serasa langit runtuh menimpa bumi.

"Kegilaan" semakin memuncak ketika masa KLINIK datang. Masa di mana hidup hanya terfokus pada CARI PASIEN, DAFTARIN PASIEN, BUAT JANJI DENGAN PASIEN, KEMBALI MENGHUBUNGI PASIEN UNTUK MEMASTIKAN BISA DATANG ATAU TIDAK, MERAWAT PASIEN, DST.... Ffiiyuuuuhh....

STRESS rasanya jadi makanan sehari-hari. Ada yang bilang, "GA AFDOL KALO MAHASISWA FKG GAK STRESS"

Banyak faktor siy yang bikin mahasiswa FKG hampir gila. Salah satunya faktornya adalah karena pasien yang tiba-tiba "gila".

Salah satu pegalamanku....

Lely, 4 tahun, pasien Klinik Pedodonsia baru aja selesai dirawat di klinik. Tapi ntah bagaimana awalnya, Lely ngambeg n mogok gak mau pulang. Temen2 yang kebetulan lewat ditodong buat "menjinakkan" Lely. Sementara yang lain sibuk membujuk Lely, aku malah sibuk mengabadikan adegan di bawah ini.. hehe... "Kegilaan" berakhir setelah Lely akhirnya melunak dan mau diantar pulang. Lely... Lely..... Bikin repot orang aja... Hehe,, tapi Lely bisa jadi anak manis juga lho kalo pas gak rewel..


Lely mulai ngambeg. Nangis. Ngamuk. Ngejogrok di parkiran. Sandalnya dilempar ntah ke mana..



Untungnya ada Ibnu lewat yang bantuin bujuk Lely, tapi Lely malah mlengos. hehe.. kasihan Ibnu..



Mega cuma bisa meringis, ga tahu lagi musti ngapain buat bujuk Lely. Lia minta tolong Cikal, kakaknya Lely buat bujukin Lely... Huff... semoga berhasil..


Seneng deh kalo lely lagi mood dirawat & ga ngambeg lagi..
Habis aku rawat mau juga aku suruh berpose di ruang tunggu.. Nah, gitu khan manis to, Lely..





..
..

Jumat, 15 Januari 2010

Pasien lagee... Pasien lagee..... lagi-lagi pasien!!!

Kalo ada yang bilang nasib mahasiswa FKG ada di tangan pasien, itu bener.

trus,,, klo ada juga yang bilang nasib mahasiswa FKG berbanding lurus dengan nasib pasien, itu juga bener banget!!!

Misalnya aja nih ya, mahasiswa udah mati-matian cari pasien, tapi gak dapet2, ya tetep aja gak bisa ngerjain klinik, yang berarti kliniknya bakal terancam.

Kalaupun pasien udah ada, tapi tahu2 pasien ga bisa datang, berarti nganggur seharian di klinik, dan lama2 bisa mengancam hajat hidup klinik mahasiswa tersebut!!

Yang aku alami sekarang, pasien ku yang lagi aku rawat setengah jalan, ternyata kena Demam berdarah. Plus kata pasienku dia juga kena tipes. walhasil Klinikku juga gak exist!! ya emang gak ada pasien yang mau sakit. kami mahasiswa, apalagi, selalu berharap dan berdoa pasien sehat selalu, banyak rejeki, n semakin rajin menyelesaikan perawatannya, dengan harapan klinik kami bisa berhasil. tapi kalo udah gini, apa boleh buat... terlebih kalo masa deadline klinik udah lewat, sebagai mahasiswa aku cm bisa ngelus dada n menahan kesabaran....

yang lebih ngenes lagi, ada pasien adik kelas yang meninggal dunia 2 hari sebelum deadline. padahal, andai saja (ANDAI SAJA) pasien itu masih ada, dia bisa menyelesaikan kliniknya tepat waktu. yaaahhh.... tapi emang kita bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan....

tapi emang kl diliat sepintas, emang nyata Mahasiswa FKG gak bisa terlepas dari pasien...
Thx banget buat pasien2ku yang selama ini sudah sangat kooperatif n memperlancar jalannya klinikku.

Wahai pasien... tolonglah kami...... kami mohon....!!!!

Jumat, 08 Januari 2010

Pasienku yang "UNIQUE"

Pasien "unik"???? Banyak tipe dan klasifikasinya.


Pengen siy beberin "klasifikasi" pasien unik berikut penjelasannya, tapi ntar aja deh kl ada waktu. Sambil ngumpulin data dari para narasumber alias temen2 tentang pasien mereka yg aneh n unik.



Tapi kali ini khusus aku mau critain tentang 1 pasienku yang unik. Bukannya mau menjelekkan pasienku ini, tapi aku ga tahan aja untuk ga nyeritain dia. Sebut aja namanya Nono *disamarkan aja. biar gak marah kalo dia tahu ini postingan tentang dia.... hoho... Pis ya, No.... (Nono maksudnya)



Nono ini pasienku udah dari lama. Jamannya masih klinik Konservasi Gigi II. Sampai aku klinik Konser III pun dia ttp jadi pasienku. Habisnya giginya yg bermasalah lumayan banyak. abis gitu masalahnya cukup berat. Waktu aku di bagian klinik Konser II aja aku merawat 2 gigi-nya sekaligus. Yang pertama perawatan endodonti (perawatan saluran akar krn giginya udah non vital alias mati), trs yang kedua aku rawat pembuatan crown atau mahkota gigi selubung coz gigi depannya dah lubang parah bgt. Waktu aku di klinik konser III juga aku rawat lagi giginya yg lain, perawatan endodonti lagi.

Nah, beberapa waktu lalu pas lagi merawat giginya, seperti biasa kami terlibat beberapa obrolan. pada dasarnya Nono ini (menurutku) emang agak bawel, banyak tanya hal gak penting sampe nanya hal penting. penggalan obrolan-nya kayak gini....

Nono : Dian, gigiku yg dulu km rawat ini belakangnya ada besinya ya???

Aku : (heh???) Ooooohh... itu. itu metal. khan dulu aku udah bilang nti giginya dalamnya pake metal trus dilapisin pake porselen...

Nono: tapi kelihatan lho besinya...

Aku : khan bagian belakang. depannya khan bagus. malah gak keliatan kl gigi palsu. warnanya aja gak bisa dibedakan sama gigi sebelahnya. keliatan alami.... (mulai deh aku agak pamer n membanggakan hasil pekerjaanku sendiri.. hwehehe..)

Nono: tapi kl difoto khan tetap kelihatan...

Aku: Foto rontgen?? iya emang kelihatan. tulang aja kelihatan, apalagi metal....

Nono : Gak bisa ya, Dian, kl dibuat ga keliatan???

Aku : ???? (menelan ludah... maunya nelen sepatu coz udah gak tahan dgn kebawelannya, tp aku masih sayang dgn sepatuku...)

Nono: Ayo donk, Dian... dibuat jadi putih, pokoknya sampe gak keliatan...

Aku: #^*@$%*???? (udah nyaris ngelempar sepatu)

Nono: (pasang tampang penuh berharap dan senyum yang khas yang sumpah bikin aku mau muntah)

Aku : lah....???!!!!???? kalopun metalnya ditutup jg pake porselen, ttp aja kl difoto bakal keliatan.... emang napa sih??!!!

Nono: Kata temenku gak bisa masuk tentara kl giginya kayak gini...

Aku : (WHAT???????!!!!) oh, km mau masuk tentara??? (GGGUUUBBBRRAAAAKKKKKK)

Nono: iya.... (manggut2 kayak ikan lele)

Aku : (ketawa ngikik dalam hati sambil begidik ngeri sekaligus merasa gak tega. lah, gak sadar apa ya badan udah ceking, gigi bocel sana sini.... haddoooohhh...)

Aku: Nono.... kl jd tentara tuw yg dimasalahin bukan gigi yg udah dirawat, tapi justru gigi yg dibiarin lubang tanpa dirawat.... lha GIGI-MU aja banyak yang bocel, ya sama aja lah.... bahkan banyak yg tinggal sisa akar, gak bisa lagi ditambal, musti dicabut....

Nono : ya wes lah.... aku "nembak" aja nanti....

Aku : (SAK KAREPMU!!!!)

Well, ada2 aja si Nono...
yah... ini baru sepenggal keanehan n keunikan si Nono... masih byk lg "kebawelannya" dia..... Semoga aku bertahan menghadapi dia di masa yg akan datang... hahahahaha.....

Selasa, 27 Oktober 2009

Pasien oh Pasien, Makelar oh Makelar

Judul ini terinspirasi dr dr pengalaman pribadi plus dua orang temen, Lia Betsy n Lia Indra.
Kira-kira 2 minggu lalu Betsy nulis status di Facebook "musim paceklik pasien". Trs jadi inget sama buku-nya LIA Ga Gi Gu Gigi yg mengulas FKG bukan sekedar Fakultas Kedokteran Gigi, tp Fakultas Keliling Gang!!! *Nah lho.... apa coba???

Aku membenarkan statement Betsy ma Lia. skrg tuw bener2 musim paceklik pasien. bisa dibilang dr dulu selalu musim paceklik pasien. buat memenuhi kebutuhan pasien buat nggarap klinik ya musti keliling gang. Ditolak di Gang I, ya beralih ke Gang II. ditolak lagi?? ya pindah ke Gang sebelahnya lagi.... ditolak semua??? ya nyanggong di emergency siapa tahu ada pasien kesambet yang datang sendiri dengan tulus ikhlas ke klinik... *ngareppp...

trus piye kl ternyata ga da juga pasien yg dgn sukarela ke klinik??? pake juruz pamungkas!!! pake CALO alias MAKELAR pasien. jaman dulu kala waktu aku br pertama masuk klinik, ga kenal yg namanya makelar. dgn semangat 45 bareng teman segerombolan (mega, lovi, sysca, ratih, theo) mengaplikasikan jurus door to door.... menginjak klinik semester berikutnya ya mulai coba pake jurus nyanggong tadi. tapi lama-lama ya mulai deh virus malas menjalar. jadilah mengandalkan jasa makelar.

Setahuku, dulu yg namanya makelar susah bgt ketemunya. Beliau blm punya HP. makelar juga blm sebanyak skrg ini. yang aku kenal aja cm 1 orang. namanya Mbak ika. mbak Ika ini awalnya pasien juga. tp dia pintar membaca peluang, jadilah dia seorang makelar yg menawarkan pasien ke mahasiswa2 yg kelaparan pasien... Gmn caranya dia bisa tahu kl pasien yg dia tawarkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa?? nah... yg ini aku ga tau... Otodidak kaleeee.... ^^

Gmn nasib mbak Ika skrg?? yg jelas nasibnya lebih baik, n tentu saja semakin banyak saingan...
Ya iyalah nasibnya lebih baik, lha wong udah semakin berani jual mahal mengingat mahasiswa tuw mau praktis, ga mau susah cari2 pasien lagi. permainannya : siapa berani byar mahal, dia dapat!! siapa cepat, dia dapat!!!

perkembangan makelar masa kini??? ga tahu pasti deh... masalahnya ga pernah lagi pake jasa mereka sejak mereka mulai jual mahal... berat di ongkos booo...
Info trakir aku dpt dr Theodora, harga makelar Mrs.XXX Rp50.000/pasien. 25rb buat makelar, sisanya buat pasien tiap pertama kali dtg. pertemuan berikutnya diatur sendiri sama si pasien n operator atau mahasiswa. biasanya siy cm ganti ongkos transport aja. Biaya perawatan ttp ditanggung operator... *hufff....

So, gmna nasib tmn2 yg nota bene duitnya pas-pasan alias ga sanggup bayar makelar??? Cm bisa berdoa, berharap, terus berjuang cari pasien. mulai dr tanya ke teman2 lain (siapa tahu punya pasien sisa), standby di emergency dr klinik blm buka mpe tutup, sampai beneran berjuang cr door to door *tragisss... hukzz...

doa semua mahasiswa (YG BLM PUNYA PASIEN) : "semoga musim paceklik pasien segera berlalu... Amien...."

Jumat, 28 Agustus 2009

Kue Nastar : Tinggal Kenangan

bbrp hari lalu aku pesen nastar ke panitia WP Maba ( welcome party mahasiswa baru). mereka lg cr dana buat acara mereka. kebetulan pula aku niat mau ngasih nastar-nya ke pasien2ku.
mengingat selama ini pasien2ku udah banyak berjasa *terharu mode ON!!

itung2 sambil bantu panitia WP. aku pesen 5 toples kue nastar. lgsg pesen soalnya pas nyobain testernya ternyata haujek (enak) banget!!! harganya pun pas di kantong...

tapi... br sehari tuw nastar ngendon di rumah,, ternyata bikin aku mupeng... hahaha.... lgsg aku bajak alias aku embat 1 toples... sebelomnya juga udah diembat lovi 1 toples. diganti duit siy ama dia... wah!! jdnya misi mulia *cieee.... tak tersampaikan...!!
musti cr barang lain sbg ungkapan syukur n trima kasih buat pasien2ku yg imut n lutu2...

PS: buat lely bersaudara... kalian lucu-lucu bgt siy.... miss u all ^_^