Jumat, 09 Agustus 2013

Pecel Solo

Lebaran kedua Serpong sepi pisan euy..
Gak ada abang-abang penjual buryam, ketoprak, apapun lah itu yang biasa standby di depan ruko Melati Mas.
Jalan sampai BSD Square yang buka juga cuman KFC. Emooohh..

Yo wes bablas ke Alam Sutera ke Mbah-e Nathan. Sambil H2C semoga ada warung buka di jalan yang dilewati. Dan sudah pasti gak ada yang buka. Belok di Flavor Bliss Alsut, pasrah mo makan di Red Bean. Eh.. Ternyata Pecel Solo juga buka. Yo wes nyobain Pecel Solo, mumpung belum pernah.

Posisinya di Flavor Bliss Alam Sutera, belakang Starbucks. Jadi dari depan gak kelihatan.
Interiornya ala bangunan Jawa gitu. Dengan alunan musik Jawa, bener-bener nJawani.

Pesenan kami, nasi pecel solo komplit (20K), tempe bacem (@4,5K), belut goreng (1/2 porsi 9K), balado terong (9K), rawon solo (27K).

Nasi pecelnya lumayan. Yaaaa seenak-enaknya pecel ya segitu-gitu doank khan? Sayurnya banyak, bumbu kacangnya melimpah. Tone manisnya pas. Soalnya aq sudah bayangin bumbu pecelnya manis banget secara orang jawa tengah khan doyan manis. Tapi ternyata gak manis banget. Sayang gak kerasa pedes sama sekali. Ada tambahan serundengnya, tapi irit banget. Plus, 2 krupuk nasi, yang sayangnya agak mlempem.

Untuk lauknya musti pesan terpisah. Tempe bacemnya gak manis banget. Cucok lah buat orang Jawa Timur kayak aku yang gak suka terlalu manis.
Belut gorengnya digoreng garing. Mirip krupuk, jadi rasa belutnya gak terasa lagi.
Balado terongnya standar aja.

Rawonnya sepaket sama nasi, kondimen telur asin, tahu bacem, n krupuk nasi (puli). Rawonnya enak, pas asinnya. Kluweknya juga gak terlalu menonjol. Potongan dagingnya beqsar-besar dan gak pelit.

Keseluruhan, jempol lah...
Patut dicoba..


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Selamat Idul Fitri

Dari awal minggu sudah niat mo posting sharing breastfeeding dalam rangka #WBW2013. Tapi yaaaa manusia berencana, eksekusi berkata lain. Hehe..
Libur lebaran gene adaaaa aja yang dikerjain. Jalan-jalan lah, nyuci lah, inilah, itulah. Ujung-ujungnya capek trus tidur.

Sekarang aja jam segene (20.30) baru pulang dari rumah mbah'e Nathan sama Pak Dhe-nya Didi, langsung ngepel mumpung Nathan bubuk manis.
Syukur masih ada energi lebih buat nulis postingan penting gak penting ini.

Intinya, kali ini mo bilang Selamat Idul Fitri buat yang merayakan.
Maafkeun kalo di blog ini ada tulisan yang tidak berkenan.
Maafkeun atas kekhilafan, salah-salah kata, salah dalam tindakan...

Yang mo kirim ketupat, gak akan pernah ada kata terlambat.
Yang mo kasih parcel, jangan ragu-ragu.
Hehehe..

Selamat menikmati sisa liburan :)
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Minggu, 04 Agustus 2013

World Breastfeeding Week (Day 4)

Orang pertama yang mendukung busui menyusui harusnya ya misua. Istilahnya, ayah ASI.
Nah, ayah ASI ini ada juga komunitasnya. Bisa follow twitter mereka di @ID_AyahASI

Karena Nathan minum ASI, otomatis donk bapaknya jadi ayah ASI.
Masalahnya, Didi ini orangnya cuek bebek. Tipikal orang yang "mo ngasih ASI ya bagus, sufor juga gpp".
Lebih suka surfing di tokobagus.com daripada info seputar ASI atau parenting.
Jadi musti aku yang pinter-pinter ngasih "ilmu" dunia perASIan.

Untungnya para admin @ID_AyahASI menerbitkan buku "Catatan Ayah ASI".
Admin2nya ini papah-papah muda gaul yang nulis kisah mereka waktu berjuang mendampingi istri-istri mereka menyusui. Sangat inspiratif dan membantu banget buat moms n paps untuk lebih semangat lagi memberi ASI buah hatinya.
Cucok banget buku ini buat para ayah yang tipikalnya kayak Didi.

Kalo mo ngado sodara atao teman yang melahirkan, coret deh ide ngado baby's stuffs. Ngado buku Catatan Ayah ASI rasanya lebih berguna dan lebih berharga.

Thx buat para penulis buku Catatan Ayah Asi. Semoga semakin banyak ayah yang mendukung istri memberikan ASI. Semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

#WBW2013 Support Breastfeeding

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Sabtu, 03 Agustus 2013

World Breastfeeding Week (Day 3)

Biarpun sudah ada peraturan pemerintah kalau ruang publik seperti mal, gedung perkantoran, dll musti ada ruang menyusui, ternyata gak semuanya mematuhi peraturan itu.

Kebanyakan mall di Jakarta dan Tangerang yang biasa aq datangi, umumnya sudah ada. Ada yang sangat layak, tapi pernah juga nemuin yang jorce.
Yang jorce ini aq nemu 1 di mall terkenal di kawasan elite Jaksel. Di ruangan itu disediakan juga toilet duduk mini khusus untuk anak-anak. Jadi kebayang donk kotornya toilet plus baunya menyatu di nursery room. Yaikzz..
Tapi salut lah dengan pengelola gedung yang sudah menyediakan fasilitas yang ramah anak, ramah ibu.

Yang bikin kesel itu di bandara Soetta.
Bandara international sebesar itu gak ada ruang menyusui. Miris.
Jadi kalo Nathan mo nenen, yo wes rempong soalnya kalo pake apron dia suka galau narik-narik apronnya.
Ganti diapers juga terpaksa di atas meja washtafel..

Di bandara Juanda Surabaya, ruang menyusui hanya ala kadarnya. Berupa bilik kecil (mirip kayak bilil pemungutan suara pemilu) dengan penutup tirai kain.
Gak pernah perhatikan juga sih ada yang menafaatkan atau gak.

Yaaahh, semoga dengan tema #WBW2013 Breastfeeding Support, jadi momentum agar banyak pihak semakin peduli dan mendukung Breastfeeding, terutama penyediaan fasilitas ruang menyusui di ruang publik.


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Jumat, 02 Agustus 2013

World Breastfeeding Week (Day 2)

Masih dalam rangka pekan ASI, aq mo berbagi apa saja soal ASI.
Bukan mo menggurui karena aq bukan ahlinya.
Hanya mau sharing aja.

Kali ini mo share kunci sukses menyusui.

Apa kunci suksesnya?
Makanan bergizi?
Daun katuk?
Suplemen busui?
Breast massage?
No! NO! NOOOO!!

Berlian?
LV bag?
Borong di ITC mangga dua?
Bisa jadi!!

Why?
Soalnya kunci sukses menyusui cuma 1!
HAPPY!!
Yess! Busui harus hepi.

Jadi kalo meni pedi bikin moms hepi, mintak aja suami jagain bayi bentar selama kita nyalon.
Kalo belanja bikin hepi, ya wes sana shopping!
Hahaha...

Ya... Hepi tak harus semahal itu, tapi pasti banyak cara yang bikin hepi dan alhasil ASI mancur deras...


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kamis, 01 Agustus 2013

World Breastfeeding Week (Day 1)

1-7 Agustus diperingati sebagai World Breastfeeding Week.

Tema pekan ASI sedunia kali ini adalah "Breastfeeding Support".

Kenapa menyusui perlu dukungan? Karena menyusui itu gak mudah. Gak segampang jejelin payudara ke mulut bayi doank!
Banyak tantangannya.
Mulai dari busui sendiri yang kurang paham pentingnya ASI dan bagaimana menyusui, dokter anak yang gak pro ASI, sampai gempuran iklan sufor yang mengandung inilah, itulah..

Ngomongin soal support menyusui, bukan hanya ibu menyusui saja yang berperan. Orang di sekeliling juga sangat membantu. Suami, ortu, teman, dokter anak, dll.

Apakah saya sudah memberi yang terbaik (baca:ASI) untuk Nathan?
Jawabannya : iya dan tidak!

Dulu waktu baru umur beberapa hari, Nathan minum sufor atas saran dokter karena diduga alergi dari asupan makanan saya.

Sebelum Nathan lahir, sudah pasti tekatnya ngasih ASI. Sampai-sampai gak beli botol ato breastpump. Soalnya bakal full stay at home jagain Nathan.

Tapi begitu DSA kasih sufor, manggut-manggut aja dengan pikiran gak perlu rempong bangun nyusuin apalagi badan berasa protol semua *egois banget*
Toh, ngasih sufor juga gak ada salahnya, khan? *cari pembelaan*

Jadi sampai Nathan sebulan, minum ASI plus sufor dengan alasan sayang sufornya udah beli mahal-mahal *mintak dikeplak*
Setelah itu, Nathan mik ASI terus. Yess!
Sampai-sampai sekarang emaknya sendiri yang rempong, soalnya Nathan maunya mimik langsung dari gentongnya. Jadi gak bisa jauh-jauh atau pergi ninggalin Nathan :)

Bagaimanapun juga kita berusaha membekali diri tentang dunia perASIan, masih bisa tergoda oleh tawaran sufor dll.
So para mami n moms to be, yuk bekali diri dengan informasi yang benar tentang ASI. Kalau memang ada niat, banyak banget medianya. DSA yang pro ASI, konselor ASI, buku, browsing internet, social media dll.

Kalo udah ngerti soal ASI, masih mau bilang sufor lebih baik??
Kalo jawabannya sufor lebih baik, yuk belajar lagi.

Jangan harapkan dukungan dari orang lain kalo kita (busui) gak sadar sepenuhnya pentingnya ASI.

Yuk moms kita berikan hak anak-anak kita untuk mendapat ASI.
Yuk para ayah, kakek, nenek, dukung para ibu untuk bisa memberi ASI pada generasi penerus bangsa.
Jadikan memberi ASI sebagai budaya!
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone