Selasa, 14 Juli 2015

Liburan Asyik di Anyer : Aston Anyer Beach Hotel

Walau masih jam 11 ternyata kami sudah bisa check in di Aston. Prosesnya cepat banget. Tinggal nyebutin nama dan tunjukin KTP langsung deh dapat nomor kamar. Gini ini yang disuka kalau pesan lewat traveloka. Gak perlu rempong print bukti pemesanan atau nyebutin kode pemesanan. Good job, Traveloka!!

Begitu masuk kamar... cuma bisa takjub. Pemandangannya langsung ke laut lepas. Biru. Dan biru. Kamar deluxe yang saya pesan sih sebenarnya biasa aja. Gak besar. Isinya standar aja ya. Kecuali ada tambahan hair dryer di kamar mandi. Gak semua budget hotel menyediakan ini. Harusnya sih logic ya ada barang satu ini. Secara tujuan utama orang ke sini main di air, jelas banget pengering rambut jadi kebutuhan.

Hotel Aston ini juga gak besar banget. Namun dengan private beach langsung di belakang hotel menjadi daya tarik orang beramai-ramai ke hotel terbaru di Anyer ini.
Di lantai bawah menyatu dengan lobi ada Sunset Cafe. Konsepnya bar dan resto dengan open kitchen. Tinggal melangkah sedikit ke belakang sudah sampai ke kolam renang dan pantai. Jadi kalau orang tua ingin duduk santai di kafe masih bisa mengawasi anak-anak yang bermain di kolam renang.
Untuk yang enggan bermain di air tersedia meja pingpong dan bilyard. Aneka permainan papan semacam monopoli dan lainnya juga disediakan.

Secara keseluruhan, mulai dari kebersihan, kenyamanan, pelayanan, sampai makanan semua oke banget. Hanya sangat disayangkan tidak ada shower room di dekat kolam renang. Well, saya sih memang tiap renang di hotel selalu mandinya di kamar hotel. 

Siang itu kami memilih makan di kamar sambil duduk di balkon. Panas banget kalau mau langsung turun ke pantai. Tapi meski panas terik di kolam maupun di pantai ramainya bukan main.
Menjelang sore baru saya turun ke bawah.
Banyak yang jalan hingga jauh ke tengah laut karena air laut sedang surut. Saya memilih duduk di tepi pantai saja. Nathan dan bapaknya yang asyik jalan-jalan dan bermain pasir. Puas bermain di pantai baru kami pindah ke area kolam renang hingga matahari hampir tenggelam.

Untuk menikmati sunset bisa naik ke lantai 6 hotel. Saya tidak sempat naik ke lantai atas karena baru selesai mandi. Tapi cukup melihat dari kamar pun sudah puas.

Malamnya kami turun kembali ke bawah untuk makan malam.
Mereka menyediakan dinner buffet setiap sabtu malam. Menunya sangat beragam. Dan pastinya enak. ENAK!!

Karena di bulan puasa pastinya ada kurma dan es buah. Untuk menu buffetnya malam itu rendang dan ikan pindang serani bener-bener juara. Kue kejunya juga juara sampai-sampai saya lupa habis berapa potong. Nathan paling suka dengan pasta penne saus bolognaisenya.

Habis makan waktunya bakar kalori. Kami kembali berjalan-jalan di pantai. Meskipun sudah malam dan angin sangat kencang, di bawah tetap saja ramai. Sampai saya masuk kamar jam 12 malam masih ada yang duduk-duduk di pinggir kolam dan main pingpong.

Jam 6 pagi lagi-lagi di pantai sudah ramai. Laut yang semalam surut sudah mulai pasang. Banyak yang mandi di laut. Kami langsung bergegas tak mau ketinggalan. Nathan hepi. Bapaknya hepi. Saya apalagi. Kami main di air sampai jam 11. Hahaha... gak mau rugi. Dipuas-puasin sampai waktunya cek out.

Enaknya lagi karena sarapan hanya selangkah dari kolam, kami sarapan jam 7 dan makan lagi jam 10 menjelang waktu sarapan habis. Hahahahhaa... ketahuan banget ya gak mau rugi..
Eh, tapi emang bener loh renang itu bikin lapar. Jadi walau habis sarapan kami makan lagi. Hihihi...

Puas bermain air kami mandi di kamar dan bersiap pulang. Sebelum pulang mampir dulu ke lantai 6 untuk melihat pemandangan dari atas. Oohh puas rasanya. Lain kali kalau ada waktu dan rejeki pasti kami kembali lagi ke sini.

Rabu, 08 Juli 2015

Liburan Asyik di Anyer : Pantai Karang Bolong

Masih dalam rangka wedding anniversary, kami liburan kecil di akhir pekan. Dari jauh hari booking hotel Aston di Anyer lewat traveloka. Sudah cek beberapa situs booking online dan traveloka yang paling murah. Kebetulan banget di tanggal yang kami inginkan masih ada deluxe room yang kosong dan harganya cocok sama kantong. Sip!
Kenapa pilih kamar deluxe? Karena ada balkon dan menghadap ke pantai. Yeayy!!

Sabtu pagi  jam 6 kami berangkat dari rumah.
Bawa bekal buat sarapan plus cemilan. Ternyata gak sampai 2,5 jam kami sudah sampai di Anyer. Mau cek in hotel pastinya belum bisa karena masih terlalu pagi. Akhirnya kami jalan-jalan dulu di sekitaran hotel.  3 km jauhnya dari hotel kami menemukan pantai Karang Bolong. Pernah lihat postingan teman tentang pantai ini jadi ya sudah kami mengisi waktu di sini sajalah.

Tiket masuk per orang 30ribu. Untuk parkir mobil 20ribu. Masuk kawasan pantai Karang Bolong terdapat kolam renang. Sayang kolangnya tidak terawat. Untuk pantainya sendiri tidak untuk mandi karena berbatu karang dan ombaknya lumayan besar. Jadi hanya cocok untuk menikmati suasana saja. Penjaja makanan cukup banyak di sini. Olah raga air semacam jet ski atau naik speed boat berkeliling juga bisa.

Sesuai namanya, di sini ada batu karang yang besar sekali dan berlubang di bagian bawahnya. Saking besarnya batu karang, untuk naik ke puncaknya perlu tenaga ekstra. Batunya sudah dibuat berundak seperti tangga. Di atasnya ada beberapa bangku untuk bersantai menikmati pemandangan.  Untuk kunjungan ke Anyer tanpa menginap, cocok banget mampir ke sini.

Sekitar 2 jam kami menghabiskan waktu di sini sebelum akhirnya mengarah ke hotel.

Sabtu, 04 Juli 2015

4th Wedding Anniversary

4 tahun sudah kami melangkah bersama. Awalnya berdua, sekarang bertiga dengan Nathan.

Pas tanggal 2 kemarin karena hari kerja rutinitas seperti biasa. Didi mandi, saya nyiapin sarapan. Didi nongol di dapur sambil gendong Nathan plus kue (yang setiap ultah pernikahan berasal dari pabrik yang sama yaitu Dapur Cokelat). Masih jam 6 lebih dan Nathan sudah bangun itu jaraaang sekali. Biasanya Nathan bangun jam 7 atau 8. Gak tau deh itu pas bangun atau dibangunkan.

Rupanya kuenya beli dari semalam pas saya lagi praktek. Disembunyikan di kolong tempat tidur. Hhff....

Hebohlah Nathan karena lihat kue coklat.  Gak sabar mau makan. Tertawalah saya karena kuenya bernuansa lebaran. Kata Didi, "semalam sisa ini doank di outlet."
Huwooo... Nathan maksa tiup lilin trus langsung dihajar kuenya. Hahaha...

Setelah dadah dadah bapaknya berangkat kerja ya balik lagi seperti biasanya. Sampai jam 3 tumben Didi telpon bilang sudah mengarah pulang. Jadilaj saya GR merasa mau diajak dinner. Asyikkk... Beburu bilang ke si mbak gak usah nyiapin makan malam.

Well, sore itu jalan juga bertiga keluar. Tanpa tujuan pasti. "Terserah kamu". Itu kata Didi pas ditanya mau ke mana. Oalahhh ni lakik dari dulu kok ya gak inisiatif gitu nentuin ke mana, ngapain, dst.

Saya bilang ke Flavor Bliss aja yang dekat. Tapi yah teteepp sampe tujuan masih belum tahu mau makan apa dan di mana. Didi mengusulkan Holy Crab. Whatt?? Sudah dandan trus makan bar-bar bin belepotan?? No!!
Lewatin beberapa resto baru akhirnya pilih Seorae soalnya belum pernah nyobain. Yess!!!

Ihh.. puas dan kenyanglah. Sampe ada makanan yang sisa dan akhirnya dibungkus. Hehe... *ngisin-ngisini

Kecup manis buat Didi ahh.. *sensored*
Bukan karena makan malamnya. Karena sudah jadi apa adanya dirinya. Yang gak inisiatif. Yang gak romantis. Yang gak kreatif (kue yang sama setiap tahun?? Apa namanya kalau bukan gak kreatif??). Yang sabar dengan aku yang gak sabaran. Yang cerewet. Yang bawel. Yang galak.
Love u. Now. Tomorrow. Forever. Till death do us part.

Escape to Bogor (Bagian 2)

Lanjutan postingan sebelumnya ya.
Hari ke dua di Bogor kami langsung check out setelah sarapan.
Perjalanan dilanjutkan ke toko roti Venus untuk beli oleh-oleh roti unyil yang tersohor itu.

Beberapa kotak roti sudah di tangan, kami lanjut mengarah ke Sentul.
Tujuan kami adalah Sentul Paradise Park. Dari Sentul City masih 10 KM lagi jauhnya. Mengikuti papan petunjuk yang ada sampailah kami di SPP. Dari luar atau pelataran parkir sudah bisa terlihat air terjun Bidadari dan kolam buatan di sekitarnya.

Oya, tiket masuk per orang 30ribu. Untuk mobil dikenakan lagi tiket 30ribu. Di dalam SPP ada beberapa saung yang disewakan. Ada juga payung besar di tepi kolam, sayang untuk memanfaatkannya juga harua membayar sewa lagi. Karena teriknya matahari dan tempat yang kurang menarik kami memilih duduk di warung sambil membeli minuman ringan saja. Lumayan gak kena panas tanpa harua membayar sewa. Sebentar saja kami berfoto di air terjun. Selebihnya Nathan main sepeda air dan berbasah- basah di kolam. Kolamnya sangat luas, sayang hanya setinggi lutut orang dewasa, jadi tidak bisa untuk berenang.
Tempat bilas hanya seadanya dan sangat minim jumlahnya. Sangat disayangkan.

Tak sampai 1 jam kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Mengisi perut yang meronta-ronta, kami berwisata kuliner di Ah Poong di Sentul City. Meskipun Ah Pong sudah ada sejak lama tapi kami baru pertama kali ini ke sana. Setelah kenyang bolehlah membakar kalori dengan berjalan ke Eco Park yang tak jauh dari Ah Poong. Menjelang sore, kelelahan lah yang mengantar kami kembali pulang ke rumah :)

Rabu, 01 Juli 2015

Escape to Bogor (Bagian1)

Ini kejadian udah 2 bulan lalu kayaknya. Hihi...
Didi ada diklat beberapa hari di Cipayung, Bogor.
Pas banget hari terakhir diklat pas Jumat. Jadilah saya nyusul ke Bogor sama Nathan. Sekalian nginap semalam untuk refreshing.

Jumatnya sekitar jam 11 saya berangkat dari rumah. Naik angkot menuju stasiun Serpong. Beruntung angkotnta cuma sekali doank.
Nathan excited banget dikasih tahu mau naik kereta. Hehehe...

Sampai di stasiun beli tiket KRL tujuan Bogor.
Cukup membayar 8ribu plus uang jaminan kartu 10ribu. Uang jaminan bisa diminta setelah mengembalikan kartu di stasiun tujuan.
FYI, ini kali pertama saya dan Nathan naik KRL. Yippyyy...!!

Tepat jam 12 kereta datang dan langsung jalan setelah berhenti 2 menitan. Dari Serpong ke Bogor harus turun di stasiun Tanah Abang lalu ganti kereta ke arah Bogor.
Tidak sampai 5 menit turun di Tanah Abang, kereta jurusan Bogor pun datang. Oke juga tidak perlu menunggu lama.

Sekitar 2 jam kemudian kami tiba di stasiun Bogor. Langsung telpon Didi apa acaranya sudah selesai. Ternyata masih 1 jam lagi.
Karena tujuan kami ke arah Puncak jadinya saya langsung lanjut naik angkot. Dari depan stasiun naik angkot 01 jurusan Terminal Baranangsiang.
Nantinya dari terminal tinggal naik angkot sekali lagi ke arah pertigaan Gadog.

Pas sudah sampai terminal Baranangsiang Didi telpon kalau diklatnya selesai. Jadilah kami menunggu dijemput saja daripada lanjut naik angkot lagi. Macet dan panasnya Bogor bikin gak kuatttt... hiks..

Begitu ketemu bapaknya Nathan senang bukan main. Cerita pengalamannya naik kereta saja hebohnya bukan main.
Perjalanan dengan mobil kami lanjutkan ke arah Puncak.
Tujuannya sudah jelas, Nicole's Kitchen & Lounge di daerah Cipanas.

Sampai di sana sudah sore. Jadi pas banget dapat atmosfer pas masih terang, senja, dan malam.
Kabarnya Nicole's lagi hipster di kalangan anak muda.
Tempatnya memang asyik sih. Lokasinya di lantai 3 gedung Factory Outlet Brasco.
Nuansanya putih. Ada area indoor dan outdoor.
Kami berkeliling dulu dan akhirnya memituskan duduk di dalam saja. Di luar anginnya lumayan dingin.

Pesanan makan sore kami waktu itu pizza meat lover (65K++), grilled chicken spaghetti (50K++), dan sop iga bakar (65K++). Overall enak.
Puas di lidah dan di mata kalau berada di sini.

Malamnya kami meluncur ke pusat kota Bogor langsung ke hotel. Hotelnya baru reserv lewat Traveloka dalam perjalanan. Dapatlah Zest hotel di bilangan Pajajaran. ZEST Hotel ini budget hotel yang cocok banget dengan kriteria kami. Pas di kantong dan bersih. Hehehe...

Breakfast di hotel standar ya. Nasi putih, nasi goreng, 1 jenis sayur, 1 jenis lauk. Ada stand roti, cereal, buah potong dan jus buah. Lumayan enak kok. Pelayanan juga baik dan petugasnya ramah semua.

Ceritanya sampai sini dulu ya... Dilanjukan nanti lagi di bagian ke 2.

Selasa, 30 Juni 2015

Melepas Penat di Tanjung Lesung

8Beberapa hari sebelum puasa kantor Didi Bikin acara mancing di daerah Pandeglang. Dari kotanya masih terus lagi sekitar 30 km. Jauh yak?
Dari Tangerang total 3,5 jam perjalanan.
Berhubung kepalang tanggung jauhnya, sorenya pulang mancing kami melanjutkan perjalanan sampai ke Tanjung Lesung. Perjalanannya 1,5 jam lagi.
Oya, "kami" itu hanya saya, Didi, dan Nathan. Rombongan kantor Didi sih balik lagi ke Tangerang.

Malam itu juga kami cari penginapan di daerah Tanjung Lesung. Kalau penginapan di tepi pantainya langsung sih mahalnya amit-amit. Jadi setelah melihat 2 penginapan akhirnya kami memutuskan menginap di Kampoeng Nelayan resto and resort. Kampoeng Nelayan (KN)ini kalau ke arah pantai Tanjung Lesung ada di kanan jalan, 5 menit perjalanan lagi menuju pantai Tanjung Lesung.

KN ini agak nyempil penampakannya kalau dari luar. Tapi begitu ke dalam lumayan luas juga. Ada beberapa cottage dengan 1 atau 2 kamar. Yang penting buat kami kamarnya bersih dan harga terjangkau.
Cottage 1 kamar kami ratenya 500ribu semalam. Kamar mandi tidak ada water heater tapi bersih dan terawat. Sudah disediakan handuk dan sabun.
AC juga ada. Ini yang penting soalnya hawa di pantai panas. Ada juga jaringan wifi dan tv kabel.

Di KN juga ada resto safood.  Asyiknya lagi di tepi resto langsung menghadap laut. Hanya saja pantainya itu tidak untuk berenang karena merupakan kawasan nelayan. Tapi kalau untuk bermain kano dan snorkeling, KN menyediakan perlengkapannya.

Malam begitu kami tiba di penginapan langsung nitip ikan hasil mancing di dapur resto. Kami request untuk dimasak buat makan siang. Karena lelah minta ampun malam itu kami langsung istirahat.

Paginya saya bangun lebih awal untuk hunting matahari terbit. Sayang awan agak mendung. Tapi pemandangannya tetap indah. Sambil menunggu sarapan disiapkan kami berkeliling kawasan KL. Nathan diajak nyebur ke pantai tidak mau, jadilah sedikit dipaksa nyebur. Gak asyik donk ke pantai kalau gak basah. Hahaha...

Sarapan paginya minimalis ya, nasi goreng plus telur ceplok.  Minumnya ya air putih. Tapi saya minta teh manis ternyata dikasih gratis.
Oya, di teras cottage ada dispenser. Enak kalau bawa teh, gula, dan kopi jadi bisa buat sepuasnya. Tapi kami khan dadakan pergi jadi gak ada persiapan.

Setelah sarapan kami langsung ke pantai Tanjung Lesung. Tanpa mandi tentunya. Khan mau mandi di pantai?!

Dari penginapan tinggal ambil arah kanan, hanya 2 menit sudah sampai di gerbangnya. Oya, pantai TL dikelola oleh swasta, jadi untuk masuk ya harus bayar. Di gerbang ada pungutan parkir mobil 20ribu.
Masuk ke dalam, ada 2 pilihan pantai. Ke arah kanan ada Tanjung Lesung Beach Club (TLBC) dan ke kiri pantai untuk umum yang sepertinya dikelola swadaya oleh masyarakat.

Dari gerbang ke pantai kira-kira 3 menit lagi perjalanan dengan mobil.
Untuk ke pantai yang umum (saya lupa nama pantainya) harus bayar retribusi 50ribu per kendaraan. Tentu saja kami tidak ke sana. Tujuan kami sudah jelas ke TLBC.

Tiket masuk ke TLBC 30ribu/orang.
Pantainya lumayan bersih. Pantainya beragam ya. Ada yang berbatu karang dan ada juga yang berpasir putih halus. Untuk water sport cukup lengkap. Ada banana boat, snorkeling, jet ski, dll.

TLBC segaris pantai juga dengan penginapan yang harganya selangit itu. Saya mencoba menyusuri pantai ke arah penginapan. Pengunjung semacam kami tidak diperbolehkan masuk ke kawasan hotel. Hiks... nasib rakyat jelata. Tapi beruntung di area kawasan hotel tidak ada penjaganya jadi saya bisa melongok sedikit. Hehe...

Kalau di pantai ya jelas lah berbasah ria. Nathan lagi-lagi gak mau menginjak pasir pantai apalagi nyebur. Tapi begitu diangkat paksa masuk air ternyata hepi. Sampai kulit gosong terbakar matahari juga dia gak mau pulang. Bocahhhhh.....

Di TLBC tempat bilas terbatas alias sedikit. Beruntung saat itu pengunjung gak banyak. Mungkin kalau ramai kami harus antri.
Untuk makan minum ada restoran kok.
Ada camping ground juga. Tapi biar dikata camping harganya juga selangit! Uff!!

Puas main air kami bilas ala kadarnya lalu balik ke penginapan. Sedang kami bebersih badan, koki resto menyiapkan ikan yang kami request intuk dibakar, digoreng garing, dan bumbu ( saus) padang.
Setelah mandi perut yang lapar mengantar kami ke resto.

Ahhh... duduk di pantai, memandang laut sambil makan ikan bersama itu rasanya nikmat banget. Makanannya juga asli enak. Top buat yang masak!!
Karena ikan kami bawa sendiri, kami tinggal bayar nasi, sayur, minum, dan cooking fee.
Untuk 9 ekor ikan hanya bayar ongkos masak 100ribu.
Nikmat. Sedap. Puas. Hahahahaa...

Lewat tengah hari kami pulang dengan hati senang.

Mau ngajakin yang lain ke Tanjung Lesung ah. Dan nginapnya pasti di KN.
Untuk menginap di KN bisa menghubungi Bapak Muhammad di 087877558418.