Hubungan alias relasi dengan DSA (dokter spesialis Anak) itu mirip-mirip kayak hubungan dengan pacar atau dengan ART.
Maksudnya, cocok-cocokan gitu.
Nyambung atau nggak.
Ada 'simbiosis mutualisme'.
Kalau gak nyambung, atau salah satu pihak merasa dirugikan, gak merasa nyaman, gak sreg, ya berarti gak cocok.
Soal DSA Nathan ya begitu itu.
Well, sampe Nathan mau 11 bulan rabu depan, emak bapaknya sudah menemui 4 DSA.
DSA #1
Sebut saja dokter X.
Ini dokter pertama yang kami temui. Bukan DSA pilihan kami (secara gak tahu DSA yang rekomended di RS tempat Nathan lahir, jadi siapa saja DSA yang ada, ho-oh aja), tapi dokter X ini yang mengobservasi Nathan waktu baru lahir, sampai keluar RS. Seharusnya, dokter X ini yang akan jadi DSA tetap Nathan, untuk imunisasi, kontrol kesehatan, atau lainnya. Sayang-disayang, dokternya gak praktek di hari Sabtu. Kenapa harus hari Sabtu? Karena hanya hari Sabtu yang sangat mungkin untuk Didi nganterin imunisasi, dll.
Ketemu dokter ini 3 kali aja. Waktu baru lahiran, 3 jam setelah Nathan lahir, dan esok harinya lagi.
So far, DSA nya kurang informatif. Baeklah, secara gak berhubungan sama dokter X lagi. No problemo.
DSA #2
Dokter Lusi. Konsultan neonatologi. Praktek di hari Sabtu. Klop! Ini yang jadi DSA tetapnya Nathan untuk kontrol tiap bulan, imunisasi, dll. Pengamatanku, kalau kita banyak tanya, dia banyak menjelaskan. Kalau kita gak tanya apa-apa, dokternya ya gak kasih edukasi atau informasi apapun. Fiyuuuhhh...
Jadi, sebagai orang tua cerdas *ceile musti siapin berbagai pertanyaan biar gak rugi-rugi amat. Haha...
Dokter Lusi ini ramah. Hafal sama pasiennya. Trusm dia selalu croscek 'kepintaran' Nathan sudah sesuai dengan usianya atau tidak. Sejauh ini, puas-puas ajalah eyke.
Kecuali di bagian yang digaris bawahi itu aja sih yang bikin kurang sreg dikit. Diiiikkiiiiiiiiittt....
Concernku belakangan ini, soal berat badan Nathan yang naiknya cuma dikiiiiiiiiit banget. 1 ons selama 2 bulan berturut-turut. Dokternya cuma bilang, tekstur MPASInya dinaikkan. Memang setelah itu Nathan naik 6ons. Gak ada saran lain atau pemeriksaan lain.
Berhubung ke dokter Lusi cuma urusan imunisasi, gak pernah periksa waktu Nathan sakit, jadi ya gak punya gambaran lengkap soal apa dan bagaimana dokter ini mengenai diagnosa, medikasi, dll.
DSA #3
Sebut saja dokter Y. Cuma sekali aja kunjungan ke dokter Y. Waktu Nathan panas, batuk, pilek. Hanya terpikir ke dokter Y coz prakteknya dekat rumah dan waktu itu sudah malam banget.
Dokter Y ini, anamnesanya panjang, tapi mengena. Jadi bikin diagnosa sama medikasinya juga masuk akal. Biar ketemu sekali aja, jatuh cinta banget sama dokter Y. Belakangan, baru tahu kalau dokter Y ini lulusan Jerman. Sebenarnya lulusan mana aja, asal dokternya 'cocok' ya oke-oke aja sih. Sayangnya, kalo ke dokter ini, gak ditanggung sama fasilitas kesehatan dari kantor. Yo wes, no problemo jugak, secara sama dokter Lusi juga sudah 'cocok'.
DSA #4
Sebut saja dokter Z. Ini gara-gara selasa lalu Nathan Panas, plus pilek mbeler kayak kran bocor.
Dokter Lusi pas gak jadwal praktek. Asal pilih aja dokter hari itu yang praktek. Jadilah ketemu sama dokter Z ini. Mengingat penyakitnya Nathan sama dengan kasus DSA #3, eyke rada shock juga. Soalnya anamnesisnya gak detil kayak dokter Y. Cuma ditanya sakit apa, trus disuruh ke ranjang untuk diperiksa.
Habis gitu langsung nulis resep 2 halaman penuh.
Setelah itu dokter Z bilang berat Nathan kurang. Okey, emang betul. Ditanyakan Nathan BAB berapa kali sehari. Selama ini sih 2-3x sehari. Dokter Z bilang harusnya sehari 1x. Makanannya gak semua diserap sempurna karena keburu "dibuang' makanya beratnya kurang. Heran juga, dokter Lusi gak pernah menyinggung masalah BAB ini. Salah eyke juga gak tanya ke dokter Lusi masalah BAB harusnya berapa kali. Dari dulu sih NAthan BAB ya emang 2-3 x sejak MPASI, jadi kupikir normal-normal aja.
Masalah BAB ini, sama dokter Z dikasih INTERLAC. Semacam Yakult gitu.
Well, dari dokter Z ini setidaknya dapan pandangan baru, soal BAB.
Btw, resep dari dokter Z ternyata oh ternyata....4 racikan puyer. Bagooooosssss!!!
Eyke sebagai ibu dari bayi mungil, cuma bisa nyengir aja lihat Nathan harus minum 4 puyer sekaligus dalam sehari.
Kesimpulan:
DSA sama dengan manusia lainnya, ada kurang lebihnya.
Ada yang cocok, ada yang kurang cocok.
Eyke sebagai ibu mau yang terbaik untuk anaknya, malah jadi galau pilih DSA yang mana.
Cuma bisa berdoa Nathan sehat terus, jadi gak perlu langganan ke DSA.
Amin.
Jumat, 12 April 2013
Soal ART
Aku : Si mbak Nur barusan aku suruh bersihin kamar mandi. 5 menit selesai
Didi : Punya ilmu, barangkali
Aku : Edan!!
Itu sepenggal 'kisah' soal pembantu alias asisten rumah tangga.
Kayaknya kisah klasik emak-emak deh ginian inih.
Sebenarnya ini kejadian Januari lalu. Tapi mo curcol ajalah di sini (di sinilah enaknya punya blog, bisa jadi 'tempat sampah' sesuka kita).
Sejak mbak Ella balik kampung gara-gara ikut suaminya, dimulailah drama urusan ART ini.
Dari jauh hari udah bilang ke mabak Ella, kalo mo pergi, carikan pengganti.
Sampai last minute mbak Ella mau dijemput travel yang nganter dia mudik, baru deh dikenalin sama mbak Nur, penggantinya.
Mbak Nur inih, ternyatah, kerjah di tiga rumah. TIGA!
Yo wes lah, pikir dipikir daripada pusing mikirin cucian, setrikaan, nyapu, endebla endeble.. okelah...
Pagi kerja di majikan A. Habis itu lanjut di rumah eyke, trus lanjut ke rumah majikan Z.
Mbak Nur ini bener-bener bikin eyke pusing bin sutriss sambil nangis garuk-garuk lantai.
Betapa tidak. Masuk udah bauk asyem keringatan.
Langsung cuci piring disertai bunyi gedubrakan dan krompyangan.
Nyapu sambil terbang, ngepel sambil lari, setrika asal-asalan.
Semua kerjaan -- cuci piring, cuci baju, setrika, nyapu, ngepel, sesekali lap-lap dan sesekali bersihin kamar mandi-- bisa selesai dalam 1,5 jam dan gak ada yang bersih dan rapi.
Trus, baru 3 hari kerja, udah berani pinjem tabung gas eyke. Nglunjak!!
Mana berani dia pinjam di majikannya yang lain!!
PHK aja!!
Untungnya segera dapat penggantinya. Kalo gak, eyke bisa mati berdiri *lebay
Sekarang urusan ART diambil alih Mbak Yani. Orang Sunda, rajin pisan euy.
Kerja di 3 rumah jugak. Tapi untungnya gak buru-buru, bersih dan rapi.
Tapi tetep aja mau ART yang mencurahkan segala jerih payah cucuran keringatnya hanya untuk eyke...
Butuh bantuan kapan aja, selalu siap sedia.
Mbak Yani kemarin mintak libur sehari gara-gara majikannya yang lain minta dia masuk full seharian soalnya lagi bikin selamatan. Hooooohhhh..... No problemo baru sekali ini.
Tapi next time, kalo gitu lagi, emoh lahh...
Mentang-mentang eyke baik hati, murah senyum *ceile dibuat mainan sama ART.
Gak rela.......
Rabu, 27 Maret 2013
Jalan-jalan ke Bandung
Sampai Nathan umur 10 bulan ini, sudah 2 kali jalan-jalan ke Bandung.
Yang pertama waktu umur 5bulan, yang kedua baru beberapa minggu lalu.
Ini perjalanan ke luar kota pertamanya dengan mobil. Nathan anteng banget. Secara Tangerang-Bandung cuma 3-4 jam aja, jadi gak rempong juga selama di jalan.
Pertama itu gak pake nginap dan Nathan belum MPASI. Jadi lebih santai. Secara Nathan perginya bareng sama gentong persediaan mimiknya. Hahaa...
Yang kedua ini baru nginep. Mikir deh, Nathan dibuatin MPASI apa yang bisa awet sampe 2 hari.
Pikir-pikir, akhirnya pilih yang simpel. Hari pertama disiapin nasi lembek berikut lauk pauknya (wortel dan labu siam kukus sama ayam suwir) plus camilan steam banana bread. Ini dipilih biar pas nyuapin di mobil gak kotor banget ato belepotan.
Makanan hari kedua untuk Nathan aja yg masih belum terpikirkan mau dibuatin apa. Gak mau pusing, aq bawa aja 2 sachet makanan instan plus biskuit baby. Toh pagi bisa sarapan bubur dari hotel. Sip lah!
Dan eksekusinya berjalan sesuai rencana.
Di Bandung.... selalu aja begitu sampai baru googling tempat yang asyik untuk didatengin.
Akhirnya dengan modal browser dan GPS di HP, kita nyobain mi kocok, makan nasi kalong, ke Kampung Gajah, dan puter-puter di Lembang.
Mi kocok Mang Dadeng, adalah mi kocok pertama yang aku dan Didi cobain. Lokasinya dekat hotel Horison. Tepatnya di jalan masuk sebrang Horison. Tempatnya biasa aja,kecil, bangku kayu panjang, panas, tapi orang berjubel. Berhubung ini pertama kalo nyobain, jadi gak isa bandingin dengan yang lainnya. Kesimpulan kita sih, biasa aja.
Berikutnya nyobain Nasi Kalong. Yang ini kebetulan aja dilewati pas balik ke penginapan. Ramenya gak karuan. Yang mo makan aja antri panjang. Buru-buru menepi sambil googling soal nasi kalong ini.
Berkat googling, tahu juga menu favoritnya. FYI, disebut nasi kalong (Kalong = kelelawar) soalnya bukanya malam sampai dini hari. Nasinya sendiri berupa nasi merah yang dimasak bersama bumbu rempah. Disediakan berbagai lauk untuk menemani nasi merah (jadi nasi hitam karena berbumbu) ini.
Berhubung masih kenyang, kita pilih bungkus aja. 1 nasi merah, 1 nasi putih, plus lauk ayam goreng madu (potongannya imut banget), ayam saus lemon (potongan teteeep imut), buncis bakar, otak-otak goreng sama sambel jadi menu yang kita bungkus. Harganya 50 ribu!! itu mahal banget menurutku, mengingat porsinya imut banget, sedikit, dan rasa yang biasa saja. Gak ada yang spesial, nasi maupun lauknya.
Heran juga kenapa yang beli bisa mengular gitu. Beberapa artis yang pernah makan di situ juga di pajang. Ckckck....
Sisa waktu lain kita cuma muter-muter aja, makan di Kampung Awi. Not bad makanannya. Sambal terasinya nendang. Tapi kurang asyik buat duduk santai.
Catet di kepala, kalau ke Bandung lagi, musti tahu dulu tujuannya mo ke mana aja.
Yang pertama waktu umur 5bulan, yang kedua baru beberapa minggu lalu.
Ini perjalanan ke luar kota pertamanya dengan mobil. Nathan anteng banget. Secara Tangerang-Bandung cuma 3-4 jam aja, jadi gak rempong juga selama di jalan.
Pertama itu gak pake nginap dan Nathan belum MPASI. Jadi lebih santai. Secara Nathan perginya bareng sama gentong persediaan mimiknya. Hahaa...
Yang kedua ini baru nginep. Mikir deh, Nathan dibuatin MPASI apa yang bisa awet sampe 2 hari.
Pikir-pikir, akhirnya pilih yang simpel. Hari pertama disiapin nasi lembek berikut lauk pauknya (wortel dan labu siam kukus sama ayam suwir) plus camilan steam banana bread. Ini dipilih biar pas nyuapin di mobil gak kotor banget ato belepotan.
Makanan hari kedua untuk Nathan aja yg masih belum terpikirkan mau dibuatin apa. Gak mau pusing, aq bawa aja 2 sachet makanan instan plus biskuit baby. Toh pagi bisa sarapan bubur dari hotel. Sip lah!
Dan eksekusinya berjalan sesuai rencana.
Di Bandung.... selalu aja begitu sampai baru googling tempat yang asyik untuk didatengin.
Akhirnya dengan modal browser dan GPS di HP, kita nyobain mi kocok, makan nasi kalong, ke Kampung Gajah, dan puter-puter di Lembang.
Mi kocok Mang Dadeng, adalah mi kocok pertama yang aku dan Didi cobain. Lokasinya dekat hotel Horison. Tepatnya di jalan masuk sebrang Horison. Tempatnya biasa aja,kecil, bangku kayu panjang, panas, tapi orang berjubel. Berhubung ini pertama kalo nyobain, jadi gak isa bandingin dengan yang lainnya. Kesimpulan kita sih, biasa aja.
Berikutnya nyobain Nasi Kalong. Yang ini kebetulan aja dilewati pas balik ke penginapan. Ramenya gak karuan. Yang mo makan aja antri panjang. Buru-buru menepi sambil googling soal nasi kalong ini.
Berkat googling, tahu juga menu favoritnya. FYI, disebut nasi kalong (Kalong = kelelawar) soalnya bukanya malam sampai dini hari. Nasinya sendiri berupa nasi merah yang dimasak bersama bumbu rempah. Disediakan berbagai lauk untuk menemani nasi merah (jadi nasi hitam karena berbumbu) ini.
Berhubung masih kenyang, kita pilih bungkus aja. 1 nasi merah, 1 nasi putih, plus lauk ayam goreng madu (potongannya imut banget), ayam saus lemon (potongan teteeep imut), buncis bakar, otak-otak goreng sama sambel jadi menu yang kita bungkus. Harganya 50 ribu!! itu mahal banget menurutku, mengingat porsinya imut banget, sedikit, dan rasa yang biasa saja. Gak ada yang spesial, nasi maupun lauknya.
Heran juga kenapa yang beli bisa mengular gitu. Beberapa artis yang pernah makan di situ juga di pajang. Ckckck....
Hari berikutnya, masih belum jelas mau ke mana. Jadinya kita naik ke Lembang (seperti biasanya). Mampir ke Kampung Gajah. Didi awalnya gak mau, katanya "ntar nunggu Nathan besar aja biar ngerti'.
Ya elaaaahhh, kalo semua-mua nunggu Nathan besar biar dia ngerti ya gak bakal ke mana-mana kitanya.
Tapi dengan alasan mampir aja, lihat-lihat sebentar akhirnya masuk juga kesitu.
Tiket masuk 20ribu/ orang. Kalau mau main wahana permainan, bisa bayar tiket satuan atau terusan 200ribu.
Mihil juga tiket terusannya!
Berhubung cuma lihat-lihat, 20ribu ya cucok lah ya...
Kalo untuk terusan semahal itu, mending ke dufan aja deh ngajak Nathan nonton istana boneka. Haahaa..
Catet di kepala, kalau ke Bandung lagi, musti tahu dulu tujuannya mo ke mana aja.
![]() |
| Di Kampung Daun. Nathan masih 5 bulan |
Makanan di mana-mana
Steak at Abuba Steak Gading Serpong. Lupa waktu itu pesan apa saja. makan berempat, pesan yang beda-beda biar bisa icip-icip yang lain. Rasa dan harga sesuai. Tingkat kematangan sesuai dengan request.
Sapi lada hitam. Enak.Kampung Daun, Bandung. Rasa lada hitamnya pas, gak terlalu nyentrong.
Yang enak dari makan di sini adalah tempatnya. Bisa sambil santai. Tapi antrinya garang juga.
Spaghetti dan Cazone. Kampung Daun, Bandung. Rasa so-so lah ya... Gak special banget.
Choco Pie. El Mondo, Jogja. Spesial makanan Italia. Pizzanya tipis crunchy. Enak gila. Wajib dicoba. Aneka pastanya juga enak banget. Untuk pie coklat ini, dessert yang sempurna.Harga reasonable.
Yang ini, Maaf gak ada foto makanannya. Menunya saja.
Sudah tahu khan nama tempatnya?
Yap! yang satu ini spesialis di steak wagyu dengan harga -yang menurut kicauan di media sosial- kaki lima.
Memang demikian adanya. Tapi sebenarnya harganya juga selevel dengan abuba steak.
So far, aku prefer abuba.
Yang ini aku malah gak akan balik lagi deh.
Kafe Magnum,Grand Indonsia. Harga sih emang jadi berkali-kali lipat kalau dibandingkan dengan beli es krimnya aja di supermarket. Tapi lihat aja platingnya, menggugah selera.
Label:
kuliner
Selasa, 26 Maret 2013
Dear Reader
Pembaca nan budiman, berhubung tuan rumah gak punya gadget yang oke buat posting dan membalas komentar, maka mohon maklum bila ada pertanyaan melalui komentar yang tidak bisa dijawab secepatnya.
Kalau butuh jawaban secepatnya, bisa lewat email saja di dian_sweetyfunny@yahoo.com
Eh, emang banyak gitu yang baca n komen???
Ahahahaaa.... Gak lah!
Tapi serius, minggu lalu dapat notif via email kalo ada yg bertanya lewat komen di postingan jaman baheula.
Tapi gak bisa balas komen. Untuk hal ini, maafkan ya...
Ya sutra lah bok, pokoknya akika mo bilang itu aja. Thx...
Kalau butuh jawaban secepatnya, bisa lewat email saja di dian_sweetyfunny@yahoo.com
Eh, emang banyak gitu yang baca n komen???
Ahahahaaa.... Gak lah!
Tapi serius, minggu lalu dapat notif via email kalo ada yg bertanya lewat komen di postingan jaman baheula.
Tapi gak bisa balas komen. Untuk hal ini, maafkan ya...
Ya sutra lah bok, pokoknya akika mo bilang itu aja. Thx...
MPASI Nathan
Bayi kecilku makin bervariasi makannya. Mulai dari yang cair dan lembut, sampai yang kasar dan padat.
Emaknya berusaha dari awal bikin MPASI sendiri. Menunya juga bervariasi.
Maunya sih, Nathan makan ini itu.
Tapi bayi kecil ini kadang gak melahap semua yang disiapkan. Lebih suka sama buah yang ada rasa manis alami dibanding bayam, misalnya.
Atau terkendala di abang sayur langganan yang cuma bawa itu dan itu saja. Jadinya bahan lain beli di supermarket.
Berikut beberapa resep MPASI untuk Nathan, dari 6 bulan sampai 10 bulan +!!
Puding Guava (7+)
Bahan :
2 buah jambu biji (bisa diganti buah lain)
1-2 gelas air, tergantung mau tekstur padat atau lunak
1 sdt agar-agar plain
1 sdm tepung beras (aku pakai tepung beras merah Gasol)
Cara :
-blender jambu biji dengan air. Saring dari bijinya
-campur jus jambu dan bahan lain, rebus sampai matang
-Masukkan ke cetakan. dinginkan
Bisa untuk 6-8 wadah mungil seperti di bawah ini
- beras putih 2 sdm, rendam 2 jam
- 1/2 wortel ukuran sedang, serut kasar
- 1 gelas air kaldu
Cara:
- rebus beras dalam air kaldu sampai menjadi nasi
- masukkan wortel
- terus dimasak sampai lunak
- 3 sdm makaroni (atau pasta lain)
- 4 batang buncis, iris halus
- 2 sdm jagung manis pipil (sayuran bisa diganti bayam, polong, wortel, brokoli)
- 1 sdm ayam/ aging sapi cincang
- 1 butir kuning telur
- 60 cc susu UHT / susu formula
- 1 sdm yoghurt tawar (optional)
- 1 sdm keju cheddar parut
Cara:
- rebus makaroni sampai benar-benar lunak, bila perlu cincang kasar lagi
- campur semua bahan dalam mangkuk tahan panas
- taburkan keju di atasnya
- panggang / kukus 25 menit
- 1 buah pisang cavendish (setengah bagian dilumatkan, sisanya potong kasar)
- 1 lembar roti tawar (bisa diganti 1 sdm oatmeal)
- 1 butir kuning telur
- 1 sdm yoghurt ( dan atau 1 sdm keju parut)
- sejumput kayu manis bubuk (optional)
- 60 cc susu UHT / sufor
- 1sdm mentega tawar, lelehkan (optional)
Cara :
Campur semua bahan jadi satu, kukus 25 menit
- 1 buah kentang ukuran sedang, potong dadu kecil
- 1 genggam sawi, iris halus
- dada ayam rebus, cincang/suwir
- 1 siung bawang putih, cincang
- 2 gelas air kaldu ayam
- 1 sdm olive oil / mentega tawar
- 1 sdt daun bawang, iris halus
Cara :
- tumis bawang putih
- masukkan ayam, kentang dan kaldu
- masukkan sawi dan daun bawang 4 menit sebelum api dimatikan
- 1 kotak tahu sutra / egg tofu, potong kasar
- 5 sdm kabocha/ labu kuning parut
- 3 tangkai buncis, iris halus
- 1 siung bawang putih, cincang
- 1 gelas kaldu
- 1 sdm olive oil
Cara :
- tumis bawang putih
- masukkan kaldu, buncis, kabocha, tahu
Yap! Itu sebagian kecilnya. Untuk jumlah atau ukuran bahan sebenarnya pakai kira-kira saja.
Sekarang sih Nathan makannya lebih simpel. Nasi lembek + sup sayuran + lauk. Sayur bisa paduan wortel/ kabocha/ buncis/ brokoli/ kembang kol/ bayam/ sawi/ zukini/ kyuri/ taoge/ sawi putih/ tomat plus ikan salmon/ tuna/ bandeng/ lele/ ayam/ sapi cincang/ tahu/ tempe yang dibikin sup.
Untuk buah, pisang / buah naga / semangka dipotong-potong atau apel/pir kukus atau jus melon/ jeruk/ tomat/ wortel/ jambu.
Cemilannya bisa biskuit, agar-agar/puding, atau salad buah.
Nyam nyam nyammm....
Emaknya berusaha dari awal bikin MPASI sendiri. Menunya juga bervariasi.
Maunya sih, Nathan makan ini itu.
Tapi bayi kecil ini kadang gak melahap semua yang disiapkan. Lebih suka sama buah yang ada rasa manis alami dibanding bayam, misalnya.
Atau terkendala di abang sayur langganan yang cuma bawa itu dan itu saja. Jadinya bahan lain beli di supermarket.
Berikut beberapa resep MPASI untuk Nathan, dari 6 bulan sampai 10 bulan +!!
Puding Guava (7+)
Bahan :
2 buah jambu biji (bisa diganti buah lain)
1-2 gelas air, tergantung mau tekstur padat atau lunak
1 sdt agar-agar plain
1 sdm tepung beras (aku pakai tepung beras merah Gasol)
Cara :
-blender jambu biji dengan air. Saring dari bijinya
-campur jus jambu dan bahan lain, rebus sampai matang
-Masukkan ke cetakan. dinginkan
Bisa untuk 6-8 wadah mungil seperti di bawah ini
Puree jagung brokoli (6+)
Bahan :
- brokoli
- jagung manis, pipil
- air kaldu
Cara :
- rebus semua bahan jadi satu (bisa dikukus)
- haluskan. tekstur bisa diatur dengan menambah/ mengurangi kaldu
Sup Wortel (7+)
Bahan:- beras putih 2 sdm, rendam 2 jam
- 1/2 wortel ukuran sedang, serut kasar
- 1 gelas air kaldu
Cara:
- rebus beras dalam air kaldu sampai menjadi nasi
- masukkan wortel
- terus dimasak sampai lunak
Makaroni Skutel (8+)
Bahan:- 3 sdm makaroni (atau pasta lain)
- 4 batang buncis, iris halus
- 2 sdm jagung manis pipil (sayuran bisa diganti bayam, polong, wortel, brokoli)
- 1 sdm ayam/ aging sapi cincang
- 1 butir kuning telur
- 60 cc susu UHT / susu formula
- 1 sdm yoghurt tawar (optional)
- 1 sdm keju cheddar parut
Cara:
- rebus makaroni sampai benar-benar lunak, bila perlu cincang kasar lagi
- campur semua bahan dalam mangkuk tahan panas
- taburkan keju di atasnya
- panggang / kukus 25 menit
Steam Banana Bread (9+)
Bahan :- 1 buah pisang cavendish (setengah bagian dilumatkan, sisanya potong kasar)
- 1 lembar roti tawar (bisa diganti 1 sdm oatmeal)
- 1 butir kuning telur
- 1 sdm yoghurt ( dan atau 1 sdm keju parut)
- sejumput kayu manis bubuk (optional)
- 60 cc susu UHT / sufor
- 1sdm mentega tawar, lelehkan (optional)
Cara :
Campur semua bahan jadi satu, kukus 25 menit
Sup Sawi Kentang (8+)
Bahan :- 1 buah kentang ukuran sedang, potong dadu kecil
- 1 genggam sawi, iris halus
- dada ayam rebus, cincang/suwir
- 1 siung bawang putih, cincang
- 2 gelas air kaldu ayam
- 1 sdm olive oil / mentega tawar
- 1 sdt daun bawang, iris halus
Cara :
- tumis bawang putih
- masukkan ayam, kentang dan kaldu
- masukkan sawi dan daun bawang 4 menit sebelum api dimatikan
Sup Kabocha Tahu (7+)
Bahan:- 1 kotak tahu sutra / egg tofu, potong kasar
- 5 sdm kabocha/ labu kuning parut
- 3 tangkai buncis, iris halus
- 1 siung bawang putih, cincang
- 1 gelas kaldu
- 1 sdm olive oil
Cara :
- tumis bawang putih
- masukkan kaldu, buncis, kabocha, tahu
Yap! Itu sebagian kecilnya. Untuk jumlah atau ukuran bahan sebenarnya pakai kira-kira saja.
Sekarang sih Nathan makannya lebih simpel. Nasi lembek + sup sayuran + lauk. Sayur bisa paduan wortel/ kabocha/ buncis/ brokoli/ kembang kol/ bayam/ sawi/ zukini/ kyuri/ taoge/ sawi putih/ tomat plus ikan salmon/ tuna/ bandeng/ lele/ ayam/ sapi cincang/ tahu/ tempe yang dibikin sup.
Untuk buah, pisang / buah naga / semangka dipotong-potong atau apel/pir kukus atau jus melon/ jeruk/ tomat/ wortel/ jambu.
Cemilannya bisa biskuit, agar-agar/puding, atau salad buah.
Nyam nyam nyammm....
Label:
Baby boy,
MPASI,
nyam-nyam^^
Langganan:
Postingan (Atom)















