Kamis, 04 Februari 2016

Random

Already February 2016. Dan blog ini hampir mencapai fase kepunahannya. Hahahh...
#oops

Entah mengapa ya semakin santai hari-hari ya makin males nulis blog. Serasa gak dapat "feel" buat nulis.
Sekarang entah jin apa pula yang lagi nyenggol saya sampai tercetuslah postingan di blog yang nyaris lapuk ini.

Btw, enaknya cerita apaan ya?
Oke... saya cerita random saja lah.
Berhubung yang nulis sudah emak-emak gak usah sewot ya kalau seputaran dunia emak-emak juga yang ditulis.

Ehm... Nathan tinggal beberapa bulan lagi 4 tahun.
Besarnya kayaknya sama aja dari jaman imur 3 tahun. Padahal makannya juga aduhai banyaknya. Entah ke mana larinya nasi dan segala lauknya itu.

Sekolah semester ini masuk siang dan ada tambahan setengah jam pelajaran di hari Senin dan Selasa. Dan ibunya menjadi tergalau sejagat selama masa penantian sekolah. Semester lalu masuk pagi bisa duduk cantik di taman mall sebelah itu. Sekarang di siang bolong mana bisa lagi duduk cantik. Alhasil kadang pulang ke rumah. Tapi lebih banyak muter-muter aja. Atau rebahin sandaran jok mobil trus tidur.

Another drama, habis balik dari libur panjang natal dan tahun baru, sukses deh saya pecat pembantu. Aje gila ditinggal 3 minggu rumah kayak kena badai. Rumput di depan aja setinggi dengkul dibiarin. Jangan bayangkan halaman rumah saya selebar lapangan basket ya. Hanya 40 x 100 centi. Dan gak dibersihkan rumput liarnya. Duh, ini pembantu ngajak berantem deh. Habis pecat saya malah puas dan lega.

Yang saya agak sesali, sesaat setelah saya pulangkan, saya baru tahu akun sosmed pembantu saya. Dari 1 akun, akhirnya saya tahu dia punya 4 akun lain dengan profil yang berbeda-beda.
Satunya dituliskan lulusan pesantren xxx. Lainnya lagi ditulis sekolah di smk xyz. Padahal dia bilang ke saya cuma lulusan smp. Syerem.
Trus nulis status sudah kayak makan keripik aja. Teruuuusss gak ada berhentinya.
Mungkin bagi ibu-ibu yang lagi cari pembantu sudah gak jamannya lagi minta keabsahan KTP.
Sekarang kayaknya lebih penting langsung menanyakan akun sosmednya.

Curhatan lainnya lain kali lagi ya.
Berdoa saja semoga blog ini gak benar-benar punah.
😆😆




Senin, 09 November 2015

Laksa Khas Tangerang

Sudah hampir 5 tahun tinggal di Tangerang belum pernah nyobain Laksa Tangerang.
Tiap ngajakin Didi katanya laksa gak terlalu enak.
Idiiihhh... biar gak enak khan tetep aja penasaran pingin nyobain.

Pas Jumat malam kemarin jam 9 melipir keluar muter-muter. Lewatin deretan penjual laksa gak jauh dari TangCity Mall. Rayuin Didi dan berhasil.
Hore...

Rupanya yang jual berderet, jadi bingung mana yang dipilih. Akhirnya asal aja milih kedai yang pengunjungnya agak banyak.

Bapak penjualnya menanyakan mau pakai telur atau ayam. Demi mencobe keduanya kami pesan masing-masing satu. Dalam sekejap mata laksa sudah tersedia di hadapan.

Penyajiannya sederhana saja. Laksa (mi), ditaburi potongan kucai, disiram dengan kuah laksa yang lumayan pekat. Ayamnya sudah berlumur bumbu. Lain dengan telur yang hanya direbus.
Untuk minya terasa sedikit kasar atau berbulir. Agak aneh rasanya karena kita terbiasa makan mi yang lembut kenyal. Ayamnya juga enak. Bumbunya terasa mirip dengan kuah laksa. Kuahnya juga terasa berbulir karena campuran kacang kedelai.

Baiklah.... overall memang rasanya unik, tapi masih bisa diterima oleh lidah saya. Mungkin akan mencoba lagi di lain kedai supaya tahu perbandingannya.

Seporsi laksa telur hanya Rp 11.000 dan laksa ayam hanya Rp 18.000. Murah meriah...

Kamis, 03 September 2015

My Prayer

Just wanna say thank to God for His blessings. Thank God sudah diberi kesehatan, kesempatan berada di dekat orang-orang terkasih.
Teringat orang-orang yang aku kenal, mereka gak bisa bersama dengan orang yang mereka kasihi karena berbagai hal. Semoga mereka senantiasa diberi sehat juga, diberi kekuatan, dan penghiburan. Berkat Tuhan sungguh tak terhitung bagi kami. Kiranya kasih Tuhan juga tak lepas bagi orang di sekeliling kami dan juga orang yang kami kasihi yang jauh dari kami. Amin.

Jumat, 28 Agustus 2015

Selama Nathan Sekolah..

Sampai akhir Agustus ini Nathan sekolah 2 jam. Mulai September baru masuk 2,5jam.
Biasanya sih nganter, trus ditinggal belanja ke pasar atau hipermarket yang gak jauh dari sekolah. Tapi khan belanja gak tiap hari?
Jadilah saya bengong duduk manis di sekolah.
Malesnya, ibu-ibu lain udah pada ngegerombol sendiri-sendiri. Kayaknya sih mereka temenan karena anaknya sama-sama mulai sekolah dari toddler. Lah saya ini yang baru sendiri rasanya jadi gak ada temen. Paling ngobrol sekenanya dengan siapa aja yang pas duduk di samping. Kadang sesama ibu, oma, atau suster yang juga nungguin. Alhasil selebihnya ngantuukkk...

Pernah donk saya coba pulang sekali. Dan ternyata...
Perjalanan dari rumah ke sekolah itu tidak seberapa. Hanya 4 kilo lebih sedikit. Tapi pulangnya itu bisa 6 kilo karena muter. Dan sepanjang jalan macet sodara-sodara!!
Jadi percuma saja saya pulang karena baru sampai rumah sebentar sudah mesti jemput lagi. Bbrrrgghh...

Males nunggu di sekolah, akhirnya saya punya tempat favorit buat nunggu Nathan sampai jam pulang. Kalau tidak duduk cantik di tepi kolam Mall Summarecon, saya melipir ke apotek tempat saya kerja.
Jaraknya gak jauh. Sekitar 500meteran. Aahhh.... indahnya... hahaa...

Duduk di pinggir kolam itu semacam refreshing mata dan jiwa. Bisa juga sambil membuat beberapa catatan yang gak penting sampai yang penting. Kadang saya bawa bekal sarapan dari rumah untuk dimakan sambil menatap ikan yang menari-nari.

Kalau di apotek enaknya bisa ngobrol sama yang jagain apotek. Ngobrol mulai dari yang penting, gak penting, sampai gossip juga dibahas. Hehehe...
Dan enaknya lagi, wifi gratisan!!!
Bisa sambil ngopi yang tinggal nyeduh sendiri di pantry, atau jajan buryam, nasi uduk, dan ketupat sayur di sebrang apotek.

Nanti kalau Nathan sudah sekolah 2,5jam mau nyobain pulang ke rumah saja. Kalau masih tidak efektif, ya sudah.. Tetep melipir belanja, atau duduk cantik di tepi kolam, atau kongkow di apotek.

Sekali waktu saya pernah ngobrol ke suami,

Sy : nungguin Nathan sekolah aku jadi gak produktif. Yang ada bengong. Ngantuk. Mau pulang juga nanggung.

Dd : aku pernah baca ada ibu yang selama anaknya sekolah dia jadi sopir go-jek. Lumayan lho.. hanya selama anaknya sekolah aja bisa dapat 1,5 juta sebulan.

Sy : $#%÷×????!!!!!



Makan Bersama

2 minggu pertama sekolah Nathan, pelajarannya hanya 1 jam. Meskipun sebentar tetap ada snack time. Jadinya dibawain bekal yang ringan dan simpel karena paling waktu makannya hanya 10 menit. Saya cukup siapin sereal atau buah potong. Selalu habis karena itu kesukaannya Nathan.

Nah, sejak minggu lalu mulai sekolah 2 jam, dan akan menjadi 2,5 jam bulan depan sampai seterusnya. Hikss.. lama ya sekolahnya? Ibuknya jadi merasa bersalah Nathan jadi terengut waktunya 2, 5 jam di sekolah 5 hari seminggu.

Sejak sekolah 2 jam biasanya saya bawakan nasi, atau buah, atau roti. Selama ini sih selalu habis. Kalo sisa paling hanya buah 2-3 potong, nasi 1-2 suap. Katanya gak habis karena time's up.
Suka heran juga kok bisa habis padahal waktunya terbatas. Di rumah itu, makan dengan porsi yang sama bisa 1 jam bahkan lebih.

Ada bagusnya juga tuh makan disekolah sepertinya membangkitkan jiwa kompetitifnya, jadi mungkin dia merasa hebat dan bangga kalau makanannya dihabiskan, makan lebih cepat dan rapi bila dibandingkan temannya.
Atau mungkin juga karena suasananya mendukung, makan bersama pasti lebih mengasyikkan.

Kalau begini saya jadi sengaja bawakan bekal  sedikit lebih banyak. Hehe... kesempatanlah...
Jadi di rumah bisa skip makan siang karena kadang pulang sekolah langsung tepar sampe sore. Hahaha...

Mulai bulan ini pula setiap hari Rabu disediakan makanan oleh sekolah. Lumayanlah mengurangi kerepotan mikirin dan nyiapin bekal sekolah.
Hari Rabu ini menu makan bersamanya nasi, sup ayam sayur, dan melon. Menu makanan sudah diberitahukan sebelumnya. Saya sih gak cerita Nathan mau dapat makan apa. Supaya nantinya dia sendiri yang bisa cerita di sekolah makan apa, dan sebagainya....

Tadi donk saya tanya Nathan, " tadi makan apa?"
"Makan nasi sama sop sama lemon yang ijo!"
"Lemon?? Melon kali..."
"Iyaaa melon."
"Enak gak? Nathan habis?"
"Nathan habisin. Trus bilang tambah ke miss"
"HAHHH??? TAMBAH???? Ya ampun..."
Saya shock. Trus tarik napas sodara-sodara!! Trus kalem
"Goooood. Gitu donk kalo makan dihabiskan. Tapi memangnya kurang ya kok nambah?"
"Iya.. Sama missnya ditambahin trus Nathan habisin lagi"
"Haduuhhh... banyak amat... malu donk Ibuk"

Padahal siang tadi pas jemput, mami-mami yang lain tanya ke gurunya anak-anaknya gimana makannya. Mostly mereka mau makan tapi sedikit.
Lah nathan!!!
Hadeehhh... bisa-bisa dipikir gurunya gak pernah dikasih makan di rumah!!
😅😅😅😅

P.S ini foto bekal superminimalisnya Nathan 😆😆

Sabtu, 08 Agustus 2015

Antara Sekolah dan Drama

Yang namanya anak baru masuk sekolah, pasti banyak drama. Nih ya yang terjadi di rumah di hari pertama Nathan sekolah.

Malamnya susah banget nyuruh Nathan tidur. Jam setengah 9 lampu sudah dimatikan dan naik ke tempat tidur tapi ada saja alasannya supaya gak tidur. Belum ngantuk lah. Mau minum dulu lah. Saya sama Didi sudah pura-pura tidur tetap dia gak tidur juga. Jam 9 minta disetelin dvd upin ipin. Oh no.... Rengekan upin ipin ini berlanjut selama 15 menit padahal saya tetap merem pura-pura tidur. Jam 9.15 rengekan pecah jadi tangisan menyayat hati. Pura-pura tidurnya berakhir dengan peluk Nathan yang meronta-ronta. Tangisan berlanjut sampai jam 9.30. Nathan capek nangis rupanya dan tertidur dengan sendirinya.

Paginya drama lagi bangunin Nathan. Sudah bangun pun ampun-ampun suruh mandi. Maunya lanjut tidur. Ya sudah saya ngacir buat sarapan saja dan menyerahkan urusan mandi ke Didi. Pastinya drama di kamar mandi diwarnai dengan teriakan "dingiiinnn" berulang-ulang padahal airnya jelas hangat. Plus, "gak mau sikat gigi".
Oohhh.... selamat datang hari-hari indahku.... hahahaa...

Karena hari pertama masuk pas Jumat dan harus pakai baju batik, saya siapin baju batik baru warna kuning. Baju batik barunya Nathan ada 3 semua dijahitin sama Mbah-nya di Malang. Ada yg putih, abu, sama kuning. Saya pilih kuning biar segar dan ceria di hari pertama sekolah. And you know what??!!  Nathan gak mau pakai baju yang kuning.  Emak yang lebay anaknya musti pakai batik BARU dan KUNING akhirnya maksa sampai Nathan mau. Hahaha...

Beruntung Nathan mau sarapan nasi. Tapi lama ya kalau mau habiskan nasi seporsinya dia, mana waktu habis buat melalui segala drama. Jadi baru 2 suap saya suruh makan pisang aja. Nathan makan pisang sebiji bisa dalam waktu kurang dari 5 menit. Sore sebelumnya main ke rumah mbah kok ya pas lihat ada pisang. Sudah filing Nathan pagi-pagi disuruh makan nasi pasti lama. Jadinya nyomot 1 pisang dari rumah mbah bisa buat sarapan. Ahhh... skip drama sarapan itu lega banget rasanya.

Sampai sekolah, Nathan gak mau ditinggal. Jadilah saya masuk ke kelas. Parahnya, tangan saya dipegang terus. Kecuali pas snacking time saja dia mau saya berdiri di belakangnya. Selebihnya saya disampingnya terus. Berpegangan tangan. Teman-temannya nyanyi, dia diam. Yang lain bermain, dia diam. Huoooww...

Pulangnya, baru 100meter mobil jalan dari sekolah dia tertidur pulas. Yaaahhhh.... Nathannn.....